Mohon tunggu...
Neno Anderias Salukh
Neno Anderias Salukh Mohon Tunggu... Petani

Berwajah Preman, Berhati Malaikat

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Keramatnya "Sen Nobif", Bagian Tradisi Pernikahan Adat Suku Dawan (Timor)

27 Januari 2020   11:16 Diperbarui: 28 Januari 2020   13:39 652 13 2 Mohon Tunggu...
Keramatnya "Sen Nobif", Bagian Tradisi Pernikahan Adat Suku Dawan (Timor)
Pasangan Suami-Istri berpakaian adat Amanuban (Dokumentasi pribadi)

Sen Nobif adalah bagian tradisi pernikahan yang sangat sakral di Pulau Timor khususnya Suku Dawan.

Pada umumnya upacara adat pernikahan masing-masing suku memiliki beberapa tahap sebelum menuju acara puncak. Begitu pula Suku Dawan di Pulau Timor. Mulai dari tahapan makan Sirih Pinang (Tukar Cincin) hingga prosesi peminangan.

Namun sebetulnya, masih terdapat satu tahapan setelah pernikahan yang harus dilakukan. Tahapan ini disebut dengan "Sen Nobif" (dalam bahasa Dawan).

Sebelum saya melanjutkan tentang "Sen Nobif", saya mau mengingatkan bahwa Suku Dawan memiliki beberapa sub suku. Secara umum, tradisi "Sen Nobif" beberapa sub suku ini sama, akan tetapi terdapat beberapa bagian yang sedikit berbeda.

Oleh karena itu, sebagai orang Amanuban, saya akan menceritakan tradisi "Sen Nobif" ini berdasarkan kebiasaan orang Amanuban (Sub Suku Amanuban) dalam artikel ini.

"Sen Nobif" terdiri dari dua kata yaitu "Sen" dan "Nobif". Sen memiliki makna yang cukup luas tergantung pada konteks yang dibicarakan. 

Pada umumnya, Sen berarti mengganggu tapi dalam konteks melakukan hal yang sama. Misalnya seseorang meniru saya berbicara sehingga pembicaraan saya terganggu. Sedangkan Nobif berarti jejak kaki sehingga secara harafiah, Sen Nobif berarti mengganggu jejak kaki atau mengikuti dan menghilangkan jejak kaki.

Pada saat seorang perempuan dinikahi oleh seorang laki-laki, perempuan akan dibawa keluar oleh laki-laki meninggalkan orangtuanya. Sejak perempuan melangkah keluar dari rumahnya, ia dan suaminya dilarang menoleh ke belakang sebelum tiba di rumah laki-laki.

Masyarakat Dawan percaya bahwa jika larangan tersebut dilanggar oleh pengantin maka konsekuensi yang harus ditanggung adalah kematian. Konsekuensi paling ringan adalah tidak memiliki keturunan.

Setelah itu barulah tradisi Sen Nobif dilakukan. Pada umumnya, tradisi Sen Nobif adalah wewenang laki-laki. Laki-laki memiliki hak penuh untuk menentukan apakah boleh dilakukan tradisi Sen Nobif atau tidak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x