Mohon tunggu...
Ozy V.  Alandika
Ozy V. Alandika Mohon Tunggu... Pengajar, Pembelajar, Pencinta Tilawah

Seorang pemuda sederhana yang sedang mengabdi sebagai guru SD di Kepahiang. Saat ini masih menetap di Kota Curup (Bengkulu). Asli Tun Jang (Suku Rejang). Selalu menanam harapan walau kemarau panjang. Singgah ke: www.ozyalandika.com

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Kegelisahan Terjawab Sudah, Ternyata yang Dipermanenkan adalah Platform PJJ!

7 Juli 2020   14:24 Diperbarui: 7 Juli 2020   16:15 148 23 7 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kegelisahan Terjawab Sudah, Ternyata yang Dipermanenkan adalah Platform PJJ!
Adikku saat melakukan PJJ via TVRI. Foto: Ozy V. Alandika

Kemarin, tepatnya pada hari Senin (06/07/2020) Kemendikbud telah memberikan penjelasan bahwa pihaknya hanya akan mempermanenkan ketersediaan berbagai platform Pembelajaran Jarak Jauh, baik itu secara daring maupun luring.

Klarifikasi ini dijawab langsung oleh mantan stafsus Mas Nadiem yang kini menjabat sebagai Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Siapakah dia? Siapa lagi kalau bukan Iwan Syahril.

Dalam kegiatan bincang sore secara virtual, beliau mengungkapkan bahwa PJJ hanya akan dilakukan pada satuan pendidikan di zona kuning, orange, serta merah, dan tidak akan permanen.

"Yang akan permanen adalah tersedianya berbagai platform PJJ, termasuk yang bersifat daring dan luring seperti Rumah Belajar, yang akan terus dilangsungkan guna mendukung siswa dan guru dalam proses belajar mengajar," jelas Iwan pada Bincang Sore secara virtual, di Jakarta, pada Senin (06/07/2020).

Lebih lanjut, Iwan juga menambahkan bahwasannya hybrid model yang sempat disampaikan oleh Mas Nadiem beberapa waktu yang lalu adalah cara alias strategi memanfatkan berbagai plafform pendidikan yang berbasis teknologi.

Secara, hybrid model alias model pembelajaran kombinasi--dalam hal ini daring dan luring--akan mendukung kegiatan pembelajaran yang lebih maksimal dan lebih efektif.

Sebenarnya pembelajaran tatap muka adalah kegiatan yang paling efektif dalam menggelar kegiatan belajar-mengajar. Tapi karena keamanan dan keselamatan anak didik adalah prioritas, maka PJJ adalah solusi terbaik saat ini.

Dari sini, berarti terjawab sudah kegelisahan dan keresahan sebagai imbas dari pernyataan dari Mas Nadiem dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR pada 4 hari sebelumnya.

Waktu itu Mas Nadiem sempat memberikan pernyataan bahwa seusai pandemi, pembelajaran jarak jauh akan menjadi permanen. PJJ-nya bukan sekadar pure saja, tapi hybrid model sebagai perwujudan dari adaptasi teknologi.

Agaknya tidak sedikit publik yang terkecoh dengan pernyataan Mas Nadiem ini, termasuklah para pengamat pendidikan, Tina Toon selaku anggota DPR, para guru, orangtua murid, dan juga saya sendiri.

Bagaimana tidak, diksi yang dipilih oleh Mas Nadiem sebelumnya adalah "PJJ akan menjadi permanen." Dan berbarengan dengan itu, ditambah pula istilah campur-aduk bahasa seperti "bukan PJJ pure saja" dan "hybrid model."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN