Mohon tunggu...
Nuty Laraswaty
Nuty Laraswaty Mohon Tunggu... Digital Marketer , penulis konten

owner my own law firm,bravoglobalteam founder,trainer network marketing, trading, speaker in radio program( heartline fm - gaya fm) and multiply seminars,mc

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Misteri Dilan dan Milea

5 Maret 2019   06:49 Diperbarui: 5 Maret 2019   07:32 0 1 0 Mohon Tunggu...
Misteri Dilan dan Milea
Properti Max Pictures

Film Dilan 1991, hingga hari ini masih merajai bioskop hampir di seluruh Indonesia. Pro dan Kontra pun berdatangan. 

Banyak yang merasa film ini terlalu menjajah bioskop di Indonesia dan tidak memberikan ruang bagi film lainnya.  Benarkah begitu?

Namun juga ada berbagai pandangan yang lain, yang sempat saya rangkum sebagai berikut:

1. Bagi yang tipe suka misteri dan teka teki. Pastinya akan terbawa pada arus spekulasi mengenai singkatan nama Dilan, Blog lama Pidi Baiq , dialog twitter akun tertentu. Hingga berusaha menelusuri tiap sudut kota Bandung, untuk mengetahui siapa Dilan sesungguhnya.


2. Bagi tipe realistis, menganggap "mahluk khayalan" abis itu Dilan . Mana ada anak bandel tapi sopan kayak gitu ...
( Yang Ini aku nyengir aja, karena pernah dulu ada beberapa teman yang gitu. Bandel tapi sopan pisan.
Namun tipe realistis gini mah ngga bisa dibantah. Ntar minta bukti.
Lalu buat apa juga buka - buka masa lalu orang yang mungkin sekarang juga sudah dilupakan Dan berubah juga orangnya karena sudah berkeluarga. Beda atuh Gaya masa muda sama pas sudah jadi Bapak-Bapak. Kudu Jaim berwibawa. Jadi jangan buka masa lalu lah)


3. Bagi tipe hobi nonton , keluarlah analisa mengenai sudut pengambilan gambar, cameo, marketing, setting, busana, rekor jumlah penonton dan hal-hal seru lainnya.

4. Tipe sebodo amat. " ya udah nonton. Terus bagusnya apa? "

Nah, kali ini aku ingin melihat lebih jauh pada misteri hilangnya penggalan adegan yang menghilang dari film, padahal dalam wawancara dan you tube "behind the scene nya", adegan ini ada dan pemeran Dilan yaitu Iqbal saat diwawancara tertawa-tawa saat menceritakan adegan yang harus dilakukan.

Adegan itu adalah saat Dilan ditampar oleh ayahnya di kantor polisi, dan kemungkinan besar adegan ini mengisi celah saat penjelasan melalui narasi, bahwa Dilan diusir oleh ayahnya.

Mengapa adegan ini kemudian dihilangkan? Merupakan misteri bagi saya. Namun dengan banyaknya pro kontra mengenai film Dilan, saya menduga ini ada kaitannya dengan persoalan hak anak, perlindungan terhadap anak., yang saat ini memang sedang marak menjadi sorotan.

Padahal adegan ini sebenarnya merupakan salah satu penjelasan mengenai karakter Dilan, yang dianggap kurang realistis dan mengada-ada.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x