Edukasi

Waspada dan Kenali Anak Di-Bully di Internet

14 Juni 2018   10:25 Diperbarui: 14 Juni 2018   10:35 356 0 0

Buat kalian generasi milenial pengguna gadget ataupun sosial media yang aktif seharusnya tak asing dengan kata cyberbullying. Cyberbullying merupakan sebuah aksi intimidasi seseorang terhadap orang lain melalui smartphone, komputer, tablet, dan lain-lain. Biasanya di sampaikan melalui platform komunikasi digital, seperti sosial media, SMS, chatting, website,  dan sebagainya

Sebernarnya apapun yang kita lakukan di sosial media seharusnya kita dapat berperilaku dengan baik dan tidak boleh menyebarkan rumor, gosip, ataupun berita kebohongan kepada publik, apabila sampai berdapak merugikan seseorang, karena itu dapat dikategorikan sebagai cyberbullying.

Cyberbullying itu hanya berlaku untuk anak-anak di bawah usia 18 tahun. Jadi apabila dalam sebuah kasus pelaku maupun korban ada yang sudah dianggap dewasa atau lebih dari 18 tahun, maka kasus tersebut dikategorikan bukan  cyberbullying melaikan cybercrime atau cyberstalking.

Sebenarnya, apa saja sih tanda-tanda korban yang mengalami cyberbullying? Antaranya adalah sebagai berikut :

Perubahan Emosi Waspada jika anak yang biasanya ceria dan punya banyak teman tiba-tiba berubah. Jadi pendiam, tertutup, dan murung. Bunda dan ayah mungkin menganggap dia sedang galau, tapi itu harus digali.

Menghindari Kerumunan Anak mulai enggan pergi atau diajak ke tempat-tempat yang ramai. Sebab, dalam ingatannya, dia merasa trauma karena terjebak di kerumunan pelaku bullying.

Perubahan Fisik Pakaian sering robek atau kotor, ada lebam atau memar di badan, dan barang-barangnya sering hilang. Ketika ditanya, jawabannya tak jelas. Jika demikian, jelas ada sesuatu yang disembunyikan. Entah sudah menjadi korban bullying atau baru diancam sehingga tidak berani bercerita.

Mogok Sekolah Anak usia SMP umumnya bersemangat ke sekolah dan bertemu teman-temannya. Tentu aneh jika anak tiba-tiba enggan. Tapi, faktor ini perlu didukung faktor yang lain.

Keluhan Fisik Misalnya, sakit perut, mual, dan pusing. Itu merupakan efek dari tekanan psikologis.

Berganti Teman Tiba-tiba ganti anggota geng dan teman dekat. Bisa jadi karena di-bully teman di kelompok yang lama, atau dipaksa masuk ke geng baru yang mungkin membuatnya tidak nyaman. Semua perlu ditelusuri.

Selain korban, ini tanda-tanda pelaku cyberbullying.  

Susah Dikendalikan Pelaku cyberbullying cenderung tidak punya aturan dan tak mengenal rasa takut. Dia cenderung dominan di antara teman-temannya.

Menurun dari Orang Tua Karakteristik pelaku dibentuk dari orang tua dan lingkungannya. Misalnya, orang tua yang terbiasa berbicara keras di rumah bisa memicu anak untuk melakukan kekerasan verbal kepada teman.

Tidak Pede Sebetulnya, pelaku bullying adalah anak yang kurang percaya diri. Namun, dia tidak ingin terlihat lemah. Karena itu, dia melakukan kekerasan untuk mendapat pengakuan dari teman-temannya. Dia juga tidak pernah mendapat apresiasi atas semua capaiannya.

Hati-hati, cyberbullying sering kali berawal dari sekedar candaan yang terlalu menyerang dan terjadi berulang-ulang.

Jangan pandang sepele, kalau tak mau di anggap sebagai pelaku cyberbullying, atau malah menjadi korban cyberbullying. Pikirkan dua kali sebelum anda mempublikasikan tulisan anda pada sosial media.