Mohon tunggu...
Ozy V.  Alandika
Ozy V. Alandika Mohon Tunggu... Pengajar dan Pembelajar

Selalu menanam harapan walau kemarau panjang.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Besok Sekolah, Perangkat Guru Sudah Siap?

14 Juli 2019   10:08 Diperbarui: 14 Juli 2019   10:32 0 0 0 Mohon Tunggu...
Besok Sekolah, Perangkat Guru Sudah Siap?
Perangkat pembelajaran (Edited by @OzzyAlandikzz)

Yang masih mudik, ayo segera pulang. Yang masih sibuk traveling, shopping, dan bisnis bergegaslah. Karena besok kita sekolah. Yang punya anak dan besok anaknya sekolah siapkanlah bukunya, setrika kan bajunya. Jika sudah sempit belikanlah yang baru, jika masih layak pakai rapikanlah, beri sedikit wewangian agar sejuk dipakai anak. 

Yang belum punya anak, siapkan baju kerjanya, name tagnya, spidolnya, pensil dan penghapusnya, serta buku pembelajarannya. Yang pergi sekolah dengan kendaraan, servislah motor/mobil atau sepedanya. Jika bannya sudah botak maka gantilah. Jika sudah terlalu kotor maka steam kanlah. Kita sambut hari perdana sekolah, setelah libur panjang.

Euforia sekolah bukan hanya dimiliki oleh para siswa saja, melainkan guru. Jika siswa sudah bersiap dengan tas baru, baju baru, dasi baru, sepatu baru, buku baru, dan semangat baru untuk menyambut hari perdana sekolah maka guru sibuk untuk menyiapkan kebutuhan anak (jika ada) dan yang paling urgen adalah perangkat pembelajaran.

Perangkat pembelajaran adalah salah satu administrasi pembelajaran yang mesti dimiliki guru profesional, yang diwakili oleh kompetensi pedagogik. Seperti yang kita ketahui bahwa guru profesional mesti memiliki 4 kompetensi utama, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional.

Kompetensi pedagogik, yaitu kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Kompetensi kepribadian, yaitu kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. 

Kompetensi sosial, yaitu kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat luas. Kompetensi profesional, yaitu kemampuan guru dalam penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan.( Fathorrohman, Jurnal Akademika: 2017 :2)

Dengan memenuhi dan mempersiapkan perangkat pembelajaran, guru seakan-akan sudah siap perang. Mengajar dalam 1 semester bukanlah sesuatu yang mudah. Jadi, jangan semata-mata menganggap pekerjaan guru itu mudah. Hari-hari mendekati masa tahun ajaran baru adalah hari tersibuk bagi guru. Terang saja, guru harus menyiapkan Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Program Semester, Program Tahunan, Materi Pembelajarn, Evaluasi Pembelajaran, Hingga Feedback pembelajaran. Belum lagi harus memilih strategi, model, pendekatan, metode, serta langkah-langkah pembelajaran yang efektif, efisien, membuat siswa aktif, dan menyenangkan. Dan itu dilakukan pada setiap semester atau setiap tahun ajaran baru.

Belum selesai disana. Perangkat pembelajaran yang telah disiapkan dan dibuat oleh guru, pada masa minggu awal semester baru akan mengalami banyak perombakan.  Melalui MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran), atau KKG (Kelompok Kerja Guru)  para guru bidang mata pelajaran akan berkumpul, rapat secara rutin untuk membahas fenomena-fenomena yang terkait dengan pembelajaran.

Jadi guru juga manusia yang super sibuk. Disamping kesibukan mengajar disekolah, guru juga bertanggung jawab secara administratif menyangkut perkembangan siswa disekolah. Guru mesti memahami karakteristik siswa, menyelesaikan permasalahan belajar siswa, menyusun alokasi waktu, KKM,  memilih metode yang tepat agar materi dapat tercapai secara utuh ke siswa, membenahi akhlak siswa, hingga membiasakan perilaku disiplin kepada siswa.

Tugas guru tampak berat karena merupakan cita-cita negara. Yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, membentuk siswa yang beriman, bertakwa, berakhlak, kreatif, inovatif, dan tentunya berkarakter. Jangan pernah kita memandang guru itu rendah, karena pekerjaannya yang begitu mulia. Presiden, ustadz, bupati, gubernur, bahkan raja pun belajar dari guru. Maka dari itu banggalah kita saat menjadi guru, dan ta'zimlah kita ketika menjadi siswa.

Salam