Novi Jauhari
Novi Jauhari

Hanya wanita biasa yang ingin berkarya lewat tulisan.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cintaku Penghantar Penutup Usiaku

13 Februari 2018   23:09 Diperbarui: 13 Februari 2018   23:20 444 2 0

Isak tangisku terhenti ketika darah segar menempel di tissue yang kupakai untuk mengelap hidungku.

Ku ambil tissue baru seolah darah tadi berasal dari tissue yang kupakai, berharap tidak ada darah di hidungku.

Ku coba mengelap hidungku lagi, tetapi noda darah kembali muncul di tissue baru yang kupakai.

"Apa ini?? Kenapa ada darah di hidungku??" batinku berbicara.

Aku beranjak dari tempat tidurku menuju kaca untuk melihat keadaan hidungku.

Oohh...ternyata aku mimisan, tapi darah yang keluar dari lubang hidungku tidak banyak. Hanya saja warna darah segar yang kulihat membuatku sempat panik tadi. Ditambah aku sudah lama sekali tidak pernah mimisan. Seingatku terakhir aku mimisan saat SD, itupun entah kelas berapa aku sudah tidak ingat, sedangkan sekarang usiaku sudah 28tahun.

Aku duduk di pinggir tempat tidurku sambil menunduk dan membersihkan darah di lubang hidungku. Lalu aku merasa ada yang mengalir ke tenggorokan ku. Aku coba mengeluarkan cairan yang ada di tenggorokan ku. Dan darah kental muncul banyak sekali seolah tak habis-habis.

Mengapa mimisan ku banyak sekali yang mengalir ke tenggorokan?? Aahh...entahlah...

Aku keluarkan sampai bersih darah yang mengalir di tenggorokanku. Ada yang darah segar, ada pula gumpalan darah berwarna merah hati.

Setelah aku merasa tak ada lagi darah di hidung maupun tenggorokanku, aku kembali berbaring. Aku ambil minyak kayu putih dan kuoleskan di keningku. Aku merasa lemas.

Pikiranku masih terheran-heran mengapa aku bisa mimisan.

Tubuhku terasa lemas sekali, tapi aku tak kunjung bisa tidur. Pikiranku kembali menerawang, kembali pada sosok pria yang dulu amat kucintai, tetapi itu hanyalah tinggal kenangan.

Sosok yang sudah menghilang bertahun-tahun, sosok yang sudah ku kubur di dasar hati yang paling dalam bersama semua kenangan indah maupun pahit, sosok yang hampir bisa kulupakan. Dan tiba-tiba ia kembali muncul di kehidupanku yang sudah tak sendiri. Aku masih tak percaya dan bingung, mengapa Tuhan membiarkan sosok itu kembali ke kehidupanku. Untuk apa??

Aku ambil hp ku, aku buka daftar panggilan masuk. 

Kulihat ada no hp yang tak asing bagiku. No hp yang dulu rutin meneleponku pagi, siang dan malam.

Ku teringat percakapan singkat kami.

"Hallo Rin... Apa kabar?" suaranya terdengar ringan seperti dulu.

"Baik..." jawabku singkat dengan perasaan tak menentu.

"Lagi apa? Masih ingat aku?" dia bertanya tanpa tahu bagaimana perasaanku saat ini, tanpa beban seolah seperti teman lama.

"Lagi di rumah aja. Masih..." jawabku tetap singkat dan terkesan kaku.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5