Mohon tunggu...
Rokhmah Nurhayati S.
Rokhmah Nurhayati S. Mohon Tunggu... Seorang yang sedang belajar menulis

pembelajar sejati

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Dengan Ngeblog, Saya Justru Banyak Belajar, termasuk Bahasa

15 Oktober 2020   13:06 Diperbarui: 16 Oktober 2020   08:53 84 9 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Dengan Ngeblog, Saya Justru Banyak Belajar, termasuk Bahasa
Ilustrasi manfaat ngeblog (doc: malangcitizen.com)

Saya memang bukan seorang penulis. Saya juga tidak mempunyai hobi menulis atau membuat catatan di buku harian. Hobi saya malah lebih condong pada kegiatan membaca. Membaca apa saja dari buku, koran, cerpen dan juga novel.  Makanya (dulu) sebelum saya berangkat ke Amerika untuk belajar, koleksi buku saya ada banyak banget sampai kebingungan mau ditaruh di mana buku-buku itu. Apalagi setelah orang tua saya meninggal dan terus rumah kami diwakafkan, akhirnya adik saya  berinisiatif untuk menampung semua buku-buku saya. 

Lucunya, saya sama sekali tidak suka dengan dunia tulis menulis. Kalau saya menulis yaa hanya sekedar memenuhi tugas sekolah atau kuliah yang seringnya saya kerjakan mepet dengan deadline. Akhirnya model nglembur itu yang saya lakukan untuk bisa menyelesaikannya.  Jadi persis istilah SKS (Sistem Kebut Semalam) tepat untuk saya. Rasanya mau menyelesaikan tugas lebih cepat dari hari H nya, kok sulit banget. Saya terus dibayangi ada materi atau buku-buku yang harus saya baca. Ditambah lagi ide atau topik apa yang mau saya tulis juga belum muncul. Makanya saya selalu menjadi salah satu peserta deadiliner.

Menariknya lagi di keluarga besar saya juga tidak ada satupun yang mempunyai hobi menulis. Kebanyakan malah budaya ngomong (bicara) lebih kuat. Maka ramailah kalau semua sedang berkumpul. Maklum kami dari keluarga besar, 9 bersaudara. Cuma saya saja yang sedikit pendiam, jadi pengalihan saya dengan mencintai dunia baca. Sayangnya saya tidak mempunyai hobi menulis untuk melengkapi dan menjadikan saya lebih produktif dengan karya. Jadi apa yang saya baca tidak berbekas dan hanya tertinggal di buku saja

Makanya jangan kaget kalau saya belajar menulis yaa dengan menulis di blog. Namun yaa itu tadi karena tidak punya hobi menulis dan tidak terbiasa membuat catatan harian atau diary, saya masih terasa berat dalam menekuni dunia tulis menulis. Dengan kata lain, saya masih kesulitan untuk menjadikan kegiatan menulis itu sebagai kegiatan saya sehari-hari. Padahal saya sudah lama bergabung di Kompasiana, tidak ada jaminan kalau saya sudah pinter menulis. Bener khan lamanya bergabung tidak menjamin mempunyai jam terbang yang tinggi.

Lha wong saya menulisnya saja moody banget, alias angot-angotan. Saya masih sering kesulitan untuk menemukan ide yang bagus dan gampang untuk ditulis.  Bagi mereka yang jeli, tentu akan dengan mudah menangkapnya. Mungkin naluri saya kurang peka untuk menangkap ide yang berserakan. Itu sebabnya saya jarang menulis, alias absen dari jagat Kompasiana. Jeleknya saya kadang absen dalam waktu lama. 

Masalah konsisten dan persisten ini yang belum saya punyai dalam dunia tulis menulis hingga sekarang. Maunya sih iya, tapi belum bisa diwujudkan. Boro-boro saya mau menyimpan ide yang bagus dan menundanya untuk menulis. Keburu hilang saya sendiri malah yang rugi. Iya tidak??

Jadi saya mungkin salah satu dari Kompasianer lama yang belum lulus belajar menulisnya. Sampai sekarang saya masih berjibaku dan berusaha untuk bisa menulis. Pelan sih progressnya, sehingga untuk membuat satu tulisan butuh waktu lama, alias berjam-jam. Untungnya kesibukan saya sudah banyak berkurang, gegara anak saya sedang merantau. Membuat saya tidak merasa berdosa berkutat cukup lama di depan komputer

Disisi lain dengan menulis di blog saya belajar merangkai kata sekaligus EYD. Karena tidak adanya hobi menulis plus jarang menulis mungkin terasa ide antar paragraph sering melompat-lompat atau bahkan idenya tidak sinkron. Belum lagi bahasa yang saya gunakan mungkin kaku, kurang luwes atau tidak bervariasi dalam penggunaan diksi, sehingga membuat tulisan saya kurang lincah dalam penggunaan kata-katanya. Saya sendiri memang tidak bisa menggunakan bahasa gaul, mungkin karena usia saya yang sudah beda jauh dengan kelompok milenial ini. 

Begitu sederhananya niatan saya untuk ngeblog, yaitu ingin terus belajar. Baik itu belajar menulis dan merangkai kata,  belajar penggunaan EYD, belajar menggunakan bahasa Indonesia yang benar, belajar untuk berbagi  sekaligus menambah pertemanan. Wow! banyak sekali sebenarnya yang bisa saya peroleh dari menulis dan bergabung di blog keroyokan "Kompasiana ini". Apalagi kalau mau rajin dan konsisten dalam berlatih menulisnya. Tentu saya bisa menjadi penulis yang hebat ya?? Ups! terlalu jauh saya berandai-andainya. Yang jelas, ada banyak sekali manfaat yang bisa saya peroleh dengan Ngeblog ini. Barisan manfaat tentunya masih bisa diperpanjang lagi buat mereka yang jeli dalam memanfaatkannya 

Coba kemana lagi saya mau belajar menulis secara langsung? Lewat kursus atau ambil kelas pun, ujung-ujung saya harus menulis. Kenapa tidak langsung ngeblog saja. Bisa menulis, berbagi dan memperbaiki pemakaian bahasa yang kurang pas. Bahkan mungkin bisa menggali potensi bisnis dan personal branding. Jadi setali tiga uang. Iya, tidak???

Mari kita terus ramaikan menulis di blog alias Ngeblog. Hal ini tidak lain sebagai penyaluran aspirasi dan jurnalisme warga. Tentunya sambil terus melakukan perbaikan disana sini sebagai upaya Self Improvement. Jadi dengan menulispun kita bisa  meningkatkan kualitas diri. 

VIDEO PILIHAN