Media

Whatsapp Darurat Pornografi

30 November 2017   08:00 Diperbarui: 30 November 2017   09:31 297 1 0

Whatsapp Darurat Pornografi

Awal november lalu jagad maya medsos di hebohkan dgn adanya konten pornografi d aplikasi whatsapp. Konten yg dimaksud mrpkn bagian dr fitur GIF utk berkirim pesan dlm percakapan. Jadi pengguna dpt mencari konten GIF bernuansa dewasa di whatsapp yg tdk disensor.

Bukan sesuatu yg aneh hal2 berbau porno dengan bebasnya wara wiri muncul d jagad maya tdk terkecuali d media sosial. Konten2 foto & video yang tdk layak dilihat itu kerap muncul dengan bebas karena tidak ada pihak yg mensensor. Dalam hal ini pihak yg paling utama mensensor adalah pemerintah melalui menkominfonya. 

Keterlibatan pemerintah utk melundungi rakyatnya dari kerusakan generasi akibat dari pornografi  adalah wajib tidak bisa di tawar2 lagi. Seyogyanya lah pemerintah memiliki wewenang untuk memblokir segala sesuatu yg berbau pornografi d jagad maya. Untuk memblokir situ2 tertentu saja amat sangat mudah bagi pemerintah. Apalagi memblokir situs pornografi.

Sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama kerusakan sel2 otak manusia yang diakibatkan oleh pornografi lebih parah dibandingkan dengan kerusakan yang diakibatkan oleh narkoba. Maka darurat pornografi ini adalah prioritas yg harus kita perhatikan terlebih-lebih oleh pemerintah yang memiliki wewenang.

Islam dengan tegas melarang siapapun yang mempertontonkan aurat dan segala aktifitas pornografi. Batasan aurat laki-laki dan perempuan sudah jelas ditegaskan dalam Alquran dan Assunnah. Kita sebagai kaum muslumin hendaknya sami'na wa atho'na ( kami mendengar dan kami taat). Hikmah dari itu semua untuk kemaslahatan  kita  umat manusia juga dapat menyelamatkan generasi dari rusaknya moral akibat pornografi.

Oleh karena itu mari selamatkan generasi muda dan anak-anak kita dari bahaya pornografi. Tentunya kewenangan penguasalah (pemerintah) yang paling utama untuk menghilangkan pornografi di berbagai lini kehidupan masyarakat. Sehingga apa yang kita harapkan dapat terwujud yaitu generasi yang kuat,  bermoral dan bermartabat mendapat ridho Allah SWT, insya Allah.


(Hetti Rachmiyati)