Mohon tunggu...
Oktava Melodian Widyastuti
Oktava Melodian Widyastuti Mohon Tunggu... Omel

19y.o

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

KKN UNS Era COVID-19: Membangun Kesadaran Akan Pentingnya Mematuhi Protokol Kesehatan

2 Agustus 2020   10:13 Diperbarui: 2 Agustus 2020   10:10 20 0 0 Mohon Tunggu...

Indonesia sebagai negara yang terkena penyebaran virus Covid-19 terhitung sudah sekitar 5.193 jiwa meninggal dunia dikarenakan virus ini. Banyaknya jumlah korban jiwa ini menyebabkan tidak sedikit masyarakat yang masih "parno" terhadap keberadaan virus ini sehingga mereka yang merasa cemas merasa aman jika mereka hanya berdiam diri dirumah tanpa melakukan sosialisasi dengan rekan-rekan sekitar mereka dan merasa bahwa semua orang adalah pembawa virus. 

Padahal pada kenyataannya hanya berdiam diri dirumah pada jangka waktu yang relatif lama akan memberikan tekanan mental yang makin membuat rasa "parno" itu semakin kuat. Cemas boleh, tetapi dalam takaran yang wajar tanpa merugikan diri sendiri dan orang lain. Kegiatan di luar rumah tetap dapat dilaksanakan dengan syarat wajib mematuhi protokol kesehatan yang ada seperti selalu menggunakan masker, menjaga jarak dengan orang lain, selalu mencuci tangan setelah memegang barang, dan sebagainya.

Desa Pedak RT01 RW01, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen sebagai daerah yang jauh dari hiruk-pikuk kegiatan kota pada mulanya belum menyadari betapa pentingnya mematuhi protokol kesehatan dalam beraktivitas di luar rumah pada masa pandemik Covid-19 ini. 

Beberapa masyarakat berkeliaran tanpa menggunakan masker, selalu beralasan "lupa" mencuci tangan setelah melakukan aktivitas, terombang-ambing oleh berita HOAX yang ada pada media sosial, dan hal-hal lainnya yang menjadi akibat dari ketidaksadaran mengenai pentingnya mematuhi dan mengetahui protokol kesehatan.

Oleh karenanya, Oktava Melodian W dari program studi Pendidikan Ekonomi 2017 UNS yang merupakan salah satu mahasiswa relawan KKN UNS sebagai Agent Of Change dan Social Control terjun memberikan pengabdiannya sebagai wujud kepedulian mereka terhadap ketidaksadaran masyarakat desa Pedak RT 01 RW 01. 

Kegiatan pertama yang dilakukan adalah memberikan informasi mengenai nCOV-19 dan kehidupan New Normal pada saat ini yang mana pemberian informasi ini dilaksanakan pada grup media sosial Whatsapp Group yang dimiliki oleh perkumpulan Remaja Majid (REMAS) Taqwa Al-Mubarrok Pedak. Selain itu, penyebaran informasi juga dilakukan melalui media sosial Insagram @kkncovid_pedak.

Akun Media Sosial Instagram oleh Mahasiswa Relawan KKN UNS @kkncovid_pedak/dokpri
Akun Media Sosial Instagram oleh Mahasiswa Relawan KKN UNS @kkncovid_pedak/dokpri
Penyebaran Informasi melalui Media Sosial  Whatsapp Grup Remaja Masjid(REMAS) Pedak/dokpri
Penyebaran Informasi melalui Media Sosial  Whatsapp Grup Remaja Masjid(REMAS) Pedak/dokpri

Kegiatan selanjutnya adalah memberikan sosalisasi mengenai langkah membuat handsanitizer bersama perwakilan warga dan pembagian puluhan botol handsanitizer untuk waga Desa Pedak RT01 RW01. Mahasiswa KKN UNS di Desa Pedak mengajak perwakilan warga untuk bersama-sama belajar tentang bagaimana langkah membuat handsanitizer sederhana menggunakan bahan baku alkohol 70% dan aloe vera gel yang mana kegiatan ini diharapkan dapat membentuk kesadaran masyarakat bahwa kebersihan anggota tubuh itu penting dan tidak sulit untuk memperoleh bahan pembersih tubuh.

Bahkan masyarakat dapat menggunakannya sebagai ladang penghasilan di era New Normal ini. Setelah melakukan kegiatan pembuatan handsanitizer bersama warga, mahasiswa KKN UNS melakukan kegiatan pembagian handsanitizer kepada warga Desa Pedak RT 01 RW 01 Karangwaru. Kegiatan ini bermaksud agar tidak ada alasan bagi masyarakat untuk lupa dalam menjaga kebersihan tangan sebagai bagian tubuh yang paling sering bersentuhan dengan anggota tubuh lainnya.

Pembuatan Handsanitizer bersama Perwakilan Warga Desa Pedak/dokpri
Pembuatan Handsanitizer bersama Perwakilan Warga Desa Pedak/dokpri
Pembagian Handsanitizer kepada Warga Desa Pedak/dokpri
Pembagian Handsanitizer kepada Warga Desa Pedak/dokpri

Lalu kegiatan dilanjutkan dengan pembagian fasilitas ember cuci tangan di beberapa lokasi yang sering menjadi tempat berkumpul seperti warung dan lokasi kegiatan siskamling. Warga memberikan respon yang positif, terbukti dengan selalu digunakannya fasilitas ember cuci tangan yang dilengkapi dengan panduan mencuci tangan yang baik dan benar sehingga masyarakat melakukan kegiatan cuci tangan dengan baik dan benar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x