Mohon tunggu...
Nursalam AR
Nursalam AR Mohon Tunggu... Partikelir

Penerjemah dan narablog. CEO Salam Legal Translator (biro terjemahan hukum dan bisnis). Peminat kajian literasi dan humaniora. HP: 0819-0862-8157. Surel: legaltranslationcenter@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Artikel Utama

Begal Payudara, Sadisme atau Hiperbolisme?

7 Maret 2020   18:03 Diperbarui: 8 Maret 2020   14:03 892 8 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Begal Payudara, Sadisme atau Hiperbolisme?
Kompas.com

Baru-baru ini tersiar kabar terjadinya beberapa kasus begal payudara di beberapa kota di Indonesia, antara lain di Surabaya, Yogyakarta, dan Jakarta. Sebagian pelakunya berhasil ditangkap, sementara sejumlah kasus lainnya masih kabur alias belum diketahui kelanjutan kabar penanganan kasusnya.

Ketika pertama kali membaca istilah "begal payudara", saya bergidik.

Dalam bayangan saya, ini jelas suatu sadisme. Para pelakunya tentu sangat tega hati hingga melakukan penganiayaan dan perusakan fisik dengan memutilasi anggota tubuh korbannya tersebut. Tak kalah sadisnya dengan kawanan begal sepeda motor yang sering menganiaya korban pembegalannya hingga luka parah atau bahkan meninggal dunia.

Tapi ternyata tidaklah seseram itu.

Mari kita analisis satu per satu.

Pengertian "begal" dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) serupa dengan "penyamun". Sementara perbuatannya, yakni "pembegalan" didefinisikan KBBI sebagai "proses, cara, perbuatan membegal, perampasan di jalan; penyamunan".

Sementara "samun" adalah "rompak; rampok; rampas".

Jika kita pilih lema "rampok", maka pengertiannya versi KBBI adalah "orang yang mengambil dengan paksa dan kekerasan barang milik orang lain", dan "rampas" adalah "mengambil dengan paksa atau dengan kekerasan".

Sementara "merampas" adalah "(1) mengambil dengan paksa (kekerasan); (2) menyamun; membegal; menyabot, dan (3) menyita".

Jika kita teruskan mengulik sinonimnya, seperti "sabot", maka didapatlah pengertian "sabot" atau "menyabot" adalah "(1) menggagalkan usaha atau tindakan orang lain dengan sengaja; (2) merusakkan atau menghancurkan barang atau benda yang dapat merugikan pihak lawan".

Lantas, "payudara" yang merupakan objek penderita dalam pengertian linguistik adalah "buah dada; susu; tetek".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN