Mohon tunggu...
PAK DHE SAKIMUN
PAK DHE SAKIMUN Mohon Tunggu...

Sedang menapaki sisa usia. Mencari teman canda di dunia maya. Hobi apa saja termasuk membaca dan (belajar) menulis. Bagi saya belajar itu tak berbatas usia. Menuntut ilmu dari ayunan hingga liang lahad. Motto : Seribu orang teman sangat sedikit, dan satu orang musuh terlalu banyak.

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Lebih Nyaman Mana Kompasiana Lama Dibanding Kompasana Versi Baru

6 Agustus 2015   21:32 Diperbarui: 6 Agustus 2015   21:46 260 43 40 Mohon Tunggu...

Ya tentu lebih nyaman yang baru. Selain tampilannya menarik, lodingnya lebih bertenaga. Namun demikian, menurut saya ada fitur-fitur yang perlu dipertimbangkan untuk dipertahankan dari Kompasiana lama.
Ini sekadar usul bukan saran atau pendapat, terlebih lagi memaksa. Lha wong penumpang gratis saja kok minta macem-macem.

Berikut 25 macam usulan saya:
  1. Dashboard.
  2. Friend.
  3. Inbox.
  4. Komentar.
  5. Postingan lama.
  6. Cover.
  7. Ilustrasi / Foto.
  8. Poin 8 hingga 25, masih dicari-cari usulannya.

DASHBOARD itu bagi saya sangat penting. Dari notifikasi yang ada di dashboard, kita bisa melihat apakah ada pesan dari teman atau Admin. Ada permintaan pertemenanan baru. Sharing & Connectingnya terasa sekali.

FRIEND atau teman itu sangat kita butuhkan. Lihat avatar dan motto saya : Mencari teman canda di dunia maya. Seribu teman sangat kurang. Satu lawan terlalu banyak. Makdarit (pinjem ya Mbah Mupeang) tolonglah Mas atau Mbak Admin FRIEND itu diaktifkan kembali.

INBOX, ada hubungannya dengan FRIEND tadi. Fitur INBOX bisa dijadikan sarana berinteraksi sesama Kompasianer dan dari Admin manakala memberikan “surat cinta” berupa teguran atau pemberitahuan sesuatu yang penting seperti ini misalnya.
Salah satu manfaat INBOX, misalnya kita memberi tahu pada teman kita bahwa pada tulisannya ada yang janggal atau salah ketik misalnya, bisa lewat INBOX , bukan di kolom komentar secara terbuka sehingga dibaca banyak orang.

KOMENTAR. Di kolom komentar Kompasiana lama ada opsi “like” (suka). Meskipun Kompasiana baru (seperti juga Kompasiana lama) ada juga opsi “balas” dan “hapus” tapi tidak ada opsi “like”. Sudah lebih dari empat ratus tulisan saya, saya belum (tidak) pernah satu kali saja menghapus komentar orang lain. Saya belum pernah menerima komentar seperti Mas ELDE...hehehehe. Kalau saya tidak suka komentarnya, ya hanya saya baca saja tidak saya beri balasan komentar. Sebaliknya, bila komentarnya normal-normal saja, saya klik gambar jempol (like)nya, itu berarti saya suka komentarnya.

POSTINGAN LAMA. Kenapa tulisan lama saya (mungkin teman juga) komentar dan votenya banyak yang hilang, apakah ini sementara dalam masa perawatan atau hilang permanen, wah betapa pedih dan sedihnya jika hilang permanen.

COVER. Nah ini yang saya suka dari Kompasiana versi baru. Cover bisa menjadi sarana kreasi dan rekreasi. Namun, ada usul sedikiiiiiiiitt saja kalau boleh, itu loh covernya itu mbok ndak usah dikasih gradasi warna hitam pada sepertiga bagian bawahnya. Mungkin maksudnya (kalo tidak salah), agar teks nama akun yang bersangkutan terlihat jelas atau kontras dengan backgroundnya. Bolehlah kalau itu alasannya, tapi Min, saya kan bilang cover bisa menjadi sarana kreasi (untuk menampilkan gambar atau foto-foto kreatif, seperti cover akun saya loh, hehehehehe pamer). Rekreasi atau hiburan, saya senang buka-buka akun teman-teman Kompasianer lainnya untuk dipandang-pandang (bukan cuci mata) sebagai hiburan. Jadi, sekali lagi, bila tidak menimbulkan masalah, tolong gradasi warna hitam pada cover akun itu dihilangkan, biar gambarnya utuh gitu loh.

 

 

[caption caption="Sepertiga bagian bawah menjadi gelap"]

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN