Gayahidup

Kehidupan Si Baik Tolak Angin

11 Agustus 2018   04:50 Diperbarui: 11 Agustus 2018   04:57 176 2 0
Kehidupan Si Baik Tolak Angin
foto: bukalapak

Aku adalah seorang aktivis dengan berpegang teguh pada kyai. Hidup di era modern ini membuat semua hal membuat mudah. Selain menjadi mahasiswa di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang , aku adalah seorang santri dari seorang kyai Marzuki Mustamar pondok Sabilurrosyad Malang. 

Menjalani kehidupan di kampus juga beriringan di pesantren membuat otakku diasah untuk berfikir "bagaimana aku menjalani kehidupan ini dengan baik". Haruslah di ketahui bahwa dua kehidupan ini sangat bertolak belakanh. Kehidupan kampus membuat semua berbau ilmiah dan kemodern an. Dan kehidupan pesantren yang berbau agamis dengan tundhuk tawadduk pada sang kyai. 

Banyak sekali macam kegiatan yang harus aku jalani. Seperti kemarin 

Di bulan ini memang awal perkuliahan di lakukan pada minggu akhir bulan. Namun, aku adalah aktivis yang aktiv berorganisasi. 

Malam jumat adalah malam yang membawa keberkahan. Dengan segudang pahala yang berkali lipat macamnya. Malam itu pesantren memiliki kegiatan rutinan yakni pembacaan sholawat diba dan tahlilan. 

Sholat jamaah maghrib pun dimulai . Dengan khusyu dan nimat para santri melakukannya. Dzikir dan tahlil terus berucap dengan menggetarkan hati mereka. Memang disini tempat aku dan kawan kawan menentramkan jiwa dan raga kami. Dzikir dan tahlil pun disudahi dengan pembacaan doa oleh Sang Abah kyai. Kami bersimpu dosa meminta ampunan dari sang kuasa. 

Tidak sampai sana . Kegiatan rutinan mulai diadakan. Sebelum dimualinya aku bergegas ke kamar untuk membawa diba juga sikecil roll on dari tolak angin. Si kecil ini selalu kubawa di setiap kegiatan untuk menemaniku dan menguatkanku. 

Sampailah kembali aku di masjid. Suasana malang di malam hari memang sangatlah dingin . Angin teeus berhembusan dengan sunyinya malam. Ku oleskan minyak itu ke tengkut leher dan tanganku. Hemm bau harum dan menenangkan pun telah kurasakan. Hangat pun telah menjalar di rasa tubuh ini. Pembacaan sholawat diba pun dimulai. Mulailah para santri dengan khidmat dan tenang membaca sholawat diba. 

Sholawat ini ditujukan karena kexintaan kami pada Nabi Muhammad SAW. Cucuran air mata dengan hati yang selalu berdoa selalu teringat pada Nabi Muhammad. Kerinduan aku dan santti pada sosok Nabi Muhammad terus menjadi. Sampai dibacakan bagian "mahalul kiyam" yang diharuskan semua santri berdiri untuk menyambut. Disana cucuran air mata rindu kami terus menjadi. 

Kuedarkan mataku ke kiri ku. Aku melihat dia Afifah teman sekamark yang terus batuk. Kuambil si kecil roll on kuberikan padanya. "Fif coba pake ini . Oles aja di tenggorokan" "eh iya hik , makasih". Di olesnya si kecil baik itu. "Gimana fif ? Mendingan kan ?" "Iya jadi anget tenggorokanku, dan batuknya alhamdulillah reda " "okelah bawa aja dulu yaa". Alhamdulillah si kecil baik ini telah menguatkan temanku. Pembacaan sholawat diba berakhir dengan berujung pada doa diba.  

Kulajukan kaki ku menuju kamar. Aku melihat afifah mengoleskan si kecil pada lehernya. Aku tau dia kecapekan karena seharian ini telah mengurus krs dan bimbingan wali dosennya. "Fif , kamu lecapekan ya ? " "iya hik , perutku rada sakit juga e " "udah punya obat ta ?" "Udah ini aku mau minum tolak angin biar nggak kembung". Begitulah percakapan kami. 

Wao si kecil roll on tolak angin  memiliki saudara yang baik . Tolak angin cair memang selalu menjadi andalan saat perutku juga bermasalah entah masuk angin apa sekedar kembung. 

Jam suduh menunjukkan pukul 21.00 tanda jika aku harus tidur. 

Esok pagi aku telah bangun pagi pagi untuk bersiap sholat dan di lanjut dengan mengaji. Kuambil air wudhu dengan kedinginan mencapai 19 . Dingin sekali memang. Aku se segera mencari so kecil untuk mengahatkan badanku. Kuoleskan si kecil roll on tolak angin yang menguatkanku. Lantas langsung aku dan para santri bergegas menuju masjid untuk sholat shubuh dan dilanjut mengaji. 

Mengaji kali ini adalah kitab manhajul abidin oleh Abah kyai Marzuki. Di sela sela pengajian kitab kuning abah selalu berpesan untuk menjaga NKRI dan juga menjaga kesehatan diri sendiri. Abah memang sosok pengasub yang baik juga ramah pada santrinya.  Di jumat pagi ini pengajian tidak hanya ditujukan untuk santri namun juga pada masyarakat umum. So, selama jumat pagi selalu ramai. 

Ibu ibu Bapak bapakk telah ramai berbondong bondong menjuju pondok. Diawali dengan dzikir dan  pembacaan Sholawat Nabi dilangsunhkan . Abah pun mulai berceramah dan dilanjutkan untuk sholat dhuha berjamaah. Inilah moment yang di tunggu tunggu . Setelah sholat berjamaah kami akan makan bersama sama juga dengan masyarakat menggunakan talaman. Itu juga menjadi ciri khas pesantren . 

Teman kegiatanku tidak samapai sana saja lantas , aku mandi untuk bersiap ke kampus

Di kampus aku akan menjalani hidupku menjadi seorang mahasiswi yang aktiv dan kreativ. Pagi ini aku dan teman teman akan mengurus masalah ospek fakultas untuk adek adek maba 2018. Ya, aku menjadi salah satu panitia acara rutin ini. Fakultasku adalah fakultas tertua di kampus ini. Yakni FITK . Pukul 07.00 ini kami akan breafing untuk persiapan technikal meeteng bersama mahasiswa baru. 

Aku mengeluarkan si kecil roll on untuk bagian telapak tangan ku. Dengan si kecil aku lebih nyaman dalam pematangan acara ini. Pukul 08.00 pun telah dimulai. 

dokpri
dokpri
Adek adek sangat antusias dalam TM ini. Mereka dengan semakan meneriaki yel yel dan jargon Pbak Fakultas . Lanjut di tahap pendampiangan. Setiap kelompok memiliki 20 orang maba dan 2 pendamping. Aku menjadi pendamping kelompok 7 beesama mbak Rahmi. Kami mulai saling berkomunikasi dan bertanya jawab. Pukul 10.00 telah usai. Karena hari jumat panitia segera menutup acara. Teman teman laki laki segera bergegas ke masjd untuk mengikuti sholat jumat. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2