Mohon tunggu...
Rieke NurulGarini
Rieke NurulGarini Mohon Tunggu... Pelajar SMAN 1 Padalarang

Laa tahzan innallaha ma'ana

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Keistimewaan Sidik Jari

21 Januari 2020   06:50 Diperbarui: 21 Januari 2020   06:58 39 5 0 Mohon Tunggu...

Sidik jari adalah pola tertentu yang terbentuk di ujung jari manusia. Pola tersebut bersifat unik dan selalu berbeda untuk setiap orang. Oleh karena itu, sidik jari dikenal sebagai identitas permanen setiap orang. 

Sidik jari manusia itu lukisannya beragam, mulai dari jempol hingga kelingking. Lukisan garisnya ada yang melengkung, melingkar atau berbentuk seperti pegunungan.

Sidik jari mulai berkembang disekitar minggu ke-10 kehamilan dan akan terbentuk secara penuh di akhir bulannya dengan proses pertumbuhan kulit pada janin didalam kandungan. 

Secara umum kulit manusia memiliki 3 lapisan, yaitu lapisan kulit luar (epidermis), lapisan kulit tengah (basal), dan lapisan kulit dalam. Menurut data statistik yang dihimpun seorang antropolog Inggris, Sir Francis Galton, rasio kemungkinan munculnya sidik jari yang sama hanya 1 dari 64 juta orang. Oleh sebab itu, rasanya mustahil untuk menemukan sidik jari yang sama di dunia ini.

Selain itu, Sir Francis Galton mencetuskan tiga dalil atau aksioma yang melandasi daktiloskopi (Ilmu Sidik Jari), yaitu :

1. Sidik jari setiap orang tidak sama

2. Sidik jari manusia tidak berubah selama hidup

3. Sidik jari dapat dirumuskan dan di klasifikasikan secara matematis.

Secara mendasar, ada tiga pola sidik jari manusia, yaitu : loop, whorls, dan arches. Pola yang terbentuk dipengaruhi oleh dua faktor, diantaranya :

1. DNA yang berfungsi mengatur pola pertumbuhan tubuh janin dan menentukan kapan pertumbuhan sidik jari ini dimulai

2. Lingkungan didalam kandungan, meliputi : posisi janin didalam kandujhan, interaksinya dengan dinding kandungan massa jenis cairan ketuban.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN