Olive Bendon
Olive Bendon Travel Blogger

penikmat alam ciptaan Tuhan, senang berjalan kaki & menyesap senyap saat mutar-mutar di kuburan tua. menitipkan jejak di Olive's Journey dan Perempuan Keumala

Selanjutnya

Tutup

Regional Pilihan

Memangkas Macet dengan Kereta Bandara

14 Januari 2018   07:46 Diperbarui: 14 Januari 2018   10:16 459 0 0
Memangkas Macet dengan Kereta Bandara
Stasiun KA Soekarno Hatta (dok. koleksi pribadi)

Mengawali 2018, warga Jakarta boleh bangga memiliki moda transportasi publik baru untuk bepergian ke/dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta (SHIA), Kereta Api (KA) Sokarno Hatta. Dengan KA Soekarno Hatta pejalan yang tiba di SHIA memiliki tambahan pilihan transportasi untuk beranjak ke Jakarta. 

Sepulang mudik, saya pun memutuskan untuk  menjajal kereta api dari SHIA. Untuk bisa naik KA Soekarno Hatta, tentu saja calon penumpang harus pergi ke stasiun Bandara Soekarno Hatta yang ada di luar terminal. Caranya, naiklah Skytrain atau Kalayang dari terminal kedatangan ke stasiun kereta.

Di terminal 1 dan 2 stasiun Kalayang berada di luar terminal, sedang di   terminal 3 berada di lantai 2. Saya turun di terminal tedatangan 1C. Di   terminal 1, stasiun Kalayang berada di seberang terminal keberangkatan  1B. Karena petunjuk arahnya tak banyak -- seingat saya hanya ada di  pintu  keluar terminal, itupun cuma disuruh jalan luruuussss --  patokannya  ikuti saja petunjuk ke ATM Center. Jika kamu telah menemukan  jejeran ATM  di bawah tangga, menyeberanglah ke gedung di depan. Jadi,  kalau kamu  sedang dikejar waktu, sebaiknya berjalanlah cepat -- cepat  karena  jaraknya lumayan bikin gempor bagi yang tak terbiasa berjalan  sedikit  jauh.

Petunjuk ke Stasiun Kalayang di pintu keluar Terminal 1C (dok. koleksi pribadi)
Petunjuk ke Stasiun Kalayang di pintu keluar Terminal 1C (dok. koleksi pribadi)

Kala yang sudah terlebih dahulu beroperasi di SHIA sebagai moda  transportasi penghubung antar terminal di SHIA pada 17 September 2017.  Kehadirannya memudahkan pejalan yang harus berganti pesawat di lain  terminal atau punya janji pertemuan di terminal yang lain karena tak  lagi hanya mengandalkan taksi atau shuttle bus untuk bergerak  dari terminal kedatangan ke terminal keberangkatan berikutnya. 

Berbeda  dengan terminal yang petunjuknya agak minim, di dalam stasiun Kalayang  informasi yang disediakan cukup jelas. Kalaupun masih ingin memastikan  tak tersasar atau sekadar iseng seperti saya bertanya soal tarif, ada  mas -- mas satuan pengamanan yang dengan senang hati akan memberi jawab  sembari melempar senyum. Tak ada tarif yang dikenakan untuk menumpang  Kalayang dari satu terminal ke terminal lain atau ke stasiun KA Soekarno  Hatta alias GRATIS!! Karena hendak meneruskan perjalanan dengan kereta  api, saya turun di perhentian pertama, di Stasiun KA SHIA.

Ruang tunggu Stasiun Kalayang Terminal 1 SHIA (dok. koleksi pribadi)
Ruang tunggu Stasiun Kalayang Terminal 1 SHIA (dok. koleksi pribadi)

Penumpang turun dari KA Soekarno Hatta di Stasiun BNI City (dok. koleksi pribadi)
Penumpang turun dari KA Soekarno Hatta di Stasiun BNI City (dok. koleksi pribadi)

Bagi yang ingin mencoba naik kereta api  dari/ke bandara SHIA, berikut 5 (lima) tips menggunakan moda  transportasi KA Bandara Soekarno Hatta:

Cek Jadwal Penerbangan
Sebelum beranjak ke stasiun kereta api, ada baiknya untuk kembali  mengecek jadwal penerbangan yang ada di tiket penerbangan. Hal ini untuk  mengukur dan mengatur waktu keberangkatan dari rumah ke stasiun dan  waktu perjalanan dari stasiun ke SHIA.

Cek Stasiun dan Jadwal Keberangkatan Kereta
KA Soekarno Hatta direncanakan akan menghubungkan Jakarta dengan  Soekarno Hatta melalui rute Stasiun Manggarai -- Sudirman Baru -- Duri --  Batu Ceper -- Soekarno Hatta (dan sebaliknya). Namun untuk saat ini,  pengoperasian KA Soekarno Hatta belum maksimal karena beberapa stasiun  masih dalam tahap konstruksi. Sehingga saat ini, penumpang KA Soekarno  Hatta pun baru bisa naik/turun di stasiun BNI City atau Sudirman Baru  dan Batu Ceper.

Rute KA Soekarno Hatta (dok. PT Railink)
Rute KA Soekarno Hatta (dok. PT Railink)

Jadwal KA Soekarno Hatta (dok. PT Railink)
Jadwal KA Soekarno Hatta (dok. PT Railink)

Sebelum membeli tiket, sebaiknya cek terlebih dahulu jadwal keberangkatan kereta agar tak membuatmu terburu --  buru ke stasiun.

Miliki Tiket
Sejak diresmikan oleh Presiden RI, Joko Widodo pada 2 Januari 2018 lalu,  setiap calon penumpang yang akan menggunakan kereta api dari/ke SHIA  dikenakan tarif Rp 70.000/penumpang. Tiket KA Soekarno Hatta dapat  dibeli lewat 3 cara: secara daring di website PT Railink, melalui aplikasi Railing di telepon seluler, atau lewat vending machine (mesin tiket) yang tersedia di setiap stasiun keberangkatan.

Jika bingung, jangan segan meminta bantuan petugas memesan tiket di mesin tiket (dok. koleksi pribadi)
Jika bingung, jangan segan meminta bantuan petugas memesan tiket di mesin tiket (dok. koleksi pribadi)

Perlu diingat:

  • Pembelian tiket kereta di mesin tiket hanya melayani pembayaran dengan menggunakan kartu debit, kredit, dan uang elektronik.
  • Tiket jangan sampai hilang karena berfungsi sebagai tanda untuk masuk dan keluar dari stasiun kereta api

Tiket KA Soekarno Hatta tujuan Stasiun Sudirman Baru (dok. koleksi pribadi)
Tiket KA Soekarno Hatta tujuan Stasiun Sudirman Baru (dok. koleksi pribadi)

Nikmati Fasilitas di Ruang Tunggu Stasiun

Jika kamu memiliki waktu lebih lama entah masih menunggu seseorang atau  memang jadwal perjalananmu santai -- santai saja, manfaatkanlah waktu  tunggumu dengan menikmati fasilitas yang tersedia di ruang tunggu  stasiun. Kamu bisa berjalan -- jalan di sekitar stasiun sembari  meluruskan kaki, atau duduk -- duduk menikmati bekal dari rumah atau  membeli kudapan di gerai -- gerai makanan yang mulai bermunculan di  stasiun.

Ruang tunggu di Stasiun Sudirman Baru (dok. koleksi pribadi)
Ruang tunggu di Stasiun Sudirman Baru (dok. koleksi pribadi)

Nikmati Fasilitas di Kereta
Selama perjalanan ke/dari SHIA penumpang dapat menikmati fasilitas yang  tersedia di dalam kereta seperti bangku prioritas khusus untuk  penyandang disabilitas, kenyamanan di dalam ruang berpendingan, hiburan  yang disajikan lewat layar TV LED hiburan, toilet jika kebelet, serta charging port untuk kamu yang tak bisa lepas dari gawai. Agar tak mengganggu  kenyamanan duduk, tersedia tempat penyimpanan bagasi di belakang dan di  atas tempat duduk.

Ruang gerbong KA Soekarno Hatta (dok. koleksi pribadi)
Ruang gerbong KA Soekarno Hatta (dok. koleksi pribadi)

Fasilitas di dalam KA Soekarno Hatta (dok. koleksi pribadi)
Fasilitas di dalam KA Soekarno Hatta (dok. koleksi pribadi)

Setelah menempuh perjalanan 55 menit dari  SHIA, saya turun di perhentian terakhir di Stasiun BNI City atau  Sudirman Baru dan meneruskan perjalanan ke rumah dengan Bluebird yang  tersedia di depan pintu keluar stasiun. Selain taksi, tersedia pula feeder busway yang harus menunggu lebih lama sebelum beranjak dari tempatnya parkir.

KA Soekarno Hatta dapat menjadi  alternatif transportasi bagi pejalan yang tak ingin membuang waktu  berlama -- lama di jalan karena terhambat macet. Meski ke depan, turun  dari KA Soekarno Hatta pejalan bisa terkoneksi dengan moda transportasi  publik lain seperti Commuter Line, TransJakarta, MRT dan LRT; kamu tetap  harus menghitung waktu perjalananmu terlebih jika rumahmu jauh dari  stasiun keberangkatan, saleum [oli3ve].