Mohon tunggu...
Tety Polmasari
Tety Polmasari Mohon Tunggu... Lainnya - ibu rumah tangga biasa dengan 3 dara cantik yang beranjak remaja
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, insyaallah tidak akan mengecewakan...

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Memperingati 1 Tahun Pandemi Covid-19, IDI Ingatkan Virus Corona Semakin "Pintar"

10 Maret 2021   23:42 Diperbarui: 11 Maret 2021   01:14 175
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Itu sebabnya mengapa Covid-19 sulit diprediksi kapan berarti. Dan, itu sebabnya juga mengapa kesannya Covid-19 trennya selalu naik, meski angka kesembuhan juga naik.

Oleh karena itu, yang harus diwaspadai saat ini adalah penularan yang dibawa oleh yang asimtomatis atau orang yang berpotensi menularkan tetapi tidak bergejala. 

Meski tidak bergejala, tetapi mempunyai kemampuan menyebarkan virus sama dengan orang terinfeksi yang bergejala. Penularan dapat terjadi tanpa disadari karena berdasarkan data global bahwa 1 dari 3 orang adalah orang asimtomatis. 

Dari data yang didapati penularan virus dapat melalui tranmisi aerosol, yaitu pembawa virus bisa menularkan virus hanya dengan bernapas atau berbicara. Sehingga yang paling sulit adalah mengendalikan orang-orang yang asimtomatis.  

"Misalnya, di ruangan ini saya sudah bertemu dengan beberapa orang. Sebagian sudah pulang, dan sebagian masih ada di ruangan. Karena 1 dari 3 orang berpotensi menularkan sebagaimana data global, maka virus masih beterbangan di udara di dalam ruangan ini," terangnya.

Bahkan dari kumpulan laporan-laporan berbagai negara menunjukkan antara 5% hingga 80% orang yang dites positif SARS-CoV-2 mungkin tidak menunjukkan gejala. Hal ini menjadi penyulit dalam pengendalian karena tidak mungkin setiap hari semua orang ditest. 

Potensi itu mengindikasikan penularan riskan terjadi pada ruangan tertutup dengan udara yang berputar atau menggunakan pendingin ruangan. Pada ruangan dengan sirkulasi udara yang buruk dan kurang cahaya ultraviolet, virus bisa bertahan hingga tiga jam dalam ruangan.

Menurut dr. Daeng 3M -- memakai masker, mencuci tangan pakai sabun di air yang mengalir, menjaga jarak, plus tidak berkerumun, menjadi kunci agar terhindar dari penularan. 

Karena itu, penggunaan masker di tempat umum menjadi wajib. Disarankan memakai masker yang dapat melindungi hingga 90% penularan dan tertular seperti masker bedah, N95, KN 94, KF 94.

"Penggunaan masker yang baik dan benar sangat penting, meskipun ada resiko hingga 10% keluarnya droplet dan microdroplet dengan pemakaian masker dalam jangka waktu yang lama, walau kadang benar, namun ini sangat bermakna dalam menurunkan transmisi," tuturnya.

Dokter Daeng juga mengingatkan pentingnya menjaga kebugaran dan tidak stress untuk terhindar dari penularan Covid-19. Sekalipun orang yang sehat dan bugar juga akhirnya terinfeksi, namun cenderung tidak bergejala (asimtomatik). 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun