Mohon tunggu...
Nia Salsabila
Nia Salsabila Mohon Tunggu... Administrasi - Mahasiswa

Ingat lah kesalahan kemarin untuk perbaikan di masa yang akan datang

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Selamatkan Anak-anak Indonesia

21 Desember 2019   23:35 Diperbarui: 21 Desember 2019   23:56 28
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Anak adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan hidup manusia dan keberlangsungan sebuah bangsa dan negara. Hal ini secara tegas diamanatkan dalam UUD Tahun 1945 Pasal 28 B Ayat (2), bahwa negara menjamin setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi.


Namun di sisi lain keluarga di Indonesia tidak semuanya memiliki kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan hak dan perlindungan kepada anak-anak nya. Banyak keluarga yang belum memahami peran, tugas dan kewajiban sebagai orang tua untuk memenuhi hak anak-anaknya.


Sehingga Sudah terdengar tidak biasa lagi dengan kasus-kasus yang beredar mengenai pelecehan seksual, kekerasan seksual ataupun yang lainya. Ku kira kejadian tersebut akan hanya ada di televisi2 atau di sosial media saja. Namun hal tersebut terjadi serupa di lingkungan ku bahkan tetanggaku yang mungkin hanya berjarak 6 rummah kedepan saja.


7 tahun yang lalu Tetanggaku bocah 5 tahun yang di perkosa oleh 2 tetangganya sendiri yang identitas pelaku adalah kaka beradik, sunggguh miris semua orang yg mendengarnya. 

Tak wajar sekali kejadian tersebut terjadi di lingkungan ku yang bernotaben santri. Padahal lingkungan juga mempengaruhi kembangnya seorang anak namun dengan kejadian seperti itu kita belajar bukan hanya di luar-luar sana yang pergaulan yang sangat bebas dan tidak ada batasan. Di lingkungan kita pun yang sudah sangat berhati-hati bergaul ada saja kejadianya.


Kalau sudah terjadi seperti ini siapa yang mau di salahkan? Pelaku pun masih di bawah umur yang mungkin tidak beda jauh dari umurku. Ketika itu aku berumur 9 tahun. Pelaku dan korban masih sama-sama di bilang anak di bawah umur tapi tidak di sangka perlakuan seperti itu bisa mereka lakukan. 

Dari siapa lagi kalo bukan dari vidio-vidio yang sering mereka tontonkan. Kurangnya perhatian dan didikan orang tua yang menjadikan anak tidak tau mana yang boleh dilakukan atau mana yang tidak boleh dilakukan.


Apalagi di era globalisasi, dimana informasi bebas melanda seluruh lapisan masyarakat. Globalisasi tidak lagi dapat terbendung dan akan berpengaruh terhadap kehidupan setiap individu serta berdampak terhadap kehidupan dan perkembangan kepribadian anak, maupun hubungan antar anggota keluarga. 

Banyak anak yang harus ditinggalkan di rumah dikarenakan orangtuanya yang harus bekerja.

Orang tua harus berperan penting dalam segala hal tentang anak,  begitu juga dengan siapa anak bermain. Tidak sedikit kejadian seperti itu terjadi bahkan yang tidak di curigai pun bisa saja melakukanya seperti kasus tetangga ku itu.


Oleh karenanya keluarga sebagai lingkungan yang pertama dan utama bagi anak, seyogyanya mampu menjadi peletak dasar dalam penbentukan karakter yang baik sebagai landasan awal pengembangan kepribadian anak yang akan membentuk karakter bangsa di kemudian hari.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun