Mohon tunggu...
Ozy V.  Alandika
Ozy V. Alandika Mohon Tunggu... Pengajar, Pembelajar, Pencinta Tilawah

Selalu menanam harapan walau kemarau panjang. Singgah ke: www.ozyalandika.com

Selanjutnya

Tutup

Karir Artikel Utama

Benarkah Guru yang Belum Menikah Jauh "Lebih Gesit"?

4 Agustus 2020   13:22 Diperbarui: 6 Agustus 2020   04:06 379 41 18 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Benarkah Guru yang Belum Menikah Jauh "Lebih Gesit"?
Ilustrasi Guru Muda dan Belum Menikah. Gambar oleh Andrea Piacquadio dari Pexels.

Selalu begitu?
Kadang-kadang Begitu?
Jarang begitu?
Atau, tidak benar begitu?

Duh, sampai harus melemparkan skala Likert untuk menjawab pertanyaan yang tertera pada judul tulisan ini. Tapi, tidak perlu sampai begitu lah, ya. Tapi lagi, kalaulah di suatu hari pertanyaan ini akan sampai kepada Anda, Anda akan jawab apa?

"Benarkah guru yang belum menikah lebih gesit daripada yang telah berkeluarga?"

Jika pertanyaan ini hinggap di kalangan guru-guru muda yang belum menikah, yang sering "dipuji-puji" oleh guru senior dengan kalimat "engkau anak muda, engkau lebih gesit" maka bisa jadi anggapan bahwa para pendidik muda lebih gesit itu benar adanya.

Secara, guru-guru senior barangkali sudah nyaman, sudah betah dengan keadaannya hari ini. Ruang kerja dan ruang kehidupannya sudah lebih luas bahkan lebih lebar dibandingkan guru-guru muda yang belum menikah.

Jika guru-guru muda masih mampu jalan-jalan setelah kerja, masih sering begadang dan nonton bola, maka jelaslah guru-guru senior langsung kalah telak. Mereka sangat jarang bisa keluyuran setelah kerja, apalagi sampai begadang dan nonton bola. Apa nanti kata keluarga?

Para guru yang sudah berkeluarga harus punya manajemen waktu dan tenaga yang luar biasa. Mereka tak bisa lagi bersikap seperti anak muda yang suka berleha-leha, apalagi sampai melakukan kegiatan yang tak terlalu berguna. Ngumpul-ngumpul dengan teman semasa kuliah, hari ini sudah tambah susah.

Guru-guru senior sudah berpikir tentang mau makan apa mereka esok pagi, bagaimana caranya mendapatkan uang lebih karena anak-anak mereka mau sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

Maka dari itulah, cukup wajar kiranya jika mereka para guru yang sudah berkeluarga ini suka memberikan cap "gesit" kepada guru-guru muda yang belum menikah.

Tapi, apakah anggapan ini selalu benar? Coba kita lemparkan pertanyaannya sekali lagi:

"Benarkah guru yang belum menikah lebih gesit daripada yang telah berkeluarga?"

Jika pertanyaan ini hinggap di kalangan guru-guru muda yang belum menikah, kemudian mereka sering melihat gerak-gerik para guru senior yang luar biasa hingga mau menjadikannya salah satu inspirasi kerja, maka bisa dipastikan bahwa kegesitan bukanlah milik mereka yang belum menikah saja.

Terang saja, tidak semua guru-guru yang berkeluarga cukup betah dengan karier mereka hari ini, tidak semua guru betah dengan "kenyamanan" posisi hari ini, serta tidak semua guru betah bila harus berlelet-lelet ria.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN