Mohon tunggu...
Nurul Dina Rahmawati
Nurul Dina Rahmawati Mohon Tunggu... Dosen - Dosen Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

I was graduated from Universitas Indonesia majoring Nutrition Science in 2013 and University College London in 2016. I had been working as a research assistant in Center for Health Economic and Policy Study, Universitas Indonesia, Depok since December 2013 several projects related to nutrition and health economic. Currently, I am working at Department of Public Health Nutrition, Faculty of Public Health, Universitas Indonesia and working closely with many stakeholders (government and non-government organization) in achieving better health and nutrition for Indonesia.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Tekan Kasus Stunting Baru di Banten, Dosen FKM UI Kerja Sama dengan Rumah Edukasi Kec. Kalanganyar Cegah Anemia Remaja

29 November 2023   16:00 Diperbarui: 29 November 2023   17:14 179
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dokumentasi: Nurul Dina Rahmawati (Universitas Indonesia)

Dokumentasi: Nurul Dina Rahmawati (Universitas Indonesia)
Dokumentasi: Nurul Dina Rahmawati (Universitas Indonesia)
Banten, 27 November 2023. Stunting masih menjadi masalah kesehatan prioritas Pemerintah Indonesia dengan target prevalensi nasional sebesar 14% pada tahun 2024 mendatang. 

Meskipun demikian, prevalensi stunting di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, masih tinggi, yakni sebesar 26,2% menurut SSGI Tahun 2022. Angka ini pun masih jauh lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar sekitar 21%.

Berbagai upaya penanggulangan stunting telah dilakukan, khususnya pada Ibu hamil dan balita, seperti pemberian makanan tambahan pada Ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) atau kurus dan balita gizi kurang, hingga pemberian ASI Eksklusif. 

Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) juga telah menjadi program nasional sejak 50 tahun lalu, namun prevalensi anemia pada Ibu hamil masih saja tinggi, yakni mencapai 48,9% menurut data Riskesdas 2018.

Hal ini menunjukkan bahwa pencegahan dan penanggulangan stunting pada Ibu Hamil, meski dapat memberikan dampak, namun dirasa cukup terlambat. 

Hal ini mengingat perbaikan gizi pada ibu hamil yang diharapkan berdampak pada janin dan anaknya akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, upaya menekan bertambahnya kasus stunting baru di masa yang akan datang harus dilakukan lebih ke hulu.

Diketahui, 1 dari 4 remaja puteri Indonesia mengalami anemia (rendahnya sel darah merah dan/atau hemoglobin dalam darah). 

Tanpa penanganan yang tepat, remaja puteri yang anemia ini akan menjadi ibu hamil yang juga anemia dan menambah prevalensi stunting di masa yang akan datang. 

Tingginya angka pernikahan dini pun memperberat masalah ini, terbukti dalam sebuah penelitian oleh Fauziah (2018), salah satu desa di Kabupaten Lebak memiliki peningkatan kasus pernikahan diri dari tahun 2015 yang sebesar 42.10% menjadi 45,45% di tahun 2016 dan kembali meningkat pada tahun 2017 hingga mencapai 55,17%.

Memperhatikan hal ini, Nurul Dina Rahmawati, S.Gz., M.Sc selaku dosen Departemen Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat mengetuai sebuah program Pengabdian Masyarakat yang bertemakan “Remaja Sehat (Teen Room): Upaya Inovasi untuk meningkatkan kesehatan, gizi, dan produktivitas remaja” yang dilaksanakan di SMKN 1 Kalanganyar

Bekerja sama dengan Kecamatan Kalanganyar, Bayu Hadiyana T., S.IP., M.Si selaku Camat Kalanganyar pada 02 Oktober 2023 menyampaikan gagasan terkait dengan penanganan stunting di Kecamatan Kalanganyar, melalui Rumah Edukasi Bagi Penanganan Stunting. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun