Suprihati
Suprihati Pembelajar alam

Penikmat coretan ringan dari dan tentang kebun keseharian. Blog personal: https://rynari.wordpress.com/

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Artikel Utama

Bias Makna Siklus "Ucap, Dengar, Tirukan" dalam Penamaan Tanaman

7 September 2018   22:06 Diperbarui: 8 September 2018   12:05 1731 15 9
Bias Makna Siklus "Ucap, Dengar, Tirukan" dalam Penamaan Tanaman
Bias Azalea - Saliyah (dok pri)

"Bunga yang berwarna merah jambu menyala itu namanya Saliyah", "Kalau perdu berbuah bulat telur dalam pot itu buah renda" , pagar tanaman di ladang kami adalah barisan kalireside atau kleresede"

Tanaman Saliyah, buah renda maupun keresede akan sulit dicari maknanya dalam kamus tanaman. Penamaan yang sering diucapkan oleh pedagang tanaman ataupun penduduk setempat. Tentunya tidak mengacu pada prinsip nama ilmiah atau nama latin tumbuhan.

Tentunya kita masih ingat dengan permainan dengar teruskan ke teman melalui bisikan. Selang lima pemain apa yang diucapkan sudah berbeda dengan apa yang didengar. Terjadi bias dalam siklus ucap-dengar-tirukan. Komunikasi lisan yang riskan dengan bias informasi.

Jangankan dalam komunikasi lisan. Pada komunikasi tertulis, melalui siklus baca-cerna-tulis-baca dan seterusnya tetap berpeluang terjadi bias informasi. Semisal dalam penafsiran maupun penyalinan kata.

Ini semata tentang bias murni dalam siklus ucap-dengar-tirukan. Tanpa muatan pembelokan makna ataupun pemelintiran kata. Semata bias siklus ucap-dengar-tirukan dalam penamaan tanaman. Mari ikuti kisahnya.

Azalea dan Saliyah

Kembang Azalea, sosoknya sangat sederhana. Tanaman ini termasuk keluarga Ericaceae, genus Rhododendron. Azalea berkembang di Asia Timur dan Amerika Utara. Untuk Azalea Asia, tanaman ini rajin berbunga, menghijau sepanjang tahun.

Bias Azalea - Saliyah (dok pri)
Bias Azalea - Saliyah (dok pri)
Warna bunganya bervariasi dari merah, ungu, putih, pink hingga kuning. Jenis yang banyak dijumpai adalah yang berwarna pink, putih, keunguan dan merah. Melalui pemuliaan tanaman dirakit aneka variasi hibridanya dengan hasil kombinasi warna memikat.

Sering di jumpai di daerah pegunungan sehingga ada juga yang menyebut mawar gunung. Tumbuh subur pada daerah dengan ketinggian >1000mdpl, mampu beradaptasi di daerah ketinggian sedang. Bagi penggemar Azalea, tanaman ini bisa ditanam di halaman sempit maupun pot.

Nah, kalau sahabat Kompasiana mencari tanaman kembang Azalea di penjual bibit bunga, bisa bertanya dengan nama Azalea ini. Namun beberapa penjual bibit tidak langsung mengerti. Beberapa penjual bibit menyebutnya dengan nama Saliyah.

Saliyah.. saya coba merunutnya.. Oh pengaruh dengar lalu sebut dengan sedikit meleset. Mari coba simak. "Ibu ada Azalea?" "oh azalea...l alu zalea.." Beda pendengaran telinga ditirukan zalia. Lanjut Saliyah... Saliyah mawar gunung yang cantik.

Buah renda alias Carissa carandas sinonim Carissa congesta

Seorang sahabat menanyakan tentang buah renda. Berbekal kata kunci buah renda perburuan dimulai. Menemukan gambar tanaman yang mirip dengan koleksi foto tanaman yang saya temui dan belum tahu namanya, sehingga tambah semangat.

Buah renda dikawal duri (bias C.carandas) (dok pri)
Buah renda dikawal duri (bias C.carandas) (dok pri)
Menemukan sinonim nama lokal buah renda dengan sebutan krendang. Bermodalkan kata kunci buah renda, krendang, karendang dan muncullah Carissa carandas sinonim Carissa congesta yang sangat mirip dengan tanaman yang fotonya saya miliki.

Penulisan kata kunci dengan nama ilmiah (umum menyebut latin) sungguh membantu pencarian dengan kesahihan yang lebih tinggi.

Penjelasan C. carandas merujuk asal dari pegunungan Himalaya sehingga sering disebut bunga India (Flowers of India). Memiliki nama umum karonda, karanda, kerenda (Malaysia), nam phrom atau namdaeng di Thailand; dan caramba, caranda, caraunda serta perunkila di Filipina. Tanaman ini memiliki buah dengan banyak kegunaan sebagai tanaman obat.

Menyimak lebih lanjut terkesima dengan potensi tanaman ini sebagai biofarmaka diantaranya: Buah muda sebagai anti diabetik; sering dipergunakan sebagai obat herbal di India; anti bacterial; hingga anti kanker. Menyadari konten ini di luar ranah kemampuan, silakan dicermati sumber-sumber asli dan dikaji dengan jeli.

Imajinasi saya mengatakan bukankah dari pengucapan C. carandas terdengar seperti buah renda, krenda eh krendang atau karendang. Budaya siklus ucap -- dengar -- tirukan -- didengar lalu diucapkan -- didengar pihak selanjutnya memungkinkan bias.

Mendengar pengucapan nama tanaman oleh pedagang tanaman hias juga sangat mengasikkan makin lama makin banyak ragam ucap sesuai pendengaran masing-masing. Dari salah satu web didapatkan nama lokal lain yaitu buah Samarinda.

Gliricidia dan kalire side hingga kleresede

Gliricidia merupakan genus dari tumbuhan sejenis perdu dari kerabat polong-polongan. Biasa digunakan sebagai pagar hidup maupun tanaman peneduh. Tumbuhan ini memiliki sebutan kerside, hingga sliridia, liriksidia, sirida (Jw.)

liriksidia bias pagar gliricidia (dok pri)
liriksidia bias pagar gliricidia (dok pri)
Luar biasa dari kata ucap gliricidia, didengar lalu diucapkan kembali muncul sebutan yang semula mirip sliridia, kalireside, kleresede hingga yang cukup unik liriksidia.

Tumbuhan ini bersifat multiguna. Sebagai tanaman pagar secara berkala dapat dipangkas baik sebagai pakan ternak maupun dikomposkan menjadi penyubur tanah. Akarnya mampu mengikat tanah sehingga lebih tahan terhadap erosi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2