Mohon tunggu...
Nurohmat
Nurohmat Mohon Tunggu... Guru - Pembelajar

Pecinta Literasi dan Pendaki Hikmah.

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Pengalaman Pertama Divaksinasi Covid -19

22 Maret 2021   14:42 Diperbarui: 22 Maret 2021   15:20 162
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Pengalaman Pertama Divaksinasi Covid-19
Oleh : Nurohmat

Hari ini, Senin,  22 Maret 2021 saya beserta rombongan guru-guru SMA Negeri 1 Pabedilan Kab. Cirebon berbondong-bondong pergi menuju aula Puskesmas Pabedilan untuk mengikuti vaksinasi Covid-19.
Hal yang kami siapkan untuk mengikuti vaksinasi sebelum menuju lokasi vaksinasi diantaranya adalah menyiapkan kartu identitas penduduk, sarapan pagi secukupnya, dan minum air hangat.

Pada saat  datang ke lokasi, saya beserta rombongan mengisi surat pernyataan tertulis kesediaan untuk divaksinasi yang diberikan di bagian pendaftaran. Surat pernyataan tersebut mencantumkan identitas diri, tempat tanggal lahir, nomor induk kependudukan, dan nomor hand phone. Sesaat kemudian, salah seorang petugas Puskesmas memberikan sedikit pengarahan tentang teknis vaksinasi sekaligus membuka kegiatan tersebut dengan berdo'a bersama.

Petugas vaksinasi memanggil kami satu persatu. Kesempatan pertama diberikan kepada ibu kepala sekolah. Prosedur screening dilaksanakan sebelum vaksinasi diberikan, seperti: pemeriksaan tensi darah, pertanyaan tentang riwayat penyakit tertentu, dan sebagainya. Ibu kepala sekolah setelah melalui proses screening tidak bisa melanjutkan proses vaksinasi dikarenakan tensi darah (sistol) saat diperiksa melebihi 180.

Setelah orang kesekian, kini giliran saya untuk menjalani proses screening. Dimulai dari pemeriksaan tensi darah dan sejumlah pertanyaan diajukan kepada saya oleh  petugas vaksinasi. Hasil pemeriksaan tensi darah pada saat ini adalah 140/100.  Tensi seperti ini tidak biasanya bagi saya, bila ditensi seringkali sekira 110 s.d. 130 untuk sistol dan 80 s.d. 90 untuk distolnya.

Karena hasil screening  dan pemeriksaan tensi darah  memenuhi untuk divaksin, beberapa saat kemudian tibalah giliran saya untuk divaksin. Petugas vaksin menyarankan kepada saya, "tangannya dilemaskan ya Pak, jangan tegang". Mata saya sedikit mengintip tulisan kertas kecil, tertulis disana vaksin sinovac. Rasa penasaran saya terjawab. Rupanya vaksin yang diberikan secara massal itu adalah vaksin sinovac.

Setelah divaksin saya mendapatkan kartu vaksinasi Covid-19  dengan nomor tiket S-452xxx. Apa yang dirasa setelah divaksin ? Karena yang disuntik adalah lengan kiri bagian atas, lengan kiri saya terasa agak linu dan pegal- pegal. Tapi, secara umum saya baik-baik saja. Saya masih bisa melanjutkan kegiatan sehari-hari sebagaimana biasanya.  

Cirebon, 22 Maret 2021

Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun