Ishak Pardosi
Ishak Pardosi Editor

Spesialis nulis biografi, rilis pers, buku, dan media monitoring (Mobile: 0813 8637 6699)

Selanjutnya

Tutup

Kandidat Pilihan

Jika Tsamara PSI Masuk Kabinet, Cocok Jadi Menteri Apa Ya?

14 Mei 2019   19:15 Diperbarui: 14 Mei 2019   19:20 199 2 2
Jika Tsamara PSI Masuk Kabinet, Cocok Jadi Menteri Apa Ya?
Foto: Twitter/@TsamaraDKI

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany Alatas mendadak terkenal. Politisi muda ini banyak menghiasi ruang pemberitaan media massa maupun media sosial.

Ia kerap tampil mengomentari isu-isu politik terkini, dan tak jarang harus berhadapan dengan para "gajah" politik dengan jam terbang lebih tinggi.

Namun Tsamara tak peduli, dia melanjutkan perjuangan yang digariskan partainya, antara lain anti poligami dan anti syariat. Tentu saja, anti korupsi.

Selain tercatat sebagai salah satu pengurus teras PSI, Tsamara juga ikut bertarung untuk merebut satu kursi di DPR. Sayang, Tsamara kurang beruntung lantaran partainya gagal menembus ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

Walau gagal, Tsamara tak patah arang. Menurut dia seperti dilansir detikcom, Selasa (14/5/2019), paling tidak tugasnya bersama PSI sudah tercapai yakni mengantarkan Jokowi ke Istana kedua kalinya.

Tetapi sebagai salah satu parpol pendukung Jokowi, yang kebetulan juga beraliran milenial, PSI disebut layak mendapat jatah kursi menteri di kabinet Jokowi nanti. Nah, salah satu calonnya adalah Tsamara.

Ditawari kursi menteri, Tsamara tentu tak menolak. Walaupun itu tadi, dia merasa tugasnya sudah selesai ketika Jokowi akhirnya terpilih kembali.

Kalaupun nanti didapuk sebagai salah satu punggawa di kabinet, Tsamara menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi. Terserah keputusan Presiden.

Lalu, seandainya Tsamara dipercaya Jokowi, kira-kira menteri apa yang cocok dijabat?

Kalau melihat sepak terjang dan angkatan usianya, posisi Menpora sepertinya masuk akal. Atau boleh juga dipasang sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan. Satu lagi, Menteri Sosial juga bisa.

Jadi, Tsamara cocoknya jadi menteri apa ya?