Mohon tunggu...
bahrul ulum
bahrul ulum Mohon Tunggu... Kompasianer Brebes Community (KBC) - Jawa Tengah

Apa yang ditulis akan abadi, apa yang akan dihafal akan terlepas, ilmu adalah buruan, pengikatnya adalah tulisan, ikatlah dengan kuat buruan mu itu. (KBC-01)

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Sayuran Kaya Vitamin dan Bisa Perkuat Antibodi Gatal di Kulit

4 April 2020   13:51 Diperbarui: 7 April 2020   10:12 94 2 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sayuran Kaya Vitamin dan Bisa Perkuat Antibodi Gatal di Kulit
hellosehat.com

Jangan remehkan sayuran, karena di dalam sayuran itu kaya manfaat untuk tubuh kita, anak yang suka sayuran itu antibodinya lebih kuat, dibandingkan dengan anak yang tidak suka sayuran, artinya ketika kulitnya kena gudik atau gatal pada kulitnya maka resistensi anak yang tidak suka sayuran lebih cepat tertularnya dibandingkan mereka yang suka dengan saluran. 

Dalam sayuran itu ada manfaat yang dikandungnya terutama untuk merawat kecantikan kulit seperti brokoli, selada air, bayam, tomat, kangkung, ubi jalar, asparagus selain mengandung sayuran diatas mengandung vitamin A, Vitamin B Kompleks, Vitamin C, Vitamin W dan Vitamin K. 

Karena semua kandungan vitamin di sayuran bisa untuk memperbaiki kondisi kulit anda. Wajar jika para tenaga medis dari nutrisionis atau ahli gizi saat memberikan edukasi kepada ibu menyusui dan saat menyampaikan gizi berimbang, usahakan bayi setelah enam bulan itu dikasih makanan pendamping ASI. 

Saat usia masuk 6 bulan lebih sedikit bayi sebaiknya diberikan puree yang terbuat dari satu bahan makanan, satu sendok teh saja, kemudian ditambah 2 sendok makanan dua kali sehari, ini digunakan untuk memudahkan dalam gerakan kunyahan pertamanya.

Berlanjut ke makanan yang sedikit lebih kental dan lemut, misalnya bubur saring, kemudian saat usia sudah 10 bulan dilanjutkan dengan ada potongan-potongan sayur atau protein hewani yang lunak.

Di sinilah anak mulai dikenalkan dengan sayur dan buah yang berstektur empuk atau dikukus, contoh yang ada pepaya atau labu agar anak makan sendiri dan mengenal rasa dan nama-nama sayuran dan buah.

Gudik Saat Jadi Santri

Ada dua opsi saat menjadi santri, yaitu pernah merasakan gatal di kulit atau dikenal dengan gudik, hal biasa dianggap oleh mereka yang sudah lama belajar menjadi santri, dan saat orangtuanya pernah nyantri, dan memiliki anak terus menjadi santri, maka ada alasan anak bilang tidak betah, yaitu gatal kulitnya ingin pulang ke rumah, atau tidak betah karena alasan lain. 

Bagi orangtua mestinya kalau opsi gatal kulit maka bisa diobati baik lewat herbal atau obat diapotik seperti sabun asepso, bedak herocyn, atau dengan obat yang dibeli dari apotik, jika tidak mempan atau masih saja kulitnya gatal, maka dokter spesialis menjadi juru terakhir pengobatan kulitnya. 

Opsi tidak betah yang lain adalah tidak biasa hidup banyak di satu kamar, merasakan pening tujuh keliling, mau minum puyer bintang toedjo tetap saja tidak hilang, alasan ingin kembali ke rumahnya menjadi alasan utama, masih mending kalau anaknya minta pindah pondok pesantren, orang tua tinggal mengikuti kemauan anak, tapi kalau tidak mau mondok karena gudik atau alasan lainnya, inilah tantangan orang tua saat menyekolahkan anaknya ke pesantren. 

Mengutip Dr. Aldo Ferly dalam portal medium.com, gudik adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit yang bernama Sarcoptes Scabiei. Sarcoptes Scabiei tinggal di barang-barang yang ada di rumah, seperti; seprai, handuk, sisir, dapat pula tinggal di anggota keluarga serumah yang lain. Oleh karena itu, apabila tidak dieradikasi sepenuhnya dari rumah maka penyakit gudik ini dapat kambuh lagi. 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x