Mohon tunggu...
Aluysius Jaka
Aluysius Jaka Mohon Tunggu...

menggabungkan opini dan investigasi

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Penderitaan Orang Lain adalah Aset

5 September 2016   12:17 Diperbarui: 5 September 2016   12:23 0 1 2 Mohon Tunggu...
Penderitaan Orang Lain adalah Aset
Penderitaan Orang Lain adalah Aset

Seberapa sering kita menyadari, bahwa lingkungan kita bukanlah lingkungan dengan sosial ekonomi yang makmur, bahkan negeri ini punya angka kemiskinan yang cukup tinggi, dengan berbagai persoalan yang ada didalamnya.

Bagi banyak kalangan, kondisi seperti ini adalah SEBUAH ASET untuk diolah sebagai isu politik, sebagai materi untuk menyerang lawan. Tetapi pada segmen lain, banyak pihak yang mengolahnya dengan cantik menjadi sebuah berita bombastis, yang berujung memperkaya diri.

Apa yang kita rasakan saat melihat seseorang sedang menderita?

Bila kita normal, punya hati nurani, pastilah akan timbul rasa iba, dan tercipta bermacam-macam reaksi, mulai dari tergerak hatinya untuk membantu, atau sekedar mengeksposnya ke sosial media agar segera terkondisikan, kadang hal ini dilakukan tanpa melakukan cek kebenarannya.

Tiap hari kita bisa melihat, berseliweran di sana-sini, informasi perihal kepedulian untuk orang yang menderita, bisa karena kekurangan ekonomi, maupun kurang dikaruniai fisik yang sehat. Sangat senang bila kita bisa melihat mereka terbantu, bisa menolong orang yang membutuhkan.

Dari sekian banyak penolong, ada yang membentuk sebuah organisasi / komunitas hingga sebuah yayasan. Hal seperti ini sungguh menyenangkan, karena apa yang mereka lakukan misi utamanya adalah MENOLONG. Hal yang paling lazim dilakukan adalah penggalangan dana, baik melalui sosial media, media online, media lokal, media cetak, kotak sumbangan, maupun lewat komunitas.

Seberapa efektifkah ini bisa berjalan?

Bila sebuah organisasi/komunitas/yayasan yang dibentuk mempunyai system administrasi dan transparansi yang bagus, hal ini akan membuat para donatur / penyumbang senang, karena sedekah mereka tersampaikan di tangan yang tepat. Akan tetapi seringkali niat baik di awal, dikotori oleh oknum-oknum yang mendompleng di dalamnya.

Bagaimana modusnnya?

Dalam banyak kesempatan saya dapatkan informasi, baik secara langsung maupun dari laporan pihak lain. Penyalahgunaan nama sebuah instansi/yayasan/organisasi/komunitas adalah cara terbanyak yang dilakukan. Beberapa oknum masuk ke dalam sebuah tim pengumpulan dana yang dibentuk oleh pihak tertentu, dengan tujuan sosial. Dalam prosesnya... disaat mereka sudah mendapatkan kepercayaan, lambat laun tergoda untuk menyelewengkan donasi yang diberikan oleh donatur yang tergerak hatinya menyumbang kegiatan sosial.

Banyaknya donatur yang tidak mau disebutkan namanya (Hamba Allah / Non Name / NN) menjadikan gerak oknum ini menjadi lebih lincah. Mereka akan agresif mencari berita tentang orang kesusahan, bermodalkan selfie di lokasi, lalu mereka posting di akun sosial media masing-masing, sebelum memposting ke grup empat mereka bernaung, alhasil donatur tetap yang mereka kenal baik, akan dikontak sekedar basa-basi mengabari kalau ada orang kesusahan. Selanjutnya terjadi transfer donasi yang sepengetahuan donatur adalah disumbangkan melalui badan tertentu yang dia percayai.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x