Mohon tunggu...
Ninda N Ainundita
Ninda N Ainundita Mohon Tunggu... Mahasiswa

Nyctophile dan Selenophile

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Penyebab Kita Sering Lupa

20 Februari 2020   18:49 Diperbarui: 20 Februari 2020   18:49 27 2 0 Mohon Tunggu...

Kadang kala bahkan bisa sering terjadi kita mengeluh lupa meletakan barang dimana, hal-hal sepele seperti meletakan kunci motor atau kunci rumah.

Tetapi, ada juga orang yang memiliki daya ingat yang luar biasa, seperti contohnya mengingat saat pagi hari gerakan pertama yang dilakukan oleh tubuh. Atau orang-orang yang dapat mengingat serta menghafal kalimat yang dibaca hanya dalam waktu beberapa menit saja.

Sebenarnya, apa sih penyebab kita sering lupa? Selain faktor usia yang memperngaruhi, faktor apa lagi?

Sebelum itu, bagaimana proses informasi dalam otak kita?

Menurut Solso (1979) model pemrosesan informasi sederhana, yaitu pertama dengan sistem sensorik, kemudian transduksi setelah itu tahapan sensor oleh ikonik (mata) dan echonik (telinga) setelah itu baru di teruskan pada CNS (otak), dalam otak diproses sebagai memori dijadikan informasi kemudian memerintahkan fisik untuk bergerakd---enomena eksternal (energi fisik).

Selanjutnya menurut bapak dosen matakuliah Pengembangan Kemampuan Kognitif menjelaskan terjadinya pemrosesan informasi sebagai berikut.

Sensorik meliputi ke-5 indra kita itu menjadi memori sensor memiliki fungsi yaitu gerakan sengaja dan tidak sengaja. Maksimal menangkap hanya 12 ikon dalam waktu 1/4 detik. Dalam tahap ini, apakah ada kemungkinan untuk lupa? Tentu, bisa dengan forget, inforloss (informasi yag hilang), decay, dan kegagalan konsolidasi.

Setelah masuk dalam memori sensor dilanjutkan dengan Short Tern Memory memiliki fungsi storenge. Menangkap 7 ikon dalam waktu 30 detik. Memiliki kemungkinan untuk lupa dengan forget, decay atau sengaja lupa, biasanya kepada ikon-ikon yang dianggap tidak penting.

Proses selanjutnya yaitu Long Tern Memory memiliki fungsi menggunakan kembali informasi yang telah didapat sebelumnya, seperti prosedur (menggerakan badan, cara menulis, berbicara, dan sebagainya) dan Ekspisit (sematik---berhubungan dengan orang lain, dan episodik).

Dalam Long Tern Memory juga bisa terjadi kegagalan informasi, seperti hilang atau forget, decay, amnesia (dibagi menjadi 2, yaitu : retro aktif : amnesia yang telah diingat tetapi bisa dibangun kembali, dan tidak mampu membangun kembali memori yang telah hilang) sengaja lupa, intereferensi (apa yang digunakan diganti dengan sesuatu yang baru) dan inter value (kegagalan dalam menyandingkan sesuatu atau mengambil kembali atau keliru dalam mengambil informasi).

Lalu bagaimana cara agar kita tidak sering lupa? Yaitu debgan latihan, pengulangan atau diulang. Bisa juga dengan teknik memori, yang dibagi menjadi empat, yaitu : metode loci, key word method, verbal techique (akronim/acrotik) dan mengganti nama.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x