Travel Pilihan

Petualangan ke Citarik, Pesantren Alam Pangrango

12 September 2018   05:32 Diperbarui: 12 September 2018   07:07 238 2 0
Petualangan ke Citarik, Pesantren Alam Pangrango
dok.pribadi

Matahari belum memancarkan sinarnya, ayam belum kuat untuk mengeluarkan kokok merdunya, tapi rutinitas harus langsung berjalan. Pagi itu, tanggal 19 Juli 2018, santri kelas 7 Pesantren Alam Pangrango mengadakan outing ke Sukabumi tepatnya di Sungai Citarik, Jawa Barat. 

Mereka berangkat pukul 03.30 menggunakan mobil elf bersama para fasilitator untuk menjadi pendamping mereka. Perasaan mereka saat ingin berangkat sangat campur aduk, bingung harus bahagia atau sedih. 

Sesampainya di sana, mereka mengadakan serangkaian acara. Ada arum jeram, flying fox dan juga paintball. Setelah mengetahui serangkaian acara tersebut, mereka sangat antusias untuk mengikuti outing Citarik ini.

Outbound yang pertama adalah arum jeram, dimana mereka benar-benar belajar banyak dari kegiatan tersebut. Arum jeram mengajarkan mereka untuk kerja sama tim dan selalu bersyukur. 

Outbound ini juga memberi ilmu baru bagi mereka yaitu cara mendayung. Cara mendayung itu sangat mudah, menurut Nailah, salah satu santri kelas 7 yang menjadi narasumber, "Cara mendayung sangatlah mudah, jika kita ingin maju dayungnya mundur, dan jika ingin mundur dayungnya maju" ujarnya.

Setelah asyik dengan permainan arum jeram yang membuat baju mereka basah, lanjut ke outbound yang kedua, yaitu paintball. Didalam permainan paintball, mereka dilatih lagi untuk bekerja sama, mengatur strategi, dan melatih sikap berani dari para santri. 

Permainan paintball ini membutuhkan 2 kelompok, mereka dibagi menjadi kelompok tim loreng dan tim hitam. Permainan berlangsung sangat seru dengan ramainya suara tembakan. Permainan berhenti ketika peluru habis dan bendera kelompok lawan sudah dikibarkan. Akhirnya pemenangpun ditemukan. 

Tim hitam adalah pemenangnya, dengan strategi yang matang dan skill menembak yang memumpuni membuat team hitam menjadi juara. Skill menembak dari team hitam dan jiwa leadershipnya sudah terlihat baik, menurut wawancara kepada salah satu fasilitator Pesantren Alam Pangrango yang juga bergabung dalam tim hitam, "Cara menjadikan tim hitam menang adalah kita harus melihat medan, melihat lawan, pintar mencari tempat persembunyian dan yang paling penting adalah kerja sama dalam tim" jelasnya dalam wawancara pada (3/8/18). 

Cara menembak agar tepat pada sasaran juga dijelaskan oleh salah satu tim hitam, "Pertama kita harus memiliki senjata, lalu kuncinya dibuka kemudian lihat sasaran tarik pelatuk dan tembak. Kuncinya yang jelas harus fokus dan tenang, InsyaAllah pasti bisa," ucapnya.

Mereka kembali melanjutkan permainan yang akan menjadi penutup yaitu flying fox. Dimana pada permainan ini terlihat sekali banyak yang takut untuk mencoba. Ada yang menangis, gemetar seluruh tubuh dan lain sebagainya, tapi hebatnya walau mereka takut, mereka tetap mencoba melawan rasa takutnya, sehingga mereka semua mampu menaiki flying fox. Bahkan banyak diantara mereka ingin lagi menaikinya.

Hari semakin gelap, rasanya sudah habis waktu mereka untuk bermain-main, kini waktunya memberi salam perpisahan kepada Citarik yang sudah memberikan banyak pengalaman dan pelajaran baru bagi santri kelas 7 Pesantren Alam Pangrango. Tepat pada pukul 7 malam, santri kelas 7 sampai di Pesantren Alam Pangrango dengan membawa segudang cerita yang penuh suka cita.

 Sekitar 8 jam setelah istirahat panjang, santri kelas 7 kembali bangun dan memulai aktifitasnya