Mohon tunggu...
Ozy V.  Alandika
Ozy V. Alandika Mohon Tunggu... Pengajar, Pembelajar, Pecinta Tilawah

Selalu menanam harapan walau kemarau panjang.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Guru Honorer Ingin Berkibar

17 Agustus 2019   21:27 Diperbarui: 17 Agustus 2019   21:28 0 6 3 Mohon Tunggu...
Guru Honorer Ingin Berkibar
Guru Setelah Upacara HUT RI di Kantor Camat Bengkulu Selatan.  Gambar dari Seni Mellani.

Tulisan ini agaknya bisa mewakili perasaan para Guru Honorer yang masih aktif dan semangat dalam mengajar. Guru dengan gaji seadanya, yang hampir setiap hari datang lebih awal ke sekolah. Guru dengan semangat 45 yang begitu ikhlas menyebarkan ilmu dan membantu kesusahan siswa. Guru yang senantia sanggup untuk Takzim dan membantu para PNS yang mungkin sudah "lelah" mengajar.

Menjadi guru honorer di bawah umur 30 tahun sungguh energik. Terang saja, inilah masa-masa darah muda yang begitu bergelora. Darinya muncul begitu banyak kreativitas dan inovasi. Baik itu metode mengajar, kelengkapan administrasi guru, hingga pemanfaat media pembelajaran berbasis teknologi revolusi 4.0 mereka bisa.

Ketakukan mereka dipecat oleh kepala sekolah rasanya lebih besar daripada ketakutan para guru  PNS dipecat oleh Presiden. Karenanya, Guru Honorer terlihat lebih rajin dalam mengabdi di sekolah. Anda langsung menilai ini "cari muka" atau "pencitraan"? Sekali, dua kali, bahkan 3 kali, okelah silahkan memandang seperti itu. Tapi bagaimana jika sudah bertahun-tahun bahkan berpuluh tahun? Jelas, itu adalah bentuk pengabdian murni yang  bersanding dengan senyum keikhlasan.

Kapan Guru Honorer Diangkat?

Bagi guru honorer, selagi belum menyentuh umur 35 tahun mereka masih aman karena punya peluang menjadi PNS maupun PPPK melalui tes. Pemikiran dan daya ingat mereka pun masih terang, karena jiwa masih muda, otak masih segar, dan hafalan kuliah masih banyak. Tak salah jika banyak guru-guru honorer yang semangat ikut Seminar, Diklat, Workshop, dan pelatihan.

Dari keaktifan mereka mengikuti kegiatan-kegiatan pendidikan, tampak jelas bahwa certificated oriented bukanlah prinsip mereka. Dasar mereka mengikutinya adalah pengalaman dan tambah wawasan. Semoga para Guru PNS juga demikian.

Lalu bagaimana dengan guru honorer dengan umur diatas 35 tahun? Masihkah mereka rajin, ulet, dan energik? Saya jawab dengan lantang, Masih!. Biarpun harapan mereka akan PNS sudah pudar mereka tetap semangat. Biarpun mereka sudah bersuami, beristri, hingga punya anak, mereka tetap rajin dan ulet. Lagi-lagi, semoga para Guru PNS juga demikian.

Belum lagi mereka juga berjuang menguasai teknologi. Mereka di tuntut untuk tidak gaptek, walau umur mereka sudah menjelang gaptek. Jika PNS, gaptek mungkin beberapa kali tak masalah, toh mereka bisa minta tolong kepada Guru Honorer untuk membantunya. Sungguh, mereka para Guru Honorer ingin pula berkibar layaknya bendera merah putih. Mereka pula ingin punya NIP layaknya PNS.

Guru Honorer Ingin Sejahtera

Menurut Anda, berapa gaji para Guru Honorer saat ini? Dari antaranews.com, Mendikbud menyatakan bahwa gaji Guru Honorer saat ini hanya berkisar antara Rp. 300.000-500.000. Hmmm. Kalau itu gaji Guru Honorer di kota-kota besar iya segitu, tapi yang dipinggiran dan pelosok?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x