Digital Pilihan

Apa yang Bisa Dilakukan Big Data untuk Lingkungan?

9 Oktober 2018   12:36 Diperbarui: 9 Oktober 2018   13:53 446 0 0
Apa yang Bisa Dilakukan Big Data untuk Lingkungan?
Sumber foto: techonloop.com

Hari ini, kita hidup di dunia di mana semua hal di sekeliling kita didorong dan dipengaruhi oleh big data. Seiring pengumpulan data semakin canggih, begitu pun dengan kemampuan kita untuk memahami jumlah data yang banyak sekaligus. 

Dunia korporat dapat menggunakan big data untuk memahami dampak lingkungan dari kegiatan operasional mereka serta mengoptimalisasi penggunaan sumber daya yang mereka miliki dengan lebih baik.

Satu masalah 'dunia sebenarnya' adalah diaplikasikan analitik big data saat ini adalah keberlangsungan lingkungan. Perubahan iklim sedang terjadi dan tidak ada yang bisa menyanggahnya. 

Pimpinan-pimpinan dunia mendiskusikan perubahan iklim di hampir semua forum besar seiring masalah tersebut telah membesar menjadi masalah berskala dunia. Karena perubahan iklim mempengaruhi setiap negara.

Aktivitas manusia telah terbukti sebagai penyebab terbesar dari perubahan ini seiring emisi karbon dioksida yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Walaupun bagian besar dari perubahan iklim tidak dapat diputar balik, masih ada kemungkinan untuk mengontrol pemanasan global. Aplikasi big data bisa menjadi relevan untuk keberlanjutan lingkungan.

Memahami Dampak Lingkungan dan Optimalisasi Sumber Daya melalui Big Data 

Kegunaan big data terletak pada kemampuannya untuk membantu bisnis memahami dan bertindak atas dampak lingkungan yang sedang mereka hadapi. Potensi dampak big data pada keberlanjutan ada pada kekuatannya untuk memberikan gambaran jelas dari dampak lengkap kegiatan operasional mereka.

Pengaplikasian penting dari big data adalah menilai resiko lingkungan yang dihadapi dunia saat ini atau di masa depan. Kontribusi lain dari big data untuk dunia korporasi adalah kemampuannya untuk membantu optimalisasi penggunaan sumber daya. Peningkatan kecil dari efisiensi karena optimalisasi dapat menghasilkan penghematan besar bagi perusahaan.

Menuju Regulasi Lingkungan yang Lebih Baik
Big data juga dapat diintegrasikan dengan kebijakan pemerintah untuk memastikan regulasi lingkungan yang lebih baik. Pemerintah kini dapat mengimplementasikan teknologi terbaru dan mengadopsi pelaporan data kualitas lingkungan secara real-time. Data ini bisa digunakan untuk mengawasi emisi dari pabrik-pabrik atau fasilitas produksi berskala besar.

Indonesia memiliki ribuan pabrik yang menghasilkan berton-ton limbah dan polusi ke lingkungan setiap kegiatan produksinya. Menurut penelitian yang ditulis oleh Supraptini, untuk meningkatkan taraf hidup bangsa Indonesia perlu pertumbuhan ekonomi yang pesat dengan cara memajukan pembangunan. 

Salah satu unsur penting dalam pembangunan tersebut adalah pembangunan di bidang industri. Namun dalam kegiatan industri akan diikuti dengan dampak negatif limbah industri terhadap lingkungan hidup manusia. 

Limbah industri yang toksik akan memperburuk kondisi lingkungan dan akan meningkatkan penyakit pada manusia dan kerusakan pada komponen lingkungan lainnya.

Dari hasil penelitian diketahui bahwa limbah industri dapat menghasilkan bahan toksik terhadap lingkungannya. yang berdampak negatif terhadap manusia dan komponen lingkungan lainnya. 

Limbah cair industri paling sering menimbulkan masalah lingkungan seperti kematian ikan, keracunan pada manusia dan ternak, kematian plankton, akumulasi dalam daging ikan dan moluska, terutama bila limbah cair tersebut mengandung zat-zat yang beracun.

Limbah industri harus ditangani dengan baik dan serius oleh Pemerintah Daerah dimana wilayahnya terdapat industri. Pemerintah harus mengawasi pembuangan limbah industri dengan sungguh-sungguh. 

Pelaku industri harus melakukan cara-cara pencegahan pencemaran lingkungan dengan melaksanakan teknologi bersih, memasang alat pencegahan pencemaran, melakukan proses daur ulang dan yang terpenting harus melakukan pengolahan limbah industri guna menghilangkan bahan pencemaran atau paling tidak meminimalkan bahan pencemaran hingga batas yang diperbolehkan. 

Di samping itu perlu dilakukan penelitian atau kajian-kajian lebih banyak lagi mengenai dampak limbah industri yang spesifik (sesuai jenis industrinya) terhadap lingkungan serta mencari metoda atau teknologi tepat guna untuk pencegahan masalahnya.

Sayangnya, penggunaan big data untuk lingkungan masih belum digalakkan oleh pelaku industri padahal Indonesia memiliki piranti lunak analitik big data asli bernama Paques. Dengan mengangkat kemampuan self-service analytic, Paques bisa dioperasikan tidak hanya oleh ahli IT tetapi juga pelaku industri yang mengetahui bagaimana bisnis produksi berjalan sehingga limbah atau dampak buruk yang ditimbulkan pada lingkungan bisa diminimalisir.

Terus memonitor bagaimana berbagai operasional bisnis berdampak pada dunia dan lingkungan memberikan jalan baru dan inovatif untuk membawa keberlanjutan pada struktur organisasi. Big data secara aktif membantu menciptakan perubahan, memotong biaya dan mendorong profabilitas jangka panjang dalam dunia dengan sumber daya terbatas. Itulah tujuan nyata yang harus dipikirkan perusahaan, dan Paques bisa menyediakan cara untuk itu.