Mohon tunggu...
Nurlaila Ramadhan
Nurlaila Ramadhan Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Halo, perkenalkan saya Nurlaila Ramadhan, biasa dipanggil Laila. Saya merupakan mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Purwakarta.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Menelusuri Sejarah di Yogyakarta: Keajaiban Yogyakarta melalui Empat Destinasi Bersejarah

16 November 2023   15:30 Diperbarui: 16 November 2023   15:33 92
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Saya bersama teman-teman menikmati keindahan pantai Parangtritis di Yogyakarta, menciptakan kenangan abadi pada hari Kamis, 9 November 2023.

Yogyakarta, sebuah kota di Jawa Tengah, Indonesia, tidak hanya dikenal sebagai pusat kebudayaan dan pendidikan, tetapi juga memiliki sejarah yang kaya dan menarik. Salah satu cara terbaik untuk merasakan pesona sejarahnya adalah dengan menjelajahi beberapa destinasi bersejarah. Berikut adalah empat destinasi menarik yang memperkaya perjalanan sejarah di Yogyakarta.

1. Pantai Parangtritis: Pesona Pantai dengan Mitos yang Menyentuh

Pantai Parangtritis, terletak sekitar 27 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, menawarkan pengalaman unik dalam menelusuri sejarah daerah ini.  Terkenal dengan garis pantainya yang panjang dan ombaknya yang megah, Parangtritis memiliki tempat istimewa dalam mitologi Jawa. Menurut legenda, Pantai Parangtritis merupakan tempat pertemuan Nyai Loro Kidul, ratu pantai selatan, dengan Sultan Hamengkubuwono IX. Pantai ini juga diyakini sebagai pintu gerbang menuju kerajaan gaib.

2. Malioboro: Jalan Legendaris Penuh Keberagaman

Saya bersama teman-teman menelusuri keindahan Malioboro, Yogyakarta, menciptakan momen berharga pada malam Jumat, 9 November 2023.
Saya bersama teman-teman menelusuri keindahan Malioboro, Yogyakarta, menciptakan momen berharga pada malam Jumat, 9 November 2023.
Tidak lengkap rasanya mengunjungi Jogja tanpa mampir ke Malioboro, jalan legendaris yang menjadi jantung kota. Malioboro adalah pusat kehidupan malam dan pusat perbelanjaan tradisional yang menjual berbagai barang seni dan kerajinan tangan. Jalan Malioboro, pusat kegiatan ekonomi dan budaya di Yogyakarta, adalah saksi bisu dari berbagai peristiwa sejarah. Dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono I, Malioboro menjadi pusat perdagangan dan pertemuan budaya. Seiring berjalannya waktu, jalan ini menjadi saksi perjuangan kemerdekaan Indonesia. Malioboro juga menyimpan kekayaan budaya melalui berbagai seni dan kerajinan tradisional yang dapat ditemukan di sepanjang jalannya. Warung kopi klasik, toko batik, dan peninggalan arsitektur kolonial menjadi bukti hidup dari perkembangan sejarah Yogyakarta.

3. Museum Mini Sisa Hartaku: Mengabadikan Tragedi Erupsi Merapi

Penuh dengan memori yang menyentuh, Museum Mini Sisa Hartaku menjadi saksi bisu keganasan erupsi Merapi pada 2010. Bapak Sriyanto merubah sisa-sisa ru
Penuh dengan memori yang menyentuh, Museum Mini Sisa Hartaku menjadi saksi bisu keganasan erupsi Merapi pada 2010. Bapak Sriyanto merubah sisa-sisa ru

Museum yang terletak di lereng Gunung Merapi ini merupakan saksi bisu kedahsayatan erupsi merapi pada tahun  2010 lalu. Cerita bencana ini terus hidup dalam kenangan masyarakat, seperti yang ditunjukkan oleh Bapak Sriyanto, yang merubah sisa-sisa rumahnya menjadi Museum Mini Sisa Hartaku di Kepuharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY. Melalui koleksi barang-barang yang rusak, seperti tv dan radio meleleh, rangka sepeda, ember, jam dinding, gamelan, dan bahkan rangka hewan ternak, museum ini menjadi pengingat generasi akan keganasan letusan Gunung Merapi pada tahun 2010. Dengan foto-foto erupsi yang terpampang di dinding, pengunjung dapat merasakan suasana mencekam dari peristiwa tersebut. Museum ini bukan hanya sebagai tempat menyimpan sisa harta yang hancur, tetapi juga sebagai simbol kebangkitan dan perjuangan untuk memulai kehidupan baru bagi penduduk desa yang terkena dampak erupsi.

4. Candi Prambanan: Keindahan Arsitektur Hindu Abad ke-9

Sore yang indah di Candi Prambanan, Saya bersama teman-teman menikmati keajaiban arsitektur pada hari Jumat, 10 November 2023.
Sore yang indah di Candi Prambanan, Saya bersama teman-teman menikmati keajaiban arsitektur pada hari Jumat, 10 November 2023.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun