Mohon tunggu...
Khairunisa Maslichul
Khairunisa Maslichul Mohon Tunggu... Profesional

Improve the reality, Lower the expectation, Bogor - Jakarta - Tangerang Twitter dan IG @nisamasan Facebook: Khairunisa Maslichul https://nisamasan.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Belajar dari 2020, Berharap pada 2021

17 Januari 2021   04:36 Diperbarui: 17 Januari 2021   05:38 97 8 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Belajar dari 2020, Berharap pada 2021
Mari semakin banyak berbagi di tahun 2021 ini agar pandemi tak terasa terlalu membebani diri (Ilustrasi: wallsheaven.co.uk)

Awal tahun 2020 lalu, banyak orang, termasuk saya, menyusun sederet daftar rencana sepanjang tahun. Salah satunya yaitu bisa rutin mengikuti kegiatan komunitas di Kompasiana.  Ternyata, pandemi Covid-19 yang meluas di Indonesia sejak Maret 2020 membuat aktifitas di luar rumah tak lagi leluasa.

Pengalaman itu menyadarkan saya bahwa manusia boleh berencana, tapi (tetap) Yang Maha Esa yang berkuasa. Saya ingat betul, kegiatan blogger gathering secara offline yang saya ikuti yaitu terakhir pada Februari 2020. 

Sudah hampir setahun ya ternyata, duh kangennya! Setelah itu, pemberlakuan work from home membuat (hampir) semua kegiatan sehari-hari berlangsung secara online.

Kenyataan itu sempat membuat saya sempat kecewa.  Tujuan saya untuk bisa lebih sering mengikuti kegiatan kopi darat Kompasiana beserta komunitasnya yaitu ikut berpartisipasi sekaligus bersilaturahmi dengan sesama rekan Kompasianer plus para mbak dan mas admin. 

Terlebih lagi, beberapa pengurus komunitas di Kompasiana adalah teman lama sejak saya pertama kali aktif di Kompasiana pada tahun 2014 lalu yaitu antara lain Mbak Dewi Puspa (admin Komik) dan Pak Agung Handoyo (admin Ketapels).

Memang saya dan mereka tetap saling berkomunikasi via media sosial maupun pesan di WA.  Namun, tentunya hal itu tak dapat menggantikan pertemuan tatap muka.  Saya bahkan sempat mengagendakan untuk hadir di Kompasianival 2020 agar bisa ngobrol bareng lagi dengan para Kompasianer.

Tapi apa boleh buat karena pandemi melanda.  Kompasianival 2020 pun harus menjelma secara maya dahulu karena pandemi. Saya senang ketika beberapa sahabat Kompasianer turut mengisi acara di Kompasianival 2020 sebagai perwakilan dari komunitas mereka masing-masing.

Belajar mengikhlaskan menjadi pelajaran terbesar saya di tahun 2020.  Kita, terutama saya, seringkali lupa bahwa tak ada yang pasti dan abadi di dunia ini.  Kepastian dan keabadian itu menjadi hak (mutlak) Ilahi yang tak satu pun manusia bisa mengubahnya, seberkuasa apapun dirinya.

Setelah berdamai dengan diri sendiri dan keadaan di pertengahan tahun 2020 lalu, okelah kalau begitu.  Saya tak boleh kalah dan menyerah dengan pandemi yang membuat kondisi hidup (terasa) parah.  Kalau hidup lurus dan lancar terus mirip jalan tol, kapan dong kita belajar dari tantangan hidup yang mendewasakan?

Jadilah saya memodifikasi rencana sebelumnya.  Ini pun berlaku untuk kegiatan di Kompasiana.  Saya pun mencermati satu demi satu kegiatan online Kompasiana dan komunitasnya, tak terkecuali giveaway (GA) event via media sosial. Semangat saya untuk ikut GA pun semakin besar saat melihat ada manfaat yang bisa diterima banyak orang dengan berpartisipasi dalam event tersebut (lebih dari sekedar mengejar hadiah GA).

Sebelum pandemi, saya tidak pernah mengikuti GA event di media sosial, termasuk via Instagram.  Alasannya sih karena saya jarang update di media sosial. Cek dan posting terbaru di media sosial itu dulu lebih karena faktor kewajiban (baca: tuntutan pekerjaan dari para klien) hehehe...

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x