Mohon tunggu...
Norman Meoko
Norman Meoko Mohon Tunggu... Lainnya - Penulis

Menulis Tiada Akhir...

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Sekali Lagi Katakan dengan Bunga...

25 Juli 2021   12:00 Diperbarui: 25 Juli 2021   12:16 64 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sekali Lagi Katakan dengan Bunga...
 Dul (kiri) penjual tanaman di kawasan Serab Depok Jawa Barat. (Foto: Norman Meoko)

                                                       

Pandemi Covid-19 tanpa disadari telah mengubah segala hal. Kerja dari rumah atau istilah kerennya work from home (WFH) menambah penggalan cerita di balik keseharian para pemburu rupiah di Ibu Kota. Aturan perlu surat tanda registrasi pekerja (STRP) untuk melaju ke sudut-sudut jalan Jakarta membuat semuanya kembali ke titik nol. Ya akhirnya memang bekerja dari rumah. May dikata apalagi. Titik!

Perubahan akibat wabah virus berbahaya itu tanpa disadari melahirkan hobi dadakan. Salah satunya adalah tiba-tiba si ayah gandrung memelihara tanaman agar rumah yang mungkin kelihatan ciamik. Biasanya di kantor bergelut dengan komputer atau laptop tetapi kini akrab dengan yang hijau-hijau alias tanaman dan bunga. Sedap dipandang dan membuat hati terhibur.

Tetangga saya. Namanya Mas Wawan mengaminkan hal itu. Dulu, rumahnya yang persis di depan saya jarang tanaman tetapi kini di saat pandemi Covid-19. Namun kini banyak bergelantungan tanaman pelbagai jenis. Ada Aglaonema: tanaman hias popular dari suku talas-talasan atau Araceace. Habitat asli tanaman ini adalah di bawah hutan hujan tropis, tumbuh baik pada areal dengan intensitas penyinaran rendah dan kelembabab tinggi.

"Lumayan cari suasana baru mas," kata Mas Wawan yang sehari-hari bekerja di Kawasan industri Pulo Gadung, Jakarta Timur. Tetapi kini terpaksa harus work from home (WFH).

Tak cuma Aglaonema yang ditanam pria asli Jagakarsa, Jakarta Selatan yang kini menetap Sukmajaya Depok. Ia juga menanam  janda bolong alias Monstera bahasa Latinnya. Ada deretan tanaman lainnya. Mas Wawan bahagia dengan semua itu. Kejenuhan bekerja dari rumah terhapus dengan maraknya tanaman-tanaman tersebut. Di samping sang istri dan tiga anaknya yang masih kecil-kecil.  

Peluang tanaman itu menjadi berkah setidaknya buat sahabat saya. Dia lebih suka dipanggil Dul. Pria dari Cirebon Jawa Barat itu kini terdampar di Kawasan Serab Depok. Ia menapaki hidup bersama istrinya dengan menjual pelbagai tanaman. Sebagian tanaman yang dijualnya dipasok dari Ciapus, Bogor.  

Anda boleh piawai dalam segala hal tentang dunia ini. Tapi - maaf - soal tanaman atau bunga nanti dulu. Saya pun harus belajar dari nol mengenai dunia pertanaman. Dan Dul inilah sahabat sekaligus guru saya dalam soal tanam-menanam bunga apapun jenis tanamannya.

Usia Dul belum 30 tahun tetapi tangannya apik dalam soal tanaman. Saya belajar stek tanaman dari pria baik hati ini. Setiap saya sambangi tempat tinggal sekaligus tempat dia menjajakan tanaman pelbagai jenis, selalu diajak berkeliling. Satu per satu tanaman diperlihatkan termasuk tanaman yang sedang naik daun seperti janda bolong alias Monstera bahasa Latinnya.

Ia juga memperlihatkan tanaman Aglaonema lalu bunga seruni atau Krisantemum terus bunga keladi dan tapak darah atau Catharanthus Roseus. Banyak macam dah pokoknya!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN