Mohon tunggu...
Mas Wahyu
Mas Wahyu Mohon Tunggu...

Kesabaran itu ternyata tak boleh berbatas

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Gunung Sangiang di NTB Meletus

31 Mei 2014   01:30 Diperbarui: 23 Juni 2015   21:55 733 4 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Gunung Sangiang di NTB Meletus
140144914730529747

[caption id="attachment_326502" align="aligncenter" width="661" caption="Asap Membumbung Gunung Sangiang Meletus"][/caption]

Sumber Gambar

Di tengah hiruk pikuk kampanye dua pasang capres-cawapres Indonesia gunung Sangiang meletus. Gunung yang menjadi tujuan wisata di Desa Sangiang Pulo, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) meletus Jumat (30/5/2014) pukul 15.55 WITA. Letusan apinya membumbung mencapai 3.000 meter dan mengalir ke arah timur ke daerah Flores. Demikian detik.com dan merdeka.com memberitakan hari ini.

Gunung Sangiang merupakan gunung berapi aktif bertipe strato yang termasuk dalam kawasan konservasi. Gunung yang memiliki ketinggian sekitar 1986 m dpl ini memiliki pemandangan yang sangat menakjubkan di atas puncaknya.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) M Hendrasto saat dihubungi detikcom, Jumat (30/5/2014 mengungkapkan lokasi Gunung Sangiang merupakan pulau gunung api. Warga biasanya menggunakan kawasan tersebut sebagai tempat berladang bukan sebagai tempat hunian.

"Di pulau itu tidak ada penduduknya, yang ada orang yang berkebun," ucap Hendrasto.

Saat ini status gunung berada pada level siaga. Warga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sana hingga kondisi dinyatakan aman.

Gunung Sangiang yang pernah meletus tahun 1987 itu terletak di sebuah pulau yang terpisah dengan daratan Pulau Sumbawa dan berada di sebelah timur laut Pulau Sumbawa, tepatnya terletak di Pulau Sangiang. Secara administratif Gunung Sangiang berada di Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Untuk menuju Pulau Sangiang sebelum mendaki gunung ini anda harus menyebrang menggunakkan perahu motor selama 2 jam dari Sangiang darat.

Konon legenda gunung yang menjadi tujuan wisata di NTB ini berasal dari kapal milik dua saudagar bernama Safiri Gadi dan Safiri Sango. Kedua saudara ini membawa kapal penuh garam dari arah berlawanan dan bertabrakan di laut sehingga garam tumpah di laut dan menjadikan laut berasa asin. Akibat tabrakan ini kedua ABK kedua kapal ini bertempur dan mayatnya berubah menjadi babi dan rusa. Melihat seluruh ABK-nya mati, Safiri Gadi dan Safiri Sango menghentikan peperangan. Safiri Sango tergelitik menanyakan siapakah gerangan orang yang dihadapinya itu.

Selidik punya selidik ternyata mereka menyadari bahwa keduanya adalah bersaudara.

Belasan tahun ke belakang sebelum pertemuan itu, ada sebuah kerajaan yang diperintah oleh seorang raja yang lalim. Entah kenapa Raja itu memberikan perintah untuk membunuh semua anak laki-laki yang ada di wilayah kerajaan. Perintah itu didengar oleh sepasang suami istri yang memiliki dua bayi laki-laki. Mereka khawatir dan gelisah memikirkan keselamatan kedua bayinya. Sampai pada akhirnya mereka memutuskan untuk meninggalkan kerajaan. Di sebuah pantai suami-istri tersebut terpisah. Sang ayah ke arah timur dengan anaknya, sedangkan anak satunya dibawa ibunya ke arah barat. Kedua anak itu dibekali setengah butir kelapa dengan maksud agar suatu saat mereka dapat saling mengenal ketika berjumpa.

Pada suatu ketika ayah dan ibu mereka menceritakan kisah hidup mereka yang terpisah. Keduanya segera mencari dimana saudara mereka. Hingga pada suatu waktu mereka berjumpa dalam peperangan. Usai perang, keduanya baru menyadari bahwa mereka bersaudara setelah setengah butir kelapa milik mereka disatukan kembali. Setelah kejadian itu, hewan-hewan ABK mereka hidup kembali dan dua kapal mereka berubah menjadi gunung yang ada di Pulau Sangiang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN