Heikal Center
Heikal Center Membantu orang lain

Jika Ingin Merasa Bahagia, Maka Dahulukan Orang Lain Merasa Bahagia

Selanjutnya

Tutup

Hiburan

Iwan Fals Diteriaki "Bohong" oleh Penonton Konsernya

14 September 2017   02:45 Diperbarui: 14 September 2017   03:03 1468 5 4

Iwan Fals, siapa yang tidak kenal ?? penyanyi yang selama ini selalu mendapatkan tempat khusus dihati warga Indonesia, bahkan hingga di luar negeri, harus menerima nasib yang sungguh memilukan. Kejadiannya ketika dalam sebuah konser, Iwan menyanyikan sebuah lagu baru yang liriknya berisikan beberapa program milik Presiden Joko Widodo yang dijanjikan ketika maju pilpres 2014 lalu.

Dalam lirik lagu tersebut iwan menyebutkan beberapa program (janji) Joko Widodo seperti Satu Juta Rupiah untuk tiap keluarga miskin prasejahtera, lalu ada juga janji peningkatan ekonomi tujuh persen, kepemilikan tanah bagi empat setengah juta warga tani, dan masih ada lagi lainnya.

Kejadian ini di viralkan melalui sosial media oleh para netizen, dalam bentuk sebuah video berdurasi 1 menit, hingga akhirnya banyak dari netizen yang menertawakan bagaimana kisah seorang Iwan Fals yang pernah menjadi pujaan rakyat Indonesia pada jaman Orde Baru, karena kritikannya terhadap pemerintah.

Bahkan beberapa waktu lalu seorang netizen sempat kesal ketika Iwan Fals ternyata sudah menjadi bagian dari pemerintah saat ini, dan netizen ini akhirnya menuliskan jika lagu dengan judul "Pesawat Tempurku" dimana dalam salah satu liriknya berbunyi, "....Penguasa, Penguasa...berilah hambamu uang, beri hamba uang...." adalah memang suara hati Iwan Fals yang sesungguhnya, karena niatnya bukan untuk mengkritik pemerintah, namun tujuannya lagu-lagunya untuk meminta uang kepada penguasa.

Dalam lagu yang memuat lirik berisikan program Joko Widodo, yang dinyanyikan Iwan Fals ini usai setiap lirik yang dinyanyikan diteriaki oleh penonton dengan kata "BOHONG !" bahkan Iwan Fals sendiri sepertinya mengerti dan tahu jika isi lirik lagunya terbukti memang bohong, karena Iwan sendiri sempat menertawakan teriakan penonton. 

Berikut isi syair lagu yang hanya berdurasi satu menit yang dinyanyikan oleh Iwan Fals ;

Bagi satu juta rupiah bagi satu keluarga prasejahtera perbulannya....

(penonton teriak...Bohong...)

Kalau pertumbuhannya di atas tujuh persen katanya(iwan tertawa)....

(penonton teriak...Bohong...)

Empat setengah juta kepala keluarga tani dapat program kepemilikan tanah....

(penonton teriak...Bohong...)

Pembangunan dan perbaikan irigasi di tiga juta hektar sawah...

(penonton teriak...Bohong...)

Membangun 25 bendungan, mendirikan bank untuk petani umkm dan penguatan bulog....

(penonton teriak...Bohong...)

Membuat satu juta hektar....lahan baru di luar jawa

lima ribu pasar.......  

Dan berikut ini sebuah tulisan yang dimuat di beberapa media terkait dengan 9 program Joko Widodo - Jusuf Kalla ketika kampanye pilpres pada tahun 2014 lalu.

  1. Program remunerasi PNS akan dituntaskan di tingkat pusat dan ke level daerah.
  2. Mensejahterakan desa dengan mengalokasikan dana di mana setiap desa rata-rata dapat Rp 1,4 miliar dalam bentuk program bantuan khusus dan menjadikan perangkat desa menjadi PNS secara bertahap.
  3. Meningkatkan anggaran penanggulangan kemiskinan termasuk memberikan subsidi Rp 1 juta setiap bulannya untuk keluarga prasejahtera sepanjang pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 7 %.
  4. Program kepemilikan tanah pertanian untuk 4,5 juta Kepala Keluarga Keluarga dan kemudian perbaikan irigasi di 3 juta hektar sawah. Pembangunan 25 bendungan, 1 juta hektar lahan baru baru dan pendirian bank petani dan UMKM, serta penguatan Bulog.
  5. Perbaikan 5 ribu pasar tradisional di seluruh Indonesia dan membangun pusat pelelangan, penyimpanan dan pengolahan ikan.
  6. Menurunkan tingkat pengangguran dengan menciptakan 10 juta lapangan kerja baru selama lima tahun. Bantuan dana Rp 10 juta per tahun untuk UMKM/Koperasi. Mendorong,memperkuat dan mempromosikan industri kreatif dan digital sebagai salah satu upaya mempercepat laju pertumbuhan ekonomi.
  7. Layanan kesehatan gratis rawat jalan dan rawat inap dengan Kartu Indonesia Sehat, 6 ribu puskesmas dengan fasiltas rawat inap serta air bersih.
  8. Meningkatkan mutu pendidikan pesantren guna meningkatkan kualitas pendidikan nasional dan meningkatkan kesejahteraan guru-guru pesantren sebagai bagian komponen pendidik bangsa.
  9. Mewujudkan pendidikan bagi seluruh warga yang di dalamnya ada anak-anak petani, nelayan, guru, termasuk difabel dan elemen masyarakat lain melalui Kartu Indonesia Pintar. Menyediakan fasilitas pendidikan yang baik dengan target partisipasi 100% untuk SD dan 95% untuk tingkat SLTP. Mewujudkan kurikulum berkualitas, menjamin kesejahteraan guru dan meningkatkan tunjangan para guru, meningkatkan kualitas guru dengan melanjutkan sertifikasi guru.