Mohon tunggu...
Nila Fauziyah
Nila Fauziyah Mohon Tunggu...

Salah satu mahasiswa IISIP yang suka banget sama warna hijau. Seorang Penulis, hobby fotografi dan masih memendam impian untuk menjadi seorang astronom :)

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Artikel Utama

Populerkan Quilt Lewat Festival Taraf Internasional

6 November 2016   05:32 Diperbarui: 6 November 2016   11:52 15 1 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Populerkan Quilt Lewat Festival Taraf Internasional
Berfoto dengan latar quilt (Foto: Dokumen Pribadi)

“Jangan bilang ‘aku cinta produk Indonesia’, karena kalau cinta tidak harus memiliki. Jangan! Kalau cinta harus beli, jangan ngeliat-liat saja,” ujar Agus Muharam, Sekretaris Kementerian KUKM pada Kamis (27/10).

Kalimat tersebut diucapkan Agus Muharam saat memberi kata sambutan pada acara Indonesia Quilt & Needle Craft Festival Indonesia 2016, di Gedung SMESCO, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Kata-katanya sempat menimbulkan gelak tawa para pengunjung, karena beliau mengucapkan dengan begitu serius, tapi tidak meninggalkan sifat humorisnya.

Lalu, mengenai hasil karya para UKM, Agus Muharom berpendapat, "Begitu teliti karya yang ditampilkan hari ini. Meski awalnya saya mengira yang terpampang di depan itu (Red: quilt) untuk karpet, tapi ternyata untuk bad cover," ujarnya di atas panggung.

Perlu diketahui, quilt merupakan suatu karya kreatif yang bernilai tinggi. Hal itu dikarenakan butuh kesabaran, ketelitian, dan kreatifitas untuk menciptakan quilt. Bahan dasarnya sendiri berasal dari kain perca yang dijahit membentuk pola dan gambar tertentu dengan berbagai ukuran, tergantung kebutuhan dan kreatifitas pembuatnya.

Jika dibandingkan dengan negara lain, perkembangan karya seni quilt di Indonesia memang kurang dikenal luas oleh masyarakat. Oleh sebab itu, sebagai salah satu pusat promosi UKM, SMESCO kembali mengadakan pameran UKM tahunan yang berlangsung selama tiga hari, 27-29 Oktober kemarin.

Untuk tahun ini, SMESCO mengusung tema “quilt” dengan maksud mempopulerkan quilt kepada masyarakat Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, SMESCO bahkan mengundang guru quilt yang berasal dari Jepang dan Thailand. Dengan demikian, acara ini bisa dikatakan sebagai festival quilt bertaraf internasional pertama yang ada di Indonesia.

Salah satu guru quilt, pemilik merk Da-Mira (Foto: Dokumen Pribadi)
Salah satu guru quilt, pemilik merk Da-Mira (Foto: Dokumen Pribadi)
Memang, ketika pertama kali memasuki ruangan, para pengunjung akan disambut oleh keindahan-keindahan corak quilt. Pengunjung akan dibuat ingin memotret bahkan menyentuh quilt tersebut meski ada tulisan ‘dilarang menyentuh’ pada tiap-tiap quilt yang dipamerkan. 

Salah satu corak quilt (Foto: Dokumen Pribadi)
Salah satu corak quilt (Foto: Dokumen Pribadi)
Selanjutnya, pengunjung akan dibawa pada keinginan untuk berbelanja karena acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 – 17.00 WIB, juga memamerkan banyak produk-produk hasil kerajinan tangan dengan harga yang bervariasi.

Salah satu both yang ikut dalam pameran (Foto: Dokumen Pribadi)
Salah satu both yang ikut dalam pameran (Foto: Dokumen Pribadi)
Selain pameran produk, para pengunjung juga dapat mengikuti serangkaian kegiatan yang diadakan oleh SMESCO. Seperti seminar, workshop, kompetisi, hingga doorprize. Semua acara yang berlangsung dalam pameran tersebut gratis. Pengunjung hanya perlu datang ke lokasi untuk melihat dan membeli produk yang ditawarkan, ataupun mengikuti seminar. Tapi jika ingin menjadi peserta workshop, pengunjung perlu mendaftar secara online.

Ramainya both Da-Mira (Foto: Dokumen Pribadi)
Ramainya both Da-Mira (Foto: Dokumen Pribadi)
Seminar dan workshop yang ada di sana pun memiliki beragam tema, salah satunya, yaitu seminar tentang “Tahapan Mudah dan Efisien dalam Memulai Bisnis dalam Dunia Handycraft” yang di-coaching oleh Margaretty Herwin.

Pada seminar tersebut, sosok yang lebih akrab dipanggil Coach Getty itu mengatakan, “Membangun bisnis itu gampang, cari anak buah yang memiliki value yang sama dengan Anda.”

Terdapat banyak faktor yang dapat menghambat berkembangnya bisnis seseorang, seperti ketakutan terhadap diri sendiri, perhitungan untung-rugi yang kurang matang, atau partner yang tidak memiliki visi-misi yang sama.

Namun, ada satu satu kutipan yang saya sukai, “Produk yang umum, harganya pasti akan umum. Sedangkan produk yang unik, harganya juga akan unik.”

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN