Mohon tunggu...
NIke Epariyanti
NIke Epariyanti Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiwa

Pemalang

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama Pilihan

Pentingnya Leksikografi Dalam Pelestarian Bahasa daerah

3 Mei 2021   22:18 Diperbarui: 3 Mei 2021   22:33 158 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pentingnya Leksikografi Dalam Pelestarian Bahasa daerah
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Bahasa daerah adalah bahasa yang dituturkan oleh suatu wilayah daerah dalam sebuah negara yang berdaulat. Bahasa daerah sendiri merupakan bahasa ibu oleh sebagian masyarakat selain bahasa Indonesia yang digunakan sebagai bahasa nasional di negara Indonesia ini. Banyak sekali ragam bahasa daerah yang ada di Indonesia mengingat bahwa negara ini kaya akan budaya dan tradisinya termasuk dalam berbahasa. Hampir di seluruh daerah di Indonesia memiliki bahasa daerahnya masing-masing, tentu inilah yang memperkaya negara kita ini.

Bahasa daerah sendiri juga merupakan suatu upaya dalam peningkatan budaya literasi, dalam pelesatarian bahasa daerah sendiri, kamu juga berperan dalam penyedia informasi dan ilmu pengetahuan. Maka dalam usaha pelestarian bahasa daerah diperlukannya Leksikografi.

Apa itu Leksikografi?

Leksikografi adalah bidang linguistik terapan yang mencakup metode dan teknik penyusunan kamus. Leksikografi adalah aktifitas yang terdiri dari penelitian, pengumpulan, seleksi, analisis dan penjelasan satuan leksikal (kata-kata, elemen kata, dan gabungan kata) yang dimiliki leh satu atau lebih bahasa di dalam kamus. Dalam peningkatan kualitas dan kuantitas bahasa daerah itu sendiri yang menjadi langkah strategisnya adalah kamus, yang akan mendukung gerakan literasi khususnya bahasa daerah itu sendiri.

Seberapa pentingkah peranan leksikografi dalam pelestarian bahasa daerah itu sendiri? Tentu sangat penting sekali mengingat saat ini bahkan bahasa indonesia yang baik dan benar sendiripun sudah kian tergeser dengan bahasa kekinian atau bahasa gaul yang mana bahasa tersebut adalah bahasa campuran antara bahasa Indonesia dengan bahasa asing atau bahkan bahasa yang sengaja diciptakan sendiri oleh masyarakat sekitar. Banyak juga masyarakat yang tinggal di daerah mengikuti tren dari bahasa gaul tersebut sehingga perlu adanya pelestarian bahasa daerah melalui kamus-kamus bahasa daerah. Namun selain dengan adanya kamus bahasa daerahpun dalam setiap daerah wajib untuk mengenalkan dan memperkaya bahasa daerahnya kepada generasi baru agar bahasa daerah tetap dilestarikan dan tetap menjadi bagian dari budaya dan tradisi Indonesia itu sendiri.

Tenaga-tenaga ahli leksikografi sangat diperlukan dalam hal ini, karena tantangannya semakin serius saat tergesernya dunia lisan menjadi dunia tulisan, sedangkan bahasa daerah sendiri merupakan bahasa ibu yang pertama dikenali oleh anak saat masa pertumbuhan yang mana bahasa ibu tersebutlah yang akan menjadi bahasa kesehariannya hingga dewasa. Belum lagi sekarang sudah semakin modern, dari dunia tulisan atau dunia kertas kini berubah menjadi dunia elektronik yang semakin maju. Tetapi justru ada sisi baik dari adanya dunia elektronik, ini akan membantu leksikografi dalam menggunakan kosakata, yang mana sekarang jauh dapat lebih cepat mengolah dan mencari kosakata bahasa daerah itu sendiri, walaupun sebenarnya ada efek kurang baiknya juga yaitu masyarakat menjadi ketergantungan dengan sesuatu yang canggih sehingga meninggalkan pencarian kosakata dalam bentuk kamus kertas.

Nah selain itu pentingnya leksikografi dalam pelestarian bahasa daerah juga masyarkat dapat terbantu apabila ada masyarakat yang baru datang ke suatu daerah yang baru, yang mana masyarakat tersebut belum mengetahui bahasa-bahasa dari daerah yang dikunjungi atau ditempati tersebut, ini cukup membantu juga dalam pengetahuan bahasa daerah, bahkan bukan hanya masyarakat baru saja, masyarakat lokalnya sendiri terkadang sudah asing dengan bahasa daerahnya sendiri karena terlalu sering menggunakan bahasa gaul atau bahasa yang kekinian saat ini.

Sehingga dapat dikatakan bahwa Leksikografi begitu penting dalam pelestarian bahasa daerah, masyarakat lokal masih tetap mengetahui bahasanya sendiri, begitupun masyarakat pendatang akan mengetahui bahasa daerah yang dikunjungi atau ditempati.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN