Mohon tunggu...
Adriansyah Abu Katili
Adriansyah Abu Katili Mohon Tunggu... Dosen - Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Negeri Gorontalo.

Saya dosen pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Memiliki hobi membaca dan menulis. Saya membaca buku fiksi maupun non fiksi dan puisi. Saya juga suka menulis, baik tulisan ilmiah, ilmiah populer, fiksi, dan puisi.,

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Belajar dari Jantung Pisang

14 Mei 2024   14:19 Diperbarui: 14 Mei 2024   14:28 105
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber Gambar: Dokumen Pribadi

BELAJAR DARI JANTUNG PISANG

Kita perhatikan sebuah jantung pisang di pohon pisang. Sesungguhnya ada pekajaran berharga yang dapat kita petik dari jantung pisang. Mari kita perhatikan setiap kelopak jantung pisang.Setiap hari ada kelopak jantung pisang jatuh. Kemudian muncul sesisir pisang yang siap berkemnang menjadi pisang dewasa dan kemudian menjadi pisang matang.  Setiap kelopak jantung pisang itu mengemban amanah dari Sang Pencipta untuk melindung satu sisir bakal pisang. Setiap kelopak mengemaban misi melindungi satu sisir bakal pisang. Pelajaran yang dapat kita petik adalah setiap kita mengemban misi melindungi kehidupan yang ada.

Pelajaran berikutnya adalah, setiap kelopak jantung pisang itu pantang gugur ke tanah sebelum bakal pisang yang dilindunginya itu siap berproses menjadi buah pisang dewasa dan akhirnya menjadi pisang yang matang dan siap memberi manfaat bagi manusia. Ini menjadi pelajaran bahwa setiap kita harus memiliki kemauan yang kuat menyelesaikan misi.

Pelajaran selanjutnya adalah perlindungan itu bukan untuk selamanya. Setiap sisir bakal pisang itu menjalani proses untuk menjadi pisang dewasa. Saat masih menjadi bakal pisang, mereka belum kuat dan saat itulah mereka butuh perlindungan dari sengatan sinar matahari. Kelopak jantung pisang memberikan perlindungan itu agar bakal pisang tidak mati sebelum menjadi pisang dewasa.

 Kita perhatikan setiap kelopak jantung pisang. Setiap hari ada satu kelopak yang jatuh ke tanah, kemudian menyatu dengan tanah. Kelopak demi kelopak itu jatuh dan kemudian kita menyaksikan sesisir pisang muncul. Setiap sisir pisang yang muncul setelah kelopak itu jatuh. Pisang itu kemudian tumbuh menjadi pisang yang pada akhirnya siap dimakan. Kita menyaksikan bahwa setiap kelopak itu jatuh setelah menyelesaikan missinya, yaitu melindungi setiap sisir bakal pisang sampai pada akhirnya menjadi pisang yang siap untuk muncul lalu berkembang sampai matang dan bermanfaat bagi manusia, menjadi makanan sehat.


Lantas, apa pelajaran yang bisa kita petik dari fenomena jantung pisang?  Pelajaran pertama adalah bahwa hidup kita harus memberi manfaat bagi kehidupan. Pada saat menjadi pisang dewasa sisir pisang itu berproses tanpa perlindungan kelopak pisang lagi.Kita harus melindungi bakal kehidupan seperti kelopak jantung pisang yang melindungi Setiap kelopak jantung pisang memberi manfaat dengan melindungi setiap bakal pisang.

Pelajaran kedua, gigih dalam memlaksanakan missi. Setiap kelopak jantung pisang tak akan gugur ke tanah sebelum memenuhi misinya melindungi bakal pisang. Saat bakal pisang siap menjadi pisang dewasa, kelopak jantung pisang jatuh gugur ke tanah.

Pelajaran ketiga, saat kelopak jantung pisang gugur ke tanah, dia masih memberi manfaat. Dia menjadi kompos pisang. Kompos bermanfaat sebagai pupuk organik menambah kesuburan tanah.

Demikian pelajaran dari jantung pisang. Semoga bermanfaat,

Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun