Mohon tunggu...
Nidaan Farhanin Imaniyah
Nidaan Farhanin Imaniyah Mohon Tunggu... Mahasiswi

S1 Ekonomi Syariah Universitas Jember Kampus Bondowoso

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Menghadapi Kondisi Potensi Ekonomi Syariah Masa Pandemi Covid-19

3 Juni 2020   14:36 Diperbarui: 3 Juni 2020   14:33 29 0 0 Mohon Tunggu...

Hari ini, masih tergemparnya kabar fenomena virus Corona berbagai Negara termasuk Negara Indonesia juga. Tentu saja keadaan dinegara sendiri dalam fenomena ini semakin harinya semakin bertambah terkena oleh virus Corona karna berbagai berita dan hasil laboratoriumnya yang terkena oleh virus Corona sangat melunjak tinggi di Indonesia. Begitu pula keadaan situasi dalam menanggani keuangan syariah di Indonesia ketika terjadinya kondisi saat ini yang tidak memungkinkan kapan selesainya fenomena tersebut.

Kondisi dunia yang masih digencar-gencarkan oleh keadaan virus Corona ini, Negara Indonesia pun dalam pemerintah harus tetap menjaga dan memantau keadaan keuangan syariah agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Dimana agar dalam menanggani suatu perusahaan tetap operasional secara online meskipun terkendala oleh keadan pandemi ini guna social distancing meskipun dengan keadan virus Corona akan tetapi tetap berjalan sesuai targetnya.

Semakin banyak pengetahuan semakin meluasnya pemikiran manusia, untuk itu meskipun diliburkan sebuah tempat pembelajaran baik sekolah, kuliah, pesantren dkk. Tetap harus memiliki jaringan pengetahuan dalam teknologi guna selama menjaga diri dirumah juga harus lebih produktif dalam berbagai bakatnya pada kalangan anak kecil, remaja bahkan orang tua pun. Sebagai masyarakat Indonesia kita semua harus mengetahui perkembangan keadaan yang dihadapi dinegara sendiri bahkan mengetahui perkembangan keuangan syariah di Indonesia apalagi dengan situasi sekarang yang adanya fenomena ini.

Negara Indonesia yang mayoritasnya muslim harus menghadapi terjadinya fenomena virus Corona dalam masalah ekonomi syariah. Sedangkan, dalam fenomena ini tidak mengetahui kapan berakhirnya untuk itu dalam menanggani kebijakan keuangan syariah. Ketika terjadi melemahnya ekonomi di Indonesia bukan dari syariah saja tetapi juga dari konvensional sejak meningkatnya yang terkena oleh virus Corona mengkibatkan agar tetap untuk menjaga diri dirumah mengikuti kebijakan protokol pemerintah.

Tentu ada dampaknya dalam penurunan keuangan syariah dimana berdampak pada lingkup para atasan sampai para bawahan hingga berdampak untuk penggunaan masyarakat. Yang terjadi mengalami pelemahan ini bukan di Indonesia saja yang mayoritas muslim akan tetapi juga Negara tetangga dan Negara lainnya.

Alasan bisa terjadinya virus Corona ini karna bukan Negara Indonesia saja yang terkena akan tetapi berbagai penjuru seluruh dunia, maka dari itu Indonesia sendiri tertular oleh Negara lain dan virus Corona ini pertama ada di kota Wuhan, Tiongkok, China. Kemudian, bagaimana Indonesia menghadapi situasi saat ini terutama pada perekonomian.

Perlu kita ketahui, bahwa potensi keuangan syariah sangat besar diindonesia sebelum terjadinya fenomena virus Corona  sekitar dua tahun yang lalu pada tahun 2018. Dimana Wakil Menteri Keuangan mengatakan bahwa  adanya keuangan syariah sangat berpotensi besar sebagai pelengkap pendukung kebijakan pemerintah dan menjaga momentum guna mencapai kesejahteran dan menjelaskan bahwa memiliki potensi besar bahwa untuk memberikan kontribusi pada perekonomian melalui dua aspek utama, yaitu pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan inklusif, serta stabilitas perekonomian dan keuangan lebih baik.     

Disamping sektor keuangan komersial syariah, sektor keuangan sosial syariah seperti zakat, infaq, shodaqoh dan infaq yang disebut sebagai ZISWAF memiliki potensi yang luar biasa dalam membantu mewujudkan distribusi pendapatan dan kekayaan serta mengatasi ketimpangan di masyarakat. Sangat berperan penting dalam menyediakan Jaringan Pengaman Sosial (JPS) serta menjamin terpenuhinya suatu kebutuhan dasar bagi masyarakat yang kurang mampu, meminimalisir kesenjangan, mendorong berputarnya roda perekonomian serta mendorong pemanfatan dana idle untuk digunakan secara produktif.

Situasi indonesia yang setiap harinya tidak henti-henti oleh kabar virus Corona,  begitu pula dalam penangganan keuangan syariah yang belum kunjung bertumbuh cepat. Namun, tidak semuanya para pekerja bisa bekerja dikarenakan meminimalisir keadaan jarak. Akan tetapi, yang bekerja setau berita hanya beberapa atasan atau para menejer guna tetap menjalankan dalam mengoptimalkan kondisi perekonomian yang ada diperusahaan keuangan syariah.

Keadaan masyarakat Indonesia yang setiap harinya menggunakan serba online, dalam Rapat Kerja Nasional(Rakernas) Indonesia Marketing Association (IMA) 2020 pada minggu (4/4) yang digelar secara online, diperolehnya hasil bahwa pemerintah dan para pelaku usaha harus bisa melihat peluang dan berpikir jangka panjang saat pandemi Covid-19 ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, virus Corona telah memunculkan dampak pesimisme terhadap pertumbuhan ekonomi dunia. Beliau juga mengatakan sebenarnya tahun 2020 berpotensi menjadi tahun pemulihan setelah pada tahun 2019 terdapat momentum yang memberatkan seperti perang dagang antara Amerika Serikat Dan China serta Brexit.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN