Edukasi

Akulah Sang Pengukur Keberhasilan BK

18 Oktober 2018   03:45 Diperbarui: 18 Oktober 2018   04:00 197 0 0

Asesmen merupakan salah satu kegiatan  pengukuran. Dalam konteks bimbingan konseling, asesmen yaitu mengukur suatu proses konseling yang harus dilakukan konselor  sebelum, selama, dan setelah konseling tersebut dilaksanakan/ berlangsung (Ratna Widiastuti, 2010).  

Menurut shetzer dan stone (1966) bahwa " evaluation consist of making systematic judgements of the relative effective witf which goals" (Achmad juntika, 2012). Dapat dikatakan bahwa asesmen merupakan bagian terpenting yang dapat digunakan untuk mengetahui keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling (baik individu maupun kelompok).

Asesmen merupakan kegiatan untuk mengukur kemampuan/ kompetensi yang dimiliki oleh klien dalam menyelesaikan suatu masalah. Ciri dan dasar yang digunakan untuk menilai keberhasilan pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling adalah mengacu pada terpenuhi atau tidaknya suatu kebutuhan - kebutuhan individu yang terlibat, baik itu langsung maupun tidak.

Asesmen yang dikembangkan adalah asesmen yang baku dan meliputi  beberapa aspek yaitu kognitif (pengetahuan), afektif (perilaku)  dan psikomotorik (ketrampilan) dalam suatu  kompetensi dengan menggunakan indikator-indikator yang  ditetapkan dan dikembangkan  oleh  Guru BK/ Konselor sekolah.  Umumnya, pemerolehan data asesmen dapat dilakukan dengan cara laporan diri, psycology test, observasi, wawancara dan lain-lain.