Mohon tunggu...
Tety Polmasari
Tety Polmasari Mohon Tunggu... Bunda tiga dara: Putik Cinta Khairunnisa, Annajmutsaqib, Fattaliyati Dhikra

Menulis cara saya meluapkan segala rasa: gelisah, marah, bahagia, cinta, rindu, harapan, kesal, dan lain-lain.

Selanjutnya

Tutup

Transportasi Artikel Utama

Metromini, Kopaja "Hilang" di Jalanan, Akankah Mikrolet Bernasib Sama?

15 Oktober 2020   14:47 Diperbarui: 15 Oktober 2020   21:48 298 17 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Metromini, Kopaja "Hilang" di Jalanan, Akankah Mikrolet Bernasib Sama?
Dokumen pribadi

Usai menghadiri pertemuan di Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di jalan Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (14/10/2020), saya pun memutuskan pulang. Senja juga sudah menyapa.

Rencananya, saya mau naik Metromini 75 jurusan Blok M - Pasar Minggu, lalu naik kereta dari Stasiun Pasar Minggu. Atau naik Kopaja 57 jurusan Blok M - Kampung Rambutan, lalu naik kereta di Stasiun Duren Kalibata, kemudian turun di Stasiun Citayam.

Saya lagi malas naik bus TransJakarta karena harus berjalan dulu ke halte. Jaraknya sih sebenarnya tidak terlalu jauh untuk ukuran saya, tapi saya lagi malas saja. Saya lagi ingin kendaraan yang saya naiki berhenti tepat di depan saya. Jadi, tinggal naik. Begitu.

Kebetulan juga saldo e-money saya sudah limit banget, belum saya isi-isi karena ketika mau saya isi di halte bus TransJakarta selalu ditolak. Petugas tidak menerima transaksi pengisian saldo dengan alasan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Entah sampai kapan.

Setelah menunggu agak lama, Metromini atau Kopaja yang saya tunggu tak jua tiba. Saya pun resah. Ke mana gerangan yang dulu sering saya naiki itu? Saya lantas memutuskan berjalan kaki ke arah kolong fly over, sampai akhirnya saya menyeberang. Sesekali menengok tak ada juga. 

Tak begitu jauh dari halte busway Pasar Mampang, saya melihat ada Mikrolet-16. Saya heran, mengapa mikrolet jurusan Kampung Melayu - Pasar Minggu ini melintasi Warung Buncit Raya?

Supir mikrolet membunyikan klakson berkali-kali. "Stasiun, stasiun," katanya sambil membungkukkan sedikit badannya ketika mikrolet yang dibawanya berhenti di depan saya.

"Stasiun Pasar Minggu?" tanya saya.
"Stasiun Kalibata," jawabnya.
"Oh ya udah deh, nggak apa-apa, yang penting stasiun," gumam saya lalu naik ke dalam angkot.

Di dalam angkot saya masih terheran-heran, sejak kapan angkot ini melintasi daerah ini? Apa saya salah naik? Soalnya ini kali pertamanya saya menaiki angkot ini dari sini. Biasanya dari Kampung Melayu atau Pasar Minggu. Karena penasaran, saya pun bertanya-tanya ke abang supir selama dalam perjalanan.

Dokumen pribadi
Dokumen pribadi
"Bang, ini rute angkut penumpang dari mana?" tanya saya yang dijawab "Blok M". Dan, tujuan akhir mikrolet ini setelah saya tanya hanya sampai Stasiun Duren Kalibata.

"Sejak kapan bang, mikrolet ini lewat jalur ini?" tanya saya lagi yang dijawab "sejak sebulan lalu" sambil memastikan jawabannya kepada penumpang yang duduk di sampingnya. Mungkin dia penumpang setia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN