Mohon tunggu...
Nisrina Khairunnisa
Nisrina Khairunnisa Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi

cogito ergo sum -Descartes-

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Teknologi Informasi dan Komunikasi

30 Juli 2021   13:25 Diperbarui: 30 Juli 2021   13:44 100 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Teknologi Informasi dan Komunikasi
Ilmu Alam dan Teknologi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Anthony

Kita sering mendengar istilah teknologi apalagi di era disrupsi ini teknologi yang berkaitan dengan informasi dan komunikasi sudah tidak asing di telinga kita. Sebetulnya apa sih teknologi itu dan bagaimana kaitannya dengan kehidupan manusia. Menurut pendapat saya, teknologi merupakan suatu cara dalam menciptakan sesuatu yang dapat membuat aktiftias manusia lebih mudah. Dengan demikian, melalui teknologi manusia dapat melakukan suatu kegiatan dengan lebih nyaman dan bahkan lebih  cepat. Dahulu, manusia berkirim pesan melalui surat dan dikrimkan oleh petugas pos dan jika kita tidak mengenal teknologi dibidang informasi dan komunikasi, kemungkinan di tahun 2021 ini kita masih mengirimkan pesan melalui surat. Dengan teknologi, manusia berinovasi menciptakan suatu alat yang dapat memudahkan manusia dalam berkirim pesan, hal ini dapat kita rasakan sekarang, kita bisa terhubung dan mengirim pesan dengan semua orang di dunia ini tanpa ada masalah dengan ruang dan waktu.

Banyak manfaat yang bisa kita rasakan melalui teknologi informasi dan komunikasi ini, sebagai contoh dibidang pendidikan, pengalaman belajar di masa pandemi Covid-19, yang mengharuskan kegiatan pembelajaran dilaksanakan di rumah secara online. Bisa kita bayangkan jika di saat pandemi Covid-19 ini manusia masih menggunakan teknologi lama, tanpa internet, tanpa handphone maka kegiatan pembelajaran tentunya tidak akan dapat berlangsung. Manfaat lain juga dapat kita rasakan seperti misalnya kita dapat mengakses informasi yang kita butuhkan dengan mudah di internet.kita dapat mengunggah dokumen apapun yang kita inginkan dan kapan pun kita mau. Keunggulan teknologi dibidang informasi dan teknologi ini adalah kita bisa memperoleh informasi yang beragam, lain halnya dengan teknologi cetak atau majalah, kita harus membeli beberpapa majalah untuk topik yang berbeda.

Teknologi informasi dan komunikasi, selain memberikan manfaat tentu saja terdapat dampak negatif. Salah satunya adalah merubah cara orang dalam berkomunikasi, kita bisa melihat bagaimana sekarang orang dengan mudahnya mencurahkan isi hatinya pada akun jejaring sosialnya, mudah mengucapkan ujaran kebencian dan mudah untuk membagikan informasi tanpa melakukan pengecekan kebenaran dari informasi yang diterimanya. Selain itu mudahnya akses informasi berbahaya bagi anak-anak di bawah umur, mereka bisa dengan mudah mengakses situs dewasa, dikutip dari www.kominfo.go.id bahwa pemerintah memblokir lebih dari satu juta situs porno. Selain situs pornografi, Kementerian Kominfo telah memblokir sebanyak 8.903 akun facebok dan instagram yang memuat konten negatif. Sesuai dengan Undang-Undang No 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, terdapat 12 kelompok konten yang dikategorikan sebagai konten negatif. Kategori konten negatif itu antara lain, pornografi/pornografi anak, perjudian, pemerasan, penipuan[1]. 

 

Salah satu sikap agar kita siap dalam menghadapi teknologi informasi dan teknologi yang semakin pesat ini adalah dengan meningkatkan literasi digital. Literasi digital lebih banyak dikaitkan dengan keterampilan teknis mengakses, merangkai, memahami, dan menyebarluaskan informasi[2]. Menjadi literat digital berarti dapat memproses berbagai informasi, dapat memahami pesan dan berkomunikasi efektif dengan orang lain dalam berbagai bentuk. Dalam hal ini, bentuk yang di.maksud termasuk menciptakan, mengolaborasi, mengomunikasikan, dan bekerja sesuai dengan aturan etika, dan memahami kapan dan bagaimana teknologi harus digunakan agar efektif untuk mencapai tujuan. Termasuk juga kesadaran dan berpikir kritis terhadap berbagai dampak positif dan negatif yang mungkin terjadi akibat penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari[3]. 

Dengan literasi, kita menjadi cerdas dalam menghadapi perkembangan teknologi, terlebih kita dapat memilah dan memilih mana yang dapat bermanfaat bagi kita dan menjadikan teknologi informasi untuk menambah wawasan berdasarkan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannnya.  

[1] https://www.kominfo.go.id/content/detail/20351/kominfo-blokir-lebih-dari-satu-juta-situs-porno/0/sorotan_media

[2] Suhardi Dikdik dkk, Materi Pendukung: Literasi Digital (Jakarta: Tim GLN Kemdikbud, 2017), hal. 7

[3] Suhardi Dikdik dkk, Materi Pendukung: Literasi Digital (Jakarta: Tim GLN Kemdikbud, 2017), hal.4

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN