Mohon tunggu...
Yulius Roma Patandean
Yulius Roma Patandean Mohon Tunggu... Guru - English Teacher (I am proud to be an educator)

Guru dan Penulis Buku dari kampung di perbatasan Kabupaten Tana Toraja-Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Menyukai informasi seputar olahraga, perjalanan, pertanian, kuliner, budaya dan teknologi.

Selanjutnya

Tutup

Halo Lokal Artikel Utama

Peringatan Dini Petani Sayur dan Palawija di Daerah

4 Desember 2023   11:44 Diperbarui: 5 Desember 2023   07:05 780
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pemandangan lahan kebun bawang merah, daun bawang dan kol di perkampungan kabupaten Enrekang. (Sumber: dok. pribadi)

Komoditi sayur-sayuran dan palawija adalah salah satu produk unggulan petani di Indonesia. Setiap provinsi memiliki kabupaten-kabupaten penyuplai hasil sayuran dan palawija ke tingkat nasional. 

Kembang kol, tomat, cabe, sawi, buncis, kacang merah, daun bawang, bawang merah, jagung, wortel, seledri, ubi jalar, kacang tanah, kacang kedelai dan kentang adalah beberapa komoditi yang populer dibudidayakan di daerah. Kebutuhan akan sayuran selalu meningkat setiap tahun. Terutama pada bulan-bulan tertentu ketika ada hari raya besar keagamaan.

Berbeda dengan petani-petani sayur dan palawija yang sudah memiliki kemampuan dan skill mumpuni di pulau Jawa, para petani di daerah, khususnya di Kabupaten Tana Toraja belum semua memiliki kemampuan yang sebenarnya dalam bertani. 

Meskipun memang sudah ada beberapa yang terlatih. Sebagian besar bertani sayur dan palawija karena turut ramai atau ikut-ikutan.

Godaan finansial dan kesejahteraan yang nampak dari petani lokal memicu tergodanya warga lain untuk mencoba peruntungan. Topangan ekonomi sebagai dampak dari kegiatan bertani sayur dan palawija makin meningkatkan pula pembukaan kebun-kebun dan lahan baru. 

Pembukaan lahan tanam baru tanpa kontrol kelestarian lingkungan pada akhirnya menimbulkan dampak negatif. Selain pembukaan lahan baru, proses perawatan sayuran dan palawija juga menyuplai gangguan kelestarian lingkungan. Di sinilah warning dini lingkungan kepada para petani sayur dan palawija untuk berhati-hati, bijak dan profesional dalam menjalankan aktifitasnya. 

Di bagian selatan kabupaten Tana Toraja yang berbatasan dengan kabupaten Enrekang, terdapat dua kecamatan yang banyak warganya bekerja sebagai petani sayur dan palawija. 

Kedua kecamatan adalah Gandangbatu Sillanan dan Rano. Pemicu mereka bertani adalah karena berbatasan langsung dengan kecamatan Masalle, Alla dan Baroko di Kabupaten Enrekang yang mana hampir semua warganya adalah petani sayur. Namun ada perbedaan topografi kecamatan penghasil sayur di Enrekang dan Tana Toraja. 

Kabupaten Enrekang lebih landai dan didominasi bebatuan. Sehingga kebun-kebun sayur di sana lebih banyak diakutkan tanah. Berbeda dengan yang ada di wilayah Tana Toraja, meskipun ada yang landai tetapi tidak didominasi oleh bebatuan. Dominan tanah hitam kecoklatan.

Penebangan Pohon

Pada dua lembang/desa di kecamatan Rano yang berbatasan langsung dengan kabupaten Enrekang, topografi wilayahnya berupa pegunungan terjal, tanah coklat kehitaman dan tak berbatu. Penebangan pepohonan adalah kegiatan pertama yang dilakukan warga untuk membuka lahan tanam baru. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Mohon tunggu...

Lihat Konten Halo Lokal Selengkapnya
Lihat Halo Lokal Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun