Mohon tunggu...
Mahasiswa Niaga
Mahasiswa Niaga Mohon Tunggu... Halo

Mahasiswa administrasi niaga

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Potensi Bisnis Lain dari Tutorial Make Up

28 Mei 2019   21:54 Diperbarui: 29 Mei 2019   18:36 0 0 0 Mohon Tunggu...

Saat ini, produk-produk perawatan dan kecantikan menjadi kebutuhan yang permintaannya terus mengalami kenaikan. Indonesia merupakan salah satu pasar potensial produk kosmetik. Hal tersebut dibuktikan oleh data Kementerian Perindustrian (2016), dimana pertumbuhan pasar industri kosmetik rata-rata mencapai 9,67% per tahun dalam enam tahun terakhir yaitu tahun 2009 sampai tahun 2015 (sigmaresearch.co.id, 2017).

Meningkatnya pembelian akan produk perawatan dan kecantikan salah satunya disebabkan oleh perubahan gaya hidup. Saat ini, banyak influencer yang kerap kali mempromosikan dan memberikan penilaian terhadap produk perawatan dan kecantikan melalui sosial media yang mereka miliki. 

Kerja sama dengan Influencer merupakan salah satu strategi pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan produk tersebut agar dapat menarik minat target pembeli yaitu para pengikut influencer di media sosial seperti Instagram, YouTube, dan sebagainya. 

Meningkatnya jumlah populasi penduduk usia muda atau generasi millenial menjadikan strategi tersebut berjalan dengan baik. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, influencer memiliki peran dalam peningkatan penjualan kosmetik, sekarang setiap orang bisa mempelajari bagaimana cara menggunakan produk kosmetik secara online. Salah satu media sosial yang digunakan adalah YouTube. Di YouTube sendiri sudah banyak sekali jumlah tutorial make up dengan jutaan penonton baik di dalam negeri maupun di luar negeri.


Fenomena tersebut menimbulkan adanya peluang bisnis yaitu make up organizer atau wadah untuk menyimpan make up. Keunikan dari make up organizer ini adalah adanya tempat yang bisa digunakan untuk gadget seperti smartphone atau tablet sebagai stand holder agar pengguna bisa sekaligus melihat video tutorial make up. Umumnya wanita memiliki lebih dari satu jenis produk perawatan dan kecantikan, sehingga organizer dibutuhkan agar produk dapat tertata rapih. Di Indonesia sendiri sudah banyak yang menjual make up organizer tetapi belum terdapat gadget stand holder di dalamnya.

Dalam mengembangkan produk masalah yang akan dihadapi adalah pencarian bahan dan pengrajin yang akan membuat produk. Bahan utama yang akan digunakan adalah akrilik. Berbeda seperti bahan kayu, bahan akrilik karena memiliki beberapa keunggulan diantaranya lebih berukuran kecil, transparan sehingga lebih terlihat modern, dan lebih mudah dibersihkan. Namun, pengrajin bahan akrilik jumlahnya tidak sebanyak pengrajin kayu sehingga akan sulit untuk menemukan pengrajin yang terbaik dari segi harga dan kualitas.

Sebelum melakukan implementasi bisnis, perlu dilakukan analisis BMC (Business Model Canvas) yang terdiri dari :

1. Customer Segments
Yang menjadi kelompok target konsumen adalah wanita dengan kategori usia remaja sampai dewasa terutama yang memiliki ketertarikan dengan dunia kosmetik. Untuk mendapatkan akses terhadap customer segment ini adalah dengan melihat pengikut dari media sosial para beauty gurus atau para influencer. Beberapa influencer terkenal di Indonesia seperti Tasya Farasya memiliki dua juta pengikut, Suhay Salim dengan sembilan ratus ribu pengikut, Stephanie Rose dengan dua ratus pengikut, dan sebagainya. 

Pada tahun pertama dan kedua, kerjasama dapat dilakukan dengan influencer yang memiliki belasan ribu pengikut. Pada tahun ketiga dan keempat kerjasama dapat dilakukan dengan influencer yang memiliki ratusan ribu pengikut. Pada tahun kelima kerjasama dapat dilakukan dengan influencer yang memiliki jutaan pengikut.

2. Value Prepositions
Desain menjadi nilai produk ini dimana desain yang ada dapat memberikan kemudahan bagi konsumen untuk dapat melihat video bersamaan dengan pengaplikasian make up. Selain itu desainnya yang terbuat dari akrilik yang tembus pandang juga dapat mempercantik ruangan dan mempermudah konsumen untuk memilih produk yang akan digunakan. Pada tahun pertama produk tersedia hanya dalam satu pilihan yaitu akrilik saja, namun pada tahun selanjutnya akan dikembangkan pula berbagai pilihan sesuai dengan permintaan pasar seperti kayu atau pilihan dalam berbagai warna.

3. Channels
- Awareness
Dalam meningkatkan awareness pelanggan maka cara endorse dapat dilakukan. Pada tahap awal endorse terlebih dahulu dilakukan dengan influencer yang memiliki fee yang tidak terlalu besar mengingat masih terbatasnya biaya yang ada. Terdapat pula beberapa influencer yang tidak menetapkan tarif tetapi terdapat risiko bahwa produk yang dikirim tidak akan dipromosikan apabila mereka tidak menyukai produk tersebut.
- Evaluation
Kemudian dalam hal evaluation, proposisi nilai dapat diyakinkan melalui penilaian yang diberikan oleh influencer yang bekerja sama atau pelanggan sebelumnya yang sudah menerima dan menggunakan produk. Penilaian yang baik akan memberikan dampak bagi calon pelanggan agar semakin yakin untuk melakukan pembelian.
- Purchase
Pembelian dapat dilakukan secara online baik melalui line, whatsapp, instagram, shopee, tokopedia, dan bukalapak. Online chatting, media sosial, dan e-commerce  tersebut dipilih karena banyak digunakan oleh target konsumen dan penggunaannya yang mudah dan fleksibel. Selain melalui akun media sosial dan e-commerce perusahaan, pada tahun ketiga pelanggan juga dapat membeli produk melalui website e-commerce kecantikan yang bekerjasama dengan perusahaan seperti Sociolla. Pada tahun keempat dan kelima, pelanggan dapat membeli produk secara offline melalui gerai Guardian, Watson, dan DanDan.
- Delivery
Pengiriman dapat dilakukan melalui berbagai jasa ekspedisi. Pembeli dapat memilih sendiri perusahaan ekspedisi, kecepatan, penggunaan asuransi, dan biaya ongkos kirim yang menjadi preferensi mereka masing-masing. Agar pengiriman dapat dilaksanakan tepat waktu dan tidak terjadi salah paham maka perlu secara tertulis dan jelas ditentukan jam terakhir pemesanan dan pemrosesan pengiriman setiap harinya. Selain itu, dipastikan pula bahwa produk terbungkus dengan aman agar pembeli dapat menerima produk dengan kondisi yang baik.
- After Sales
Apabila barang ditemukan rusak dan merupakan kesalahan penjual maka produk akan dikirimkan dengan yang baru tanpa biaya tambahan. Selain itu, apabila pelanggan memposting dan mempromosikan produk di media sosial, mereka akan mendapatkan potongan harga untuk pembelian selanjutnya.

4. Customer Relationship
- Personal Assistance
Melalui WA, Line, dan e-mail pelanggan dapat berkomunikasi selama proses penjualan maupun setelah pembelian selesai. Pelanggan bisa melakukan tanya jawab, pemesanan, bahkan penawaran apabila membeli dalam jumlah yang banyak, komplain, dan sebagainya.
- Co-creation
Co-creation dapat dilakukan dengan meminta testimoni terhadap produk baik itu secara publik maupun privat. Testimoni secara publik dapat dilakukan misal melalui testimoni tokopedia, bukalapak, shopee, dan disebarkan melalui media sosial. Sedangkan testimoni secara privat dapat dilakukan melalui WA dan Line.

5. Revenue Streams
Pelanggan akan bersedia untuk membayar agar mereka bisa mendapatkan produk yang bisa menyimpan produk kosmetik mereka dengan rapih. Biasanya seseorang yang memiliki hobi akan produk tertentu akan senang untuk memajang dan menyimpan produk hobinya dengan baik. Selain mendapatkan make up organizer, mereka juga mendapatkan stand holder untuk gadget yang mereka miliki, ini adalah nilai tambah produk dibandingkan dengan make up organizer yang lain. Mereka dapat membayar melalui transfer bank, ovo, dan go-pay. Transfer bank dapat dilakukan secara langsung maupun melalui perantara seperti Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee. Sedangkan ovo dan go-pay dapat dilakukan dengan mencantumkan nomor telepon penjual untuk dapat mengirimkan sejumlah uang. Kemudian, pada tahun keempat dan kelima, pelanggan dapat melakukan pembayaran melalui kartu kredit dan cash apabila membeli melalui gerai offline yang menjadi partner dan website Sociolla. Mekanisme harga produk adalah dynamic pricing, dimana apabila pembeli memesan dalam jumlah yang banyak maka akan mendapatkan potongan harga.  

6. Key Activities
Agar model bisnis dapat berjalan dengan baik terdapat aktivitas kunci yaitu produksi dan pemasaran. Aktivitas produksi saya anggap menjadi salah satu aktivitas yang paling penting dikarenakan mempengaruhi kualitas produk dan harga produk. Pada aktivitas produksi perlu ditemukannya produsen yang mampu untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan spesifikasi, memiliki prosedur produksi yang baik sehingga dapat berjalan konsisten, memiliki tawaran harga yang murah dibandingkan produsen lain, dan memiliki ketepatan waktu. Kemudian, pemasaran menjadi kunci aktivitas karena produk meskipun berkualitas tidak akan banyak terjual apabila tidak dilakukan pemasaran yang baik. Pemasaran dilakukan secara online melalui online advertising dan endorsement. Online advertising dilakukan menggunakan SEO (search engine optimization) sehingga iklan produk hanya muncul sesuai dengan customer segment misal melalui instagram ads dan google ads. Kemudian, endorsement dilakukan dengan melakukan kerja sama dengan para influencer atau lebih tepatnya beauty gurus agar audiens sesuai dengan customer segment.

7. Key Resources
Sumber daya utama yang memungkinkan perusahaan menciptakan dan menawarkan preposisi nilai adalah produsen. Meskipun desain sudah ditentukan sebelumnya, namun hasil dan kualitas produk akan ditentukan oleh produsen. Kemudian, sumber daya yang dibutuhkan untuk menjangkau pasar adalah media sosial dan e-commerce. Keduanya memiliki peran dalam pemasaran produk dan proses pembelian produk oleh pembeli. Untuk dapat terus mempertahankan hubungan dengan pelanggan maka sumber daya yang dibutuhkan adalah media sosial, akses terhadap influencer, dan SDM yang akan berhubungan langsung dengan konsumen. Media sosial dapat digunakan untuk mengadakan promosi dan menerima feedback dari pelanggan. Akses terhadap influencer digunakan untuk memperluas segmen pelanggan dan meningkatkan awareness akan produk. SDM yang berhubungan langsung dengan pelanggan akan memastikan bahwa tercipta hubungan yang baik antara perusahaan dengan pelanggan. Terakhir, untuk memperoleh pendapatan diperlukan modal terlebih dahulu untuk melakukan proses produksi, pemasaran, dan membayar pegawai.

8. Key Partnership
- Mitra Utama
Pada tahun pertama sampai tahun kedua yang menjadi mitra utama perusahaan adalah akun media sosial seperti instagram business. Melalui instagram ads produk dipromosikan secara berkala terhadap yang menjadi customer segments. Selain itu, e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak juga menjadi mitra utama lainnya. Google ads digunakan untuk mempromosikan produk sehingga apabila calon konsumen mencari produk serupa, maka yang akan muncul di halaman awal google adalah produk ini. Pada tahun ketiga sampai kelima, perusahaan akan berusaha untuk melakukan kerjasama baik itu dengan website e-commerce khusus produk perawatan dan kecantikan seperti Sociolla dan toko offline serupa seperti DanDan, Guardian, dan Watson.
- Pemasok Utama
Pada tahun pertama sampai kedua, akan terdapat dua pemasok utama yang akan bekerja sama dengan perusahaan. Dipilih dua pemasok sebagai cadangan apabila satu pemasok tidak dapat memenuhi pesanan, tetapi tetap perlu dipastikan bahwa produk memiliki kualitas dan tampak fisik yang sama. Kemudian, pada tahun ketiga sampai kelima perusahaan akan melakukan kerjasama total dengan pemasok utama dimana pemasok tersebut tidak melakukan kerjasama selain dengan perusahaan kami. Hal tersebut dilakukan agar pemasok dapat fokus memproduksi produk perusahaan kami dan agar permintaan dapat dipastikan selalu terpenuhi.


9. Cost Structure
Berdasarkan key activities, pada hal produksi timbul biaya produksi diantaranya biaya pembuatan prototype, biaya pengiriman material dan produk, biaya material, dan biaya jasa pembuatan produk. Pada hal pemasaran, timbul biaya pemasaran yaitu biaya instagram ads, google ads, biaya endorsement, dan biaya pemotretan produk. Berdasarkan key resources, sama seperti key activities namun ditambah biaya SDM yaitu pegawai yang bertanggung jawab atas pemasaran, produksi, dan pengiriman.

Seperti itu lah, kira-kira bagaimana bisnis make up organizer akan berjalan sesuai dengan teori BMC.

Nama : Nena Salsabila

NPM : 1606924953