Mohon tunggu...
Rokhman
Rokhman Mohon Tunggu... Guru - Menulis, menulis, dan menulis

Guru SD di Negeri Atas Awan

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Jejak Digital Guru Penggerak

12 November 2022   10:37 Diperbarui: 12 November 2022   10:45 153
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi : sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id

Pendidikan Guru Penggerak ditempuh dalam waktu yang relative panjang. Dalam beberapa bulan Calon Guru Penggerak (CGP) akan didampingi fasilitator, instruktur, dan pengajar praktik. Pada setiap tahapan CGP akan mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran baik dari pembelajaran daring, lokakarya, maupun pendampingan individu.

Seluruh hasil proses belajar tersebut sudah terintegrasi dalam sebuah system pembelajaran melalui Learning Management System (LMS). Namun demikian akses untuk membuka LMS terbatas, baik pada penggunanya maupun jangka waktunya.

Untk itu dibutuhkan media sebagai sarana pendokumentasian produk-produk terbaik yang dihasilkan oleh setiap CGP agar dapat diakses dalam jangka waktu yang panjang bahkan setelah nantinya LMS sudah dihentikan. Media pendokumentasian itu disebut portofolio digital. Selanjutnya jejak digital para CGP ini bisa dimanfaatkan para pemangku kepentingan terkait.

Namun demikian para CGP juga bisa mengabadikan jejak digitalnya lewat tulisan di media daring. Maka, kemampuan untuk menulis juga sangat dibutuh para CGP. Namun kemampuan menulis itu tidak datang secara tiba-tiba. Butuh proses. Nah, untuk mengasah keterampilan menulis, ada baiknya beberapa kiat berikut bisa dicoba:

Pertama, tingkatkan kepedulian pada sesama. Manusia adalah makhluk sosial. Oleh karena itu, manusia selalu mempunyai keinginan untuk bergaul dengan orang lain dan lingkungan sekitar. 

Dari proses interaksi inilah banyak hal yang bisa diangkat menjadi bahan tulisan. Selama proses pendidikan guru penggerak banyak sekali informasi dan pengetahuan baru yang bisa dijadikan artikel, opini, atau bentuk karya tulis lainnya.

Kedua, tingkatkan kegemaran dan kebiasaan membaca. Kegiatan menulis tidak bisa dilepaskan dan kebiasaan membaca. Agar bisa produktif dalam menulis perlu dibarengi dengan kebiasaan membaca. Membaca dan menulis bak dua sisi mata uang. Tidak bisa dipisahkan.

Ketiga, giat berlatih. Jika kedua hal di atas sudah dijalankan, maka syarat ketiga ini tidak bisa disepelekan. Keterampilan menulis tidak jatuh dari langit tetapi perlu diusahakan. Caranya dengan giat berlatih.

Lantas bagaimana cara melatih diri untuk menulis?

Caranya, biasakan untuk menulis segala pengalaman sehari-hari. Selama mengikuti pendidikan guru penggerak pasti banyak pengalaman yang bisa diceritakan. Jika belum bisa menyusun tulisan secara lengkap mungkin dicatat dahulu poin-poin yang penting dalam buku harian.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun