Mohon tunggu...
Nikmatul Sugiyarto
Nikmatul Sugiyarto Mohon Tunggu... Tutor - Tutor

Berekspresi tanpa batas

Selanjutnya

Tutup

Politik

Ikan Salmon Pilihan Ibu untuk Anaknya, Ganjar Pilihan Rakyat untuk Indonesia

1 Oktober 2022   17:32 Diperbarui: 1 Oktober 2022   17:47 274 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar : Google

Ikan salmon memang jenis ikan yang sedang digandrungi ibu-ibu. Di era modern kecanggihan teknologi semakin berkembang. salah satu dampak dari kecanggihan teknologi ialah larisnya ikan salmon di pasar. Sudah menjadi rahasia publik kalau ikan mahal satu itu kaya akan omega-3nya.

 

Setara dengan harganya yang selangit, kandungan dalam ikan salmon memang baik dikonsumsi untuk anak-anak. Tak heran dengan nilai gizi ikan salmon dari para pakar ahli gizi, menjadikan ibu-ibu menggilai ikan satu itu. Seorang ibu memang selalu ingin memberikan yang terbaik untuk tumbuh kembang anaknya.

 

Penikmat salmon saat ini sudah merambah di kalangan anak muda, dengan tambahan racikan bumbu terpisah, ikan salmon yang fresh dapat disajikan dihadapan mereka. Salmon mentah memang menjadi daya tarik tersendiri bagi kalangan muda-mudi, selain rendah kalori, kandungan gizi juga utuh tanpa harus ada campuran minyak dan penyedap rasa lainnya.

 

Di kalangan orang tua salmon akan menjadi golden fish yang memanjakan lidah dengan berbagai olahan nusantara. Tidak harus dengan olahan yang rumit, salmon akan selalu menjadi santapan lezat bagi para penikmatnya.

 

Salmon istimewa tanpa tambahan apapun, tak heran lagi jika saat ini kalangan ibu-ibu muda juga sering berburu ikan satu itu untuk mix and match santapan anaknya yang masih berumur dibawah 2 tahun.

 

Bukan suatu yang mengejutkan lagi bila pedagang ikan membandrol salmon dengan harga yang tinggi, karena kelezatan dan gizinya yang tinggi membuat salmon menjadi ikan high class di pasar raya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan