bahrul ulum
bahrul ulum Profesional & Citizen Jurnalism

Setiap warga adalah pewarta, buatlah cerita perubahan pada tulisan anda biar orang lain pun merasakan atas karya anda.. klik penaulum.com

Selanjutnya

Tutup

Wanita

Ciptakan Generasi Qur'ani

2 Desember 2017   17:55 Diperbarui: 2 Desember 2017   22:00 371 0 0
Ciptakan Generasi Qur'ani
TPQ Assa'adah Cetak Generasi Qur'ani

Bunyi teng...teng ...teng....3x...itulah tanda awal para pelajar di majlis ilmi Tempat Pendidikan Alqur'an As'saadah Kauman Brebes Provinsi Jawa Tengah, sebuah majlis pengasuhan KH. Aminudin Afif yang penuh barokah untuk mencetak para generasi ahli qur'an. 

Enam perempuan (ustadzah) dengan semangat penuh perjuangan mengajarkan ilmu agamanya, mereka memasuki kelas masing-masing, ada yang masuk di kelas jilid, kelas ghorib, kelas ju'ama dan kelas qur'an 30 Juz. 

Mulai dengan doa belajar dibacakan oleh anak-anak ini, mereka dengan cekatan dan penuh semangat secara bersama-sama. Setelah bacaan selesai diucapkan, dilanjutkan dengan absensi masing-masing anak, untuk memastikan tingkat kehadiran anak didiknya. 

Anak yang dipanggil, lalu berdiri dan maju ke meja ustadzah, walaupun sambil lesehan, namun suasana penuh makna. Satu demi satu anak ini setor bacaan, jika keliru dibetulkan baik dari mahrojul huruf, bacaan waqofnya, maupun bacaan berhentinya. Seorang ustadazah akan merasakan ada tantangan jika mengajarkan anak dari mulai jilid 1, pasalnya harus sabar dan anak tersebut baru mengenal huruf hijaiyah. 

Luhur Budimu Ustadzah

Berbagai ilmu diajarkan oleh para ustadzah dengan penuh ketekunan kepada anak didiknya, dari mulai baca alquran dan tulis arab. Hitungan belajarnya tidaklah singkat, orangtuanya harus mau mengantarkan anaknya ke majlis ilmi ini, termasuk menunggunya hingga selesai proses blajar. 

Ada kenikmatan tak terhingga saat mengantarkan anak ke majlis ilmi, walaupun cuaca tidak mendukung,misalkan hujan atau kondisi jalan rusak tetap sebagai otangtua harus semangat mengantarkan putra putrinya untuk mengaji. 

Pengalaman ustadzah dibangku pondpk pesantren ini, diamalkan kepada para generasi anak-anak ini, mereka dengan seksama menirukan suara ustadzahnya. Dari mulai alif, ba, ta, tsa, dan seterusnya. Jika anak ini lulus bacaan hijaiyah, maka anak ini akan dilanjutkan ke bacaan pendek dikrnal dengan jilid, dimana isinya huruf arab pendek untuk mengenalkan mana itu kasroh, dhomah, fathah dan sukun. Begitu seterusnya, kurang lebih jika anak ini telaten dan aktif belajarnya dalam waktu 3 bulan sudah bisa mengenal huruf hijaiyah, inipun memerlukan perjuangan lewat mutholaah dengan orangtuanya di rumah, agar anak ini benar-benar paham huruf arab tersebut. 

Orangtua mana yang tidak bangga, jika masih kecil dan usia paud kemudian bisa membaca jilid hingga lulus bacaan juz'ama. Keberhasilan anak ini tidak lain, karena semangat kedua orangtuanya dalamendidik anak tersebut, termasuk peran guru atau ustadzahnya yang telah mendampingi dengan penuh kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntasnya dalam mendidik generasi qur'ani di majlis taklimnya. Orangtua secara teliti juga melihat pertumbuhan dan perkembangan anaknya sendiri dalam proses belajar mengajar. 

Waktu Belajar

Tiap hari kecuali jumat, mereka harus menuntut ilmu, dari pukul 16.00 - 17.15 dan disampaikan secara bertahap, tidak dalam bentuk banyak diberikan, tapi disesuaikan dengan kapasitas dan kemampuan anak tersebut. Mereka pun harus mau mengikuti metode klasikal ini. Butuh waktu tiga hingga empat tahun agar anak ini masuk di kelas alqur'an. Namun jika sudah dinyatakan lulus baca alqur'annya maka anak ini, menjadi pembeda dengan anak-anak yang belum pernah mengenyam pendidikan di majlis ilmi ini. Orangtuanya merasa bangga karena anaknya sejak dini sudah mampu membaca dan menulis arab, sehingga menjadi mofsl awal apabila ingin mendapatkan ilmu lainnya. 

Keberadaan majlis ilmi seperti ini sangat penting, terutama di era zaman yang sangat kompetitif, kalau orangtua tidak mendampinginya dan lingkungan tidak mendukung maka bahaya akan mengamcam bagi generasi yang akan datang. Generasi qur'ani menjadi semakin pudar, yang muncul generasi anak punk, yang ingin bebas dalam pergaulan, urusan ibadah menjadi tidak dihiraukan, termasuk urusan menghormati kedua orangtuanya demakin mengikis, belum lagi bahaya narkoba dan penyakit HIV Aids mengintai pada mereka. 

Kehadiran majlis ilmi sangatlah penting sebagai perisai bagi setiap anak, mereka ditempa ilmu dan juga budi pekerti yang baik, sopan santun terhadap guru harus dijaga dan beberapa pembekalan pendidikan charakter lainnya. Sungguh mulia jasamu wahai ustadzah dan juga para pemberi wakaf tanah dan bangunan dimana telah berfiri majlis ilmi ini. Semoga jasamu dan amaliyahmu selalu mengalir hingga sampai illa yaimil qiyamah.