Mohon tunggu...
Ozy V.  Alandika
Ozy V. Alandika Mohon Tunggu... Pengajar, Pembelajar, Pencinta Tilawah

Seorang pemuda sederhana yang sedang mengabdi sebagai guru SD di Kepahiang. Saat ini masih menetap di Kota Curup (Bengkulu). Asli Tun Jang (Suku Rejang). Selalu menanam harapan walau kemarau panjang. Singgah ke: www.ozyalandika.com

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

Kompasianival 2020, Sebenarnya Aku Ingin Bertemu dengan Dia...

18 November 2020   20:39 Diperbarui: 20 November 2020   18:32 612 96 51 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kompasianival 2020, Sebenarnya Aku Ingin Bertemu dengan Dia...
ilustrasi: Suasana Kompasianival 2019. (Foto: Kompas.com/M. Zaenudin)

Kompasianival 2020 digelar secara daring? Yah!

Aku kecewa? Oh, tentu tidak. Kekecewaan hanyalah milik mereka yang mengharap. Maknanya, semakin tinggi menimba harapan, semakin banjirlah butir-butir keringat kekecewaan. Eh, aku juga sedikit mengharap, ya? Biarin, deh. Wkwkwk.

Namaku Ozy. Kebanyakan orang-orang yang mengenalku di dunia ini sering memanggilku dengan sebutan Oji.

Entah mengapa lidah mereka, susah sekali bilang Z. Bahkan, sukuku, suku Rejang lebih "parah" lagi. Lidah mereka serasa kelu untuk bilang Z. Jadi, menyesuaikan dengan logat Rejang, akhirnya aku dipanggil Osi. Hadeeh.

Sedikit berkisah tentang Knival, aku sejatinya tidak begitu paham secara mendalam tentang seperangkat kegiatan yang ada di dalamnya.

Terang saja, aku ini Kompasianer yang baru mendaftar di bulan Juli 2019. Mungkin masih unyu, masih imut, juga masih manis. Semanis gula aren hangat yang belum sempat tertuang di batok kepala. Hahaha

Pada kegiatan Kompasianival 2019 kemarin, aku rasanya hampir tidak mengerti apapun. Tapi, aku sempat ikut vote waktu itu. Seingatku, aku beri satu suara berhargaku ke fotonya Bang Syahrul, si pemuisi yang sedang sibuk bobok siang. Eh, maksudku sibuk skripsi.

Selebihnya, aku hanya ingat beberapa Kners yang merengkuh awards seperti Pak Agung Han, Bu Leya, Bang Yo, dan... Ah. Siapa lagi aku lupa. Waktu itu sebenarnya aku ingin sekali hadir sembari melihat seperti apa keseruannya. Sepertinya memang seru banget, kan? Pasti!

Maka dari itulah, perlahan demi perlahan menuju Kompasianival 2020, aku pun mulai menabung. Aku punya niat datang, berkunjung, serta bertemu dengan para penulis hebat sejagat raya yang berteduh di bawah payung Kompasiana. Ya. Semua Kompasianer itu hebat-hebat.

Aku menghitung berapa ongkos dari Curup (Bengkulu) -- Jakarta dari pergi, kemudian pulang. Rasanya uang Rp5juta itu sudah pas-pasan. Syahdan, aku berharap agar dapat K-rewards yang senilai dengan itu. Tapi? Enggak dapet, lalu aku kecewa. Hadeh, derita pengharap!

Dan di tahun ini, ternyata Knival 2020 gagal digelar secara tatap muka. Gara-gara markonah, eh, corona, Kompasianival 2020 hampir batal. Beruntung segenap mimin K masih sayang dan masyarakat Kners masih merindu. Akhirnya, digelarlah Kompasianival 2020 secara daring. 

"Karena kesehatan adalah fokus kita semua, maka Kompasianival 2020 akan digelar secara virtual pada 3-5 Desember 2020."

"Kompasianival 2020 yang bertema Mulai dari Kita ingin mengajak blogger dan netizen untuk melihat cara pandang yang tidak hanya berfokus pada menanti bantuan, lantas menuntut orang lain melakukan perubahan, tetapi memulainya dari diri sendiri dan komunitas di sekitarnya." Begitu kata mimin dalam artikel Kompasiana hari ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x