Mohon tunggu...
Nur Fitriani
Nur Fitriani Mohon Tunggu... Hi Fellas !

Hi Fellas !

Selanjutnya

Tutup

Keamanan

Palestina Melawan Pandemi Covid-19

20 Juni 2021   13:39 Diperbarui: 20 Juni 2021   14:28 34 2 0 Mohon Tunggu...

Palestina telah mengikuti serangkaian standar dan prosedur global untuk mengatasi pandemi. Langkah awal yang diambil oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas langsung bertindak tegas dan menyatakan bahwa dalam keadaan bahaya ketika muncul kasus pertama di Palestina, dan menyerahkan kewenangannya kepada Dr. Mohammed Shtayyeh, untuk menanggulangi masalah COVID-19 Ini. Ada beberapa langkah yang dilakukan yaitu :

  1. Persiapan : Pemerintah Palestina mulai mempersiapkan penanganan COVID-19 setelah kasus pertama dilaporkan secara global. Pemerintah Palestina menyiapkan rencana tanggap darurat pada akhir Februari dan telah bekerja dengan mitra lokal dan internasional untuk memobilisasi profesional dan fasilitas kesehatan di seluruh kota dan membekali mereka dengan pelatihan, peralatan pelindung, pasokan medis, dan obat-obatan yang diperlukan.
  2. Penahanan dan penindasan : GoP menahan wabah virus melalui pengujian dan karantina dan pembatasan pergerakan warga. Pemerintah memiliki fasilitas karantina di masing-masing provinsi dan melakukan pengujian di Laboratorium Kesehatan Pusat. Individu yang diduga terserang virus COVID-19 akan dikarantina di rumah sampai membaik atau mereka dinyatakan negatif terhadap virus, semua pelancong yang datang ditempatkan di suatu tempat untuk menjalani karantina pemerintah selama dua minggu. Individu dengan sampel positif atau gejala dirawat di rumah sakit pemerintah. Ada unit kontak dan pelacakan di setiap wilayah.
    3.Penjangkauan kesehatan masyarakat : Pemerintah Palestina segera meluncurkan kampanye komunikasi terkoordinasi nasional, menyampaikan pembaruan kesehatan masyarakat dan situasi kepada warga melalui mekanisme nasional dan lokal di berita, Facebook, dan Twitter. Kampanye ini mencakup dasbor pelacakan COVID-19 pemerintah dan kolaborasi dengan halaman media sosial yang berfokus pada penanganan informasi yang salah.
    4.Langkah-langkah transparansi : PMO memberikan pengarahan dua kali sehari melalui media nasional, termasuk pembaruan tentang kasus COVID-19 dan pedoman pemerintah untuk warga.
    5.Koordinasi regional : GoP mengkoordinasikan tanggapan COVID-19 dengan Yordania dan Israel.

Dengan langkah langkah tersebut, Palestina berhasil menekan jumlah kasus positif di negaranya, namun memang sangat diragukan apakah Palestina akan bertahan ketika ada outbreak lagi di kawasannya apakah mereka dapat melawannya.Dikarenakan kelemahan Palestina dalam kapabilitas kesehatan negaranya, akibatnya pada September - Desember 2020 terjadi peningkatan kasus yang signifikan dimana Palestina mendapati kasus positif COVID-19 dan kasus kematian yang terus meningkat, dan palestina akhirnya memperketat kebijakan-kebijakannya sehingga berhasil membuat penurunan kasus yang cukup signifikan, namun sekitar 1 bulan dari turunnya kasus tersebut terjadi peningkatan yang sangat signifikan lagi, hingga maret 2021.

Pada maret 2021 ketika Pandemi COVID-19 kembali menyerang Palestina, Pemerintah Palestina sangat membutuhkan bantuan dari luar negeri, khususnya sangat minimnya ketersediaan jumlah vaksin yang dapat diberikan ke warga negaranya, akhirnya Palestina dibantu oleh PBB dalam mendistribusikan vaksin ke Palestina tetapi tentu saja membutuhkan waktu agar Palestina dapat menerima vaksin dengan jumlah yang besar. Palestina sudah melakukan yang terbaik bagi negaranya bahkan terbilang negara dengan kasus yang cukup kecil, namun tetap dikatakan krisis akan pandemi karena kelemahan dalam kapabilitas kesehatannya oleh karena itu Palestina akan lebih memfokuskan meminta bantuan ke luar negeri dan memperketat kebijakan dalam menanggulangi COVID-19 dan menjaga protokol kesehatan di negaranya.

Sumber : 

VIDEO PILIHAN