Mohon tunggu...
Nia Kania Dewi
Nia Kania Dewi Mohon Tunggu... Guru - pendidik

pendidikan hal yang utama

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Menghargai Keragaman dalam Pembelajaran

26 November 2023   00:19 Diperbarui: 26 November 2023   02:05 171
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

 

Menghargai keragaman dalam pembelajaran

"Kultural Responsive Teaching: Menghargai Keragaman dalam Pembelajaran". Judul ini memiliki dua makna yang saling terkait. Makna yang pertama adalah tentang pentingnya menghargai perbedaan budaya siswa dalam proses pembelajaran. Guru harus mampu mengakomodasi kebutuhan belajar siswa dari latar belakang budaya yang berbeda dan memperkaya pembelajaran dengan perspektif-perspektif yang beragam. Makna yang kedua adalah tentang pentingnya guru mengajarkan tentang budaya secara interaktif dalam pembelajaran, sehingga siswa dapat memahami dan menghargai perbedaan tersebut, serta membangun kemampuan untuk berinteraksi dengan orang dari berbagai latar belakang budaya.

Pendidikan adalah sarana untuk membentuk karakter dan menciptakan masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, penting bagi pendidikan untuk dapat mengakomodasi perbedaan budaya yang ada di masyarakat. Menghargai perbedaan budaya adalah kunci untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif. Inklusifitas dapat diciptakan dengan cara mengimplementasikan pendekatan pembelajaran yang responsif terhadap perbedaan budaya siswa. Responsif berarti guru harus mampu merespon kebutuhan belajar siswa dari semua latar belakang budaya. Hal ini dapat dicapai dengan pendekatan pembelajaran yang disebut kultural responsive teaching.

By nia
By nia


Kultural responsive teaching (CRT) memandang setiap siswa sebagai individu dengan keunikannya sendiri dan dapat memperkaya pengalaman pembelajaran dengan perspektif yang berbeda. Pendekatan CRT bertujuan untuk membantu siswa dari berbagai latar belakang budaya merasa dihargai dan dimasukkan dalam proses pembelajaran. Sebagai contoh, guru dapat mengadakan diskusi yang reflektif dan relevan tentang keanekaragaman budaya dalam kelas untuk membantu siswa memahami perbedaan antara satu sama lain. Guru juga dapat memperkenalkan perspektif dan nilai-nilai budaya yang berbeda dari siswa untuk memperkaya pengalaman pembelajaran yang ada.

CRT juga membantu mendorong siswa untuk mengembangkan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang dari berbagai latar belakang budaya. Hal ini penting karena pada masa mendatang, siswa akan dihadapkan pada situasi di mana mereka harus bekerja sama dengan orang dari latar belakang budaya yang berbeda. Dalam sebuah kelas yang menerapkan pendekatan CRT, siswa diajarkan untuk menghargai perbedaan budaya dan menjadi lebih terbuka terhadap pengalaman dan perspektif yang berbeda. Ini dapat membantu siswa untuk lebih mudah beradaptasi dalam situasi sosial dan profesional yang berbeda.

Namun, mengimplementasikan pendekatan CRT tidak selalu mudah. Guru perlu meluangkan waktu dan usaha untuk mengerti latar belakang budaya siswa mereka dan mencari cara untuk mengintegrasikan nilai-nilai dan perspektif mereka dalam pembelajaran. Guru juga perlu mempertimbangkan cara mengajarkan materi yang relevan dan sensitif terhadap perbedaan budaya. Oleh karena itu, tenaga pendidikan perlu terus berlatih dan mengembangkan kemampuan sebagai guru yang responsif terhadap perbedaan budaya siswa.

Dalam era globalisasi ini, pengalaman interaksi dengan berbagai latar belakang budaya menjadi sangat penting. Sekolah harus menjadi tempat bagi siswa untuk memperoleh pengalaman ini melalui implementasi pendekatan CRT dalam pembelajaran. Dalam pendekatan ini, guru bukan hanya memperkenalkan paham tentang keragaman budaya, melainkan juga membantu siswa membangun kemampuan untuk berinteraksi dengan orang dari berbagai latar belakang budaya, serta memperkaya pengalaman belajar mereka.

 kultural responsive teaching adalah kunci untuk menciptakan pembelajaran yang inklusif dan adaptif terhadap perbedaan budaya siswa. Guru harus mampu mengintegrasikan perbedaan budaya siswa dalam proses pembelajaran secara interaktif, sehingga siswa dapat memahami dan menghargai perbedaan tersebut serta membangun kemampuan untuk berinteraksi dengan orang dari berbagai latar belakang budaya. Dalam era globalisasi, kemampuan untuk berinteraksi dengan budaya yang berbeda sangatlah penting. Oleh karena itu, pendekatan CRT menjadi sangat relevan untuk diimplementasikan dalam pembelajaran.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun