Susy Haryawan
Susy Haryawan lainnya

bukan siapa-siapa

Selanjutnya

Tutup

Bola

Lima Keuntungan Perancis di Final Piala Dunia

13 Juli 2018   07:45 Diperbarui: 13 Juli 2018   08:33 349 26 20

Piala dunia sudah menyelesaikan babak penyisihan hingga semi final. Tinggal dua pertandingan akhir, perebutan peringkat 3-4 dan puncaknya nanti pada hari Minggu. Begitu banyak kisah, drama, kejutan, dan tinggal menunggu pertandingan akhir yang setidaknya tidak akan ada kejutan besar. Empat semifinalis Eropa semua, dengan dua peserta berbintang satu dan dua nonbintang, di final ternyata menyajikan pertemuan bukan bintang dan bintang satu dan belum ketemu selama putaran final.

Paling tidak ada lima keuntungan yang dimiliki Perancis dibandingkan Kroasia yang akan mencoba memecahkan bintang seperti Perancis 1998 lalu. Tentu sangat menarik, dan layak ditunggu. Adanya keuntungan itu belum tentu juga menjamin Perancis melenggang dengan mulus untuk mendapatkan bintang ke dua di dada mereka.

Perancis memperoleh istirahat sehari lebih panjang. Memang bagi pemain profesional dan level tinggi tidak akan ada bedanya. Namun toh sebagai manusia tetap saja lebih enakan yang masa istirahat dna pemulihan lebih sehari. Kompensasi sebagai pertandingan final memang bisa menjadi pembeda. Secara matematis, tetap saja Perancis lebih untung.  Tidak bisa juga dinilai merugikan Kroasia, kan pembagian jadwal sejak awal memang demikian.

Perancis, bermain lebih "mudah" dan lebih cepat selesai dalam beberapa partai. Pun di semifinal mereka selesai dalam waktu normal. Hal yang berbeda dihadapi Kroasia mereka bermain sangat intens, dan sampai perpanjangan waktu. Raut kelelahan sangat nampak. Mereka tidak bisa santai karena sejak awal sudah kebobolan terlebih dahulu. Hal ini jelas sangat menguras energi dan psikologis. Memang menang dengan lebih melegakan dengan gol-gol usaha keras dan permainan terbuka mereka. Sisi lain Perancis yang lebih mudah menyelesaikan pertandingan memiliki kebugaran yang lebih.

Pertandingan Perancis juga lebih banyak aman dan menyimpan banyak tenaga daripada yang dilakoni Kroasia. Mereka bermain selama 120 menit dengan terbuka dan melawan tim yang ngotot juga. Berbeda dengan Perancis yang memilih bertahan, sehingga kbu Belgia banyak yang meradang. Toh itu sah-sah saja.  Hal ini adalah bagian dari strategi juga menghadapi ketatnya pertandingan dan jadwal, appalagi semua pemain bermain di level tinggi setiap klub masing-masing sepanjang tahun.

Perancis sudah pernah mendapatkan piala dunia. Hal yang susah memecahkan bintang, seperti kolonel atau komisaris besar menjadi brigadir jenderal juga tidak pernah mudah. Nah Perancis pun baru bisa 1998 dan sejak saat itu belum bisa lagi meraihnya. Persaingan yang ketat dan tidak mudah.

Pelatih Perancis merasakan piala dunia, sedikit banyak ini membantu moral Perancis untuk bisa berbicara banyak di final nanti. Pengalaman bahwa pernah merengkuh piala itu bisa memberikan semangat pada para pemain dan itu konkret bukan semata motivasi dan kata-kata kosong saja.

Publik Rusia bisa juga menjadi masalah dan keuntungan untuk Perancis. Mereka yang menyingkirkan tuan rumah. Wajar jika dijadikan musuh publik dan mendukung Perancis untuk menjadi pemenang di puncak nanti. Meskipun hal ini tentu tidak demikian signifikan bagi pertandingan level piala dunia.

Di balik itu, tentu Kroasia jauh lebih memiliki mental bertarung yang lebih. Mengalahkan Inggris dengan susah payah. Hingga 120 menit dengan ketat dan saling serang, jual beli serangan yang tidak mudah.  Pengalaman mengalahkan Rusia juga tidak bisa dianggap enteng, bagaimana sering tuan rumah piala dunia biasanya bisa melaju sampai semifinal. Toh mereka mampu menyudahi Rusia hanya sampai perempat final.

Posisi mereka yang tidak diunggulkan, berbeda dengan Perancis yang memang unggulan, tentu lebih memudahkan dan meringankan beban mereka. Mereka melangkah dengan ringan karena tidak akan ada beban yang berlebihan jika kalah pun akan dimaklumi, jika menang jelas itu harapan. Beda dengan Perancis yang unggulan, memiliki pemain bintang dan selalu menjadi hiasan ketika ada pintu transfer, seperti Mbape, Pogba, dan lainnya. Kebintangan dan pemain Kroasia ada di bawah pemain lawan dan belum setinggi mereka.

Permainan kolektif mereka berbeda dengan permainan Perancis yang memang memiliki pemain-pemain kunci yang sangat menentukan. Jika pemain kunci tersebut bisa terlokalisir, bisa menjadi bumerang.  

Final adalah final, bisa menjadi antiklimaks jika tidak siap menjalankan pemulihan yang sangat pendek, atau memang pertandingan akhir yang sangat menyenangkan penonton. Kedua tim tentu yang tahu dengan baik apa yang akan mereka tampilkan. Kedua pelatih  juga tahu persis apa yang perlu mereka lakukan untuk saling mematikan pergerakan lawan dan mengupayakan gol yang akan mengantar mereka mengangkat piala dunia. Harapan penonton tentu pertandingan yang menarik dengan jual beli serangan. Saling terbuka untuk mendapatkan hiburan. Apakah itu mungkin terjadi?

Bisa saja tidak ada pertandingan yang menarik, karena piala dunia sudah di depan mata, di samping lapangan yang menjadi ajang rebutan. Fokus adalah piala dan menciptakan gol, tidak akan menjadi pertimbangan maau menarik atau tidak pertandingan itu. Coba buat apa atraktif tapi piala melayang.

Terima kasih dan salam