Mohon tunggu...
AC Oktavia
AC Oktavia Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa| Belajar peduli

Memberanikan diri berbagi, setelah terlalu lama hanya mengeluh dalam diam

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Cerita Kuliah dari Rumah

25 Juli 2020   17:33 Diperbarui: 25 Juli 2020   17:23 160 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Cerita Kuliah dari Rumah
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Meski sudah resmi menjadi mahasiswa di sebuah universitas di Australia, pandemi korona akhirnya memaksa saya untuk hanya belajar dari rumah. Sama seperti ribuan mahasiswa lainnya, saya kini menjalani kuliah daring. Kuliah daring ternyata memiliki keunikan beserta dengan kelebihan dan kekurangannya.

Kali ini saya ingin bercerita tentang pengalaman saya berkuliah di Australia dari rumah, dan memberikan beberapa tips untuk rekan-rekan mahasiswa lainnya yang kemungkinan akan menghadapi hal serupa dengan saya dalam beberapa minggu ke depan.

Keunikan pertama kuliah daring adalah media perkuliahan. Berbeda dengan kuliah tatap muka, perkuliahan daring harus banyak bergantung dengan media berbasis internet. Kampus saya menggunakan beberapa aplikasi dan situs untuk penyampaian materi kuliah, Microsoft Team, BlackboardLearn, Kanopy, dan perpustakaan daring. Setiap materi mata kuliah yang harus saya akses, seringkali tersebar di berbagai media yang berbeda.

Saya beruntung memiliki akses internet yang cukup stabil, namun sesungguhnya menguasai penggunaan berbagai situs yang berbeda tidaklah mudah. Saya harus banyak membaca, mencari tutorial, hingga membiasakan diri menggunakan situs dan aplikasi yang berbeda. Tak jarang saya harus menghubungi Tim IT Support untuk meminta bimbingan dalam mengatasi permasalahan saat mengoperasikan situs-aplikasi yang ada.

Keunikan kedua kuliah daring adalah sistem perkuliahan. Dosen-dosen saya tidak hanya memberikan ceramah daring dan meminta tugas. Unruk setiap mata kuliah, kuliah mingguan saya tersusun dari ceramah online, video ceramah yang dapat diunduh, bahan bacaan wajib, bahan belajar pendukung (jurnal, podcast, dan video), kuis mingguan, pertemuan responsi, tugas kelompok, dan sesi tanya jawab di penghujung minggu.

Beberapa kegiatan sudah memiliki jadwal tetap namun lebih banyak kegiatan berupa kegiatan belajar mandiri. Hal ini bisa menjadi sangat rumit. Untuk bisa menghadapinya sayapun membuat agenda belajar, membuat target belajar setiap harinya. Saya menyadari ketika saya terlena dan menunda sebuah kegiatan belajar mandiri, saya hanya akan menyusahkan diri sendiri.

Keunikan ketiga kuliah daring adalah keberadaan Perpustakaan Daring. Seluruh bahan bacaan dan praktikum saya dapat diakses melalui perpustakaan daring. Sesungguhnya, tidak ada alasan bagi saya untuk tidak belajar dengan baik karena semua materi sudah tersedia dan bisa saya akses secara gratis.

Hal ini berarti, sebanyak apa saya belajar akan bergantung pada keinginan diri saya sendiri. Tidak ada orang yang dapat membatasi hal-hal yang saya pelajari. Saya bisa bebas memilih hal yang saya baca untuk mendukung belajar saya di tiap-tiap mata kuliah.

Keunikan keempat kuliah daring adalah perubahan bentuk kehidupan sosial saya. Bisa dikatakan juga saya nyaris tidak memiliki kehidupan sosial karena belum pernah bertemu dengan satupun teman sekelas saya secara langsung. 

Beberapa klub dan organisasi mahasiswa sesungguhnya banyak mengadakan acara secara daring, dari kuis trivia hingga nobar fillm. Namun saya rasa kegiatan-kegiatan semacam ini tidak berhasil membuat saya memiliki "teman baru".

Saya justru mendapatkan teman karena menghubungi beberapa rekan sekelas saya secara pribadi. Saya sudah mulai akrab dengan teman-teman sekelompok saya, karena rajin berdiskusi mengenai banyak hal. Saya juga mendapatkan beberapa teman yang rajin berkomunikasi diawali dari sekedar komentar di media belajar. Meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak, saya masih terpesona bagaimana kami dapat membangun relasi yang cukup baik bahkan tanpa pernah melihat rupa satu sama lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN