Mohon tunggu...
Olvia Nursaadah
Olvia Nursaadah Mohon Tunggu... Lainnya - Writer

Meneliti, Mengabdi, Mengajar. Hobi: Nonton badminton, sepak bola, voly, baca, dan nulis apapun itu.

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Mengenal Gejala Separation Anxiety Disorder pada Anak dan Penyebabnya

6 November 2023   15:58 Diperbarui: 6 November 2023   16:03 69
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Apakah Anda pernah mendengar Separation Anxiety Disorder?

Separation Anxiety adalah kondisi atau perasaan takut jika harus dipisahkan dari seseorang yang ia sayangi atau sesuatu yang ia sayangi.

Separation Anxiety umumnya normal dialami oleh anak-anak usia antara 8 -- 12 bulan, karena merupakan bagian dari proses perkembangan. Separation Anxiety biasanya akan menghilang saat anak menginjak usia 2 tahun.

Apabila setelah usia 2 tahun dan bahkan sudah memasuki masa pre-school anak masih mengalami ketakutan berpisah dengan orang tua, kemungkinan anak mengalami Separation Anxiety Disorder. Hasil riset menemukan bahwa 3 -- 4% anak mengalami Separation Anxiety Disorder.

Seorang anak dapat didiganosa mengalami Separation Anxiety Disorder setidaknya harus mengalami gejala-gejala Separation Anxiety Disorder selama 4 pekan. Anak yang mengalami Separation Anxiety Disorder khawatir dan ketakutan saat berpisah dari rumah, orang tua, atau keluarga yang tidak sesuai dengan usianya.

Gejala Separation Anxiety Disorder

Orang tua perlu mengenali gejala-gejala dari Separation Anxiety Disorder untuk bisa mendeteksi dini dan menangani secepat mungkin. Adapun gejala dari Separation Anxiety Disorder pada anak adalah sebagai berikut:

  • Anak susah untuk lepas dari kedua orang tua atau salah satunya.
  • Menangis atau tantrum secara berlebihan dan dalam tempo lama.
  • Menolak melakukan aktivitas yang mengharuskan berjauhan dari orang tua.
  • Gejalan fisik seperti sakit kepala, mual, muntah, dan sakit tenggorokan.
  • Emosi anak yang meledak-ledak dan sulit dikendalikan.
  • Menolak untuk pergi sekolah atau mau pergi ke sekolah tetapi harus ditemani oleh orang tuanya.
  • Sulit berinteraksi dengan teman-teman sebaya karena takut jika harus jauh dari orang tua.
  • Menolak untuk tidur sendiri.
  • Sering mimpi buruk.

Penyebab Separation Anxiety Disorder

Separation anxiety disorder tidak terjadi begitu saja melainkan ada penyebab yang menjadi pemicunya. Berikut beberapa faktor yang bisa menyebabkan separation anxiety disorder pada anak:

  • Orang tua terlalu protektif kepada anak, anak-anak dengan orang tua protektif akan lebih mudah mengalami separation anxiety disorder.
  • Anak stress karena kondisi tertentu.
  • Perubahan yang terjadi pada lingkungan seperti pindah sekolah atau pindah rumah.
  • Pernah mengalami peristiwa traumatis seperti kematian orang yang disayangi, kematian hewan peliharaan, atau peristiwa traumatis saat jauh dari orang tua.
  • Memiliki riwayat gangguan kecemasan seperti gangguan kecemasan sosial.

Perlu diketahui bahwa Separation anxiety disorder juga bisa terjadi hingga anak berusia remaja bahkan dewasa apabila tidak mendapatkan penanganan serius. Bila anak Anda mengalami gejala-gejala diatas yang terjadi secara berulang segera tindak lanjuti oleh ahlinya.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun